I. PENDUDUK DUNIA TGL. 31 OKTOBER 2011
PBB mengumumkan bahwa per tgl 31 Oktober 2011 dunia sudah dihuni oleh 7 miliar orang. Dan setiap tahunnya penduduk dunia bertambah 78 juta jiwa.
PBB memperkirakan pupulasi dunia mencapai 9,3 miliar pada 2050 dan akhir abad ini menjadi lebih dari 10 miliar.
Negara berpenduduk besar 2011 adalah :
1. Tiongkok 1.342.120.000
2. India 1.193.590.000
3. AS 311.999.000
4. Indonesia 237.556.363
5. Brasil 190.732.694
6. Pakistan 171.739.000
7. Nigeria 158.259.000
8. Bangladesh 149.983.000
9. Rusia 141.927.297
10. Jepang 127.370.000
11. Meksiko 112.370.000
12. Filipina 94.013.200
13. Vietnam 86.930.000
14. Jerman 81.802.000
15. Mesir 79.744.000
60% penduduk dunia tinggal di benua Asia, yaitu 4,2 miliar.
KONDISI INDONESIA
Dalam tahun 2000 – 2010, Indonesia bertambah 31 juta, atau dari 201,1 juta menjadi 234 juta. Dengan laju pertumbuhan penduduk setiap tahun 1,49%, tahun 2012 Indonesia akan mencapai 245 juta.
Tetapi menurut United Nations Population Fund, kualitas penduduknya masih rendah.
Indeks Pembangunan Manusia Indonesia masih ditataran 108 dari 188 negara. Masih kalah dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand bahkan Vietnam.
II. MAMPUKAH GEREJA BERPACU DENGAN LAJUNYA PERTAMBAHAN PENDUDUK.
Kita mengerti semua amanat agung Tuhan Yesus dalam Matius 28:19-20, Markus 16:15-17. Ketika Yesus masih di dunia 2000 tahun lebih yang lalu, penduduk dunia diperkirakan baru berjumlah 100 juta, tetapi kini 7 miliar.
Pertanyaannya, apakah gereja masa kini dan gereja mendatang, dapat menyelesaikan tugas yang sangat besar ini?
Dapatkah gereja berpacu dengan lajunya pertambahan penduduk? Sebab Matius 24:14 menegaskan : “Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”
Keyakinan kita, gereja harus mampu dan berhasil dalam gerakan akbar globalisasi Injil, sebelum Yesus datang kembali ke dunia.
Perkembangan gereja dan pertumbuhannya banyak menggembirakan di samping ada juga memprihatinkan.
III. DIBUTUHKAN PEMBERDAYAAN (EMPOWERING) SEMUA ORANG PERCAYA.
Sepuluh tahun lalu sering dipromosikan bahwa pekabaran Injil harus difokuskan kepada bangsa-bangsa di dunia yang terletak di antara 10 derajat dan 40 derajat lintang utara, atau populernya disebut “10-40 window” atau ‘jendela 10-40’. Di lingkungan “jendela dunia” ini terletak negara besar seperti Tiongkok, India dan negara-negara beragama Islam. Oleh orang Indonesia sering istilah ini diprotes, karena dalam “jendela 10-40” tidak termasuk Indonesia. Kemudian dianggap, 10-40 window sudah termasuk negeri kita.
Tetapi sekarang ditambah lagi dengan istilah “13-30 window”. Yang dimaksud istilah ini ialah bahwa 60% penduduk dunia terdiri dari usia 13 tahun – 30 tahun.
Hal ini harus mendorong gereja, betapa gereja masa depan harus juga memfokuskan pelayanan untuk memenangkan gerenasi anak-anak, remaja dan pemuda.
Biasanya gembala/pendeta di banyak gereja lebih menekankan pelayanan kepada orang dewasa atau keluarga, karena mereka itu yang biasanya lebih banyak berkorban atau membayar perpuluhan. Dan itu memang baik. Tetapi kita juga memperhatikan bahwa Iblis dan dunia menginvestasikan besar-besaran untuk menjangkau generasi muda. Baik sebagai pasar bagi produk mereka maupun untuk publikasi dan menyenangkan interest mereka. Banyak contoh tentang itu.
Melihat ladang untuk pemberitaan Injil yang begitu besar sebab tahun depan Indonesia sudah mencapai 245 juta orang, gereja harus menjadi gerakan yang militan untuk menangkan jiwa bagi Tuhan. Tidak hanya memelihara rutinitas ibadah minggu yang waktunya mungkin hanya 1 jam. Gereja harus dimuridkan, dimobilisasi, diberdayakan, dan menjadi militan untuk tidak sekedar menjadi anggota yang statis. Ini hanya dapat terjadi, kalau gereja mentaati Kisah Para Rasul 1:8.
