“Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu” 2 Timotius 1:6
GEREJA lahir, bergerak, berjalan, berjuang, bertumbuh dan berkembang, baik menurut sejarah Gereja mula-mula yang dicatat dalam Buku Kisah Para Rasul maupun menurut berbagai buku sejarah gereja dari abad I sampai abad XXI, sangat ditentukan, oleh adanya “motor” atau “mesin” yang menggerakkan kehidupan gereja, yang kita kenal dengan istilah “dunamis” yang bermakna : kuasa, kesanggupan, dan kekuatan.
Dunamis inilah yang dijanjikan Tuhan dalam Kisah 1:8 dan telah