Kehadiran Gereja Pantekosta di Jalan Padang Bulan
Gereja Pantekosta mendapat tempat ibadah permanen di Jalan Padang Bulan (sekarang Jln. S. Parman) Medan pada akhir tahun 1957, setelah sebelumnya beberapa tahun mengadakan ibadah di Gang Saudara, Jalan Malaka Medan.
Pdt. A.W. Wakkary (alm), ayahanda Pdt. M.D. Wakkary, yang menjadi Gembala Sidang. Jemaat tersebut bertumbuh pesat, namun Agustus 1971 Pdt. A.W. Wakkary pulang ke rumah Bapa Surgawi, dan pelayanan penggembalaan dilakukan oleh Ibu Pdt. R.N. Wakkary-Sorongan, istri almarhum Pdt. A.W. Wakkary.
Pada zaman penggembalaan Ibu Pdt. R.N. Wakkary, jumlah anggota jemaat bertambah sehingga gedung ibadah direnovasi menjadi sebuah gedung gereja dengan kapasitas 500 kursi.
Pada tahun 1981 Pdt. Ibu R.N. Wakkary, dengan alasan kesehatan, mengestafetkan penggembalaan Jemaat Jalan Padang Bulan, yang berubah nama jalannya menjadi Jalan Patrice Lumumba, lalu berubah lagi menjadi Jalan Letjend. S. Parman, kepada putra tertuanya Pdt. M.D. Wakkary, yang pada waktu itu menjabat Wakil Pemimpin Umum / Pemimpin Redaksi Suratkabar Harian Sinar Indonesia Baru. Pdt. M.D. Wakkary memang sudah berstatus pendeta muda di sinode Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) karena mengenyam pendidikan teologi di Sekolah Alkitab Batu, Jawa Timur.
Pada masa pelayanan Pdt. M.D. Wakkary, jemaat ini berkembang pesat, sehingga pada tahun 1988 dimulai pembangunan gedung baru. Tahun 1991, Jemaat GPdI Jalan S. Parman ini mendapat nama baru “Jemaat GPdI Maranatha”.
Setelah melalui beberapa tahap pembangunan gedung Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Maranatha, yang berlantai tiga, ditahbiskan penggunaannya oleh Dirjen Bimas Kristen Departemen Agama RI, yaitu pada bulan September 1993. Kapasitas Gedung GPdI Maranatha Lantai I sekitar 400 kursi, dan di ruang utama yaitu Lt II dan III berjumlah 1.500 kursi.
Aktivitas Pelayanan GPdI Maranatha
Dewasa ini jemaat GPdI Maranatha proaktif dalam Ibadah dan pelayanan. Jemaat ini memiliki sedikitnya 15 wadah pelayanan, yaitu :
Jemaat GPdI Maranatha juga memiliki 65 Jemaat Sel di berbagai kecamatan dan kelurahan di kota Medan.
Dengan keanggotaan sekitar 3000 orang dewasa dan 1100 anak-anak Jemaat GPdI Maranatha memiliki ± 30 pengerja gereja yang full-time.
Ibadah Raya Minggu
Kegiatan paling utama ialah Ibadah Raya Minggu.
Setiap hari Minggu diadakan 4 Ibadah Raya :
Ibadah ke-1 dan 2, disiarkan langsung ke para pendengar masyarakat umum oleh Radio Kosa FM.
Untuk mengefektifkan Ibadah Raya Minggu dan Ibadah di Jemaat Sel (Jemsel), dilakukan pelatihan Worship Team setiap Hari Jumat.
Mulai Februari, Ibadah Raya juga diadakan setiap hari Kamis malam.
Ibadah Doa Puasa
Jemaat GPdI Maranatha setiap hari Jumat melaksanakan Ibadah Doa Puasa di Ruang Doa.
Para Pengerja / Pelayan melaksanakan Ibadah Doa Puasa setiap hari Sabtu dan Doa semalaman suntuk setiap hari Rabu malam.
Pelayanan Pendoa Syafaat mengadakan doa bersama setiap Senin dan Rabu.
Wanita Janda “Hana” mengadakan ibadah doa setiap minggu kedua setiap bulan.
Jemsel-jemsel juga memiliki ibadah doa masing-masing.
Penginjilan
Melalui wadah Pelayanan Pria dan Profesional setiap bulan diadakan penginjilan ke luar kota melalui tim penginjilan bersama.
KLIK DISINI UNTUK MELIHAT FOTO GPdI MARANATHA TEMPO DOELOE
| BACA JUGA INI : |