Murid-murid Yesus harus menerima kuasa dari Roh Kudus, agar dapat aktif beribadah, bersekutu memuji menyembah Tuhan, melayani, bersaksi dan hidup sebagai terang dunia dan garam dunia.
Generasi muda harus menjadi perhatian, karena inilah jemaat masa depan. Baca nubuatan di Yoel 2:28-29.
Kelompok orang muda akan mendapat pencurahan Roh Kudus yang luar biasa.
Mengapa pondok atau kemah Daud dibangun kembali seperti dinyatakan Nabi Amos (Amos 9:11-12) sudah terlaksana pada zaman gereja (Kisah 15:15-17), agar di setiap gereja ada Tabut Allah, ada Hadirat Tuhan (1 Tawarikh 16:1-36), ada nyanyian syukur pujian penyembahan, ada musik, lagu-lagu gembira, ada melompat, menari (1 Tawarikh 15). Untuk apa semua ini? Apakah gereja dianggap gila? Tidak. Tujuannya ialah : Kisah 15:17, 1 Tawarikh 16:23-25). Supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah.
IV. GEREJA HARUS BERDOA BAGI BERFUNGSINYA KARUNIA ROH KUDUS, TANDA HERAN DAN MUJIZAT SERTA PEMULIHAN LIMA JAWATAN DALAM GEREJA (TUBUH KRISTUS).
Gereja mula-mula bukan rasul-rasul yang memberitakan Injil. Tetapi karena tekanan, resistensi bahkan aniaya jemaat yang menghindar dari aniaya terbesar ke daerah-daerah lain dan mereka yaitu jemaat yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. Padahal rasul-rasul tetap tinggal di Yerusalem.
Kita harus kembali berdoa mohon agar semua orang percaya diberikan kuasa sesuai Markus 16:17-18. Bahwa setiap orang percaya akan mengusir setan-setan dalam Nama Yesus, berbicara bahasa baru (bahasa Roh Kudus), akan memegang ular, dan sekalipun minum racun maut tidak celaka, akan meletakkan tangannya ke atas orang sakit dan orang itu akan sembuh.
Kita harus berdoa mohon kepada Tuhan supaya para pemberita Injil, pemberita Firman, pelayan-pelayan gerejawi, dapat memiliki kuasa ini. Itulah yang disebut dalam I Korintus 12:4-11 adalah karunia-karunia Roh Kudus.
Kita juga harus berdoa dan berusaha supaya lima jawatan gereja yang diangkat oleh Tuhan bukan oleh manusia. Yaitu jawatan rasul-rasul, nabi-nabi, pemberita Injil, gembala-gembala dan pengajar-pengajar dipulihkan dan berfungsi di dalam gereja. Mengapa hal ini perlu? Karena menurut Efesus 4:11-14 fungsi lima jawatan di dalam gereja akan memperlengkapi orang-orang kudus atau orang-orang percaya bagi pekerjaan pelayanan. Jadi semua jemaat oleh karena berfungsinya lima jawatan diberdayakan untuk semua melayani. Jadi sebenarnya dalam gereja tidak lagi ada awam sebab semua melayani. Lima jawatan juga berfungsi bagi tujuan mulia pembangunan tubuh Kristus yang esa, yang satu dan yang dewasa. Lima jawatan ini diperlukan bagi pertumbuhan spiritual gereja menjadi setaraf dengan Kristus. Sebab hanya Kristus-lah yang menjadi Kepala Gereja. Banyak di gereja sekarang ada kepala-kepala tetapi sebenarnya kita harus menyadari Kepala Gereja itu adalah Yesus Kristus.
Gereja masa kini terutama ke depan haruslah gereja yang memberi perhatian bahwa segenap aktivitas gerejawi harus back to the Bible. Kita sering mempunyai aturan-aturan tetapi tidak jarang aturan-aturan tersebut tidak sejalan dengan Firman Tuhan. Saya yakin percaya gereja masa depan akan menjadi “Gunung” tempat Rumah Tuhan yang tegak berdiri menjulang tinggi melebihi semua gunung-gunung aktivitas manusia (Yesaya 2;2). Baik ekonomi, politik, sosial, kebudayaan, pendidikan, entertainment, bisnis/keuangan. Segala bangsa, segala suku, segala kaum, dan segala bahasa akan termasuk Gunung Rumah Tuhan, Gereja Tuhan yang menjulang tinggi besar (Wahyu 7:9, 5:9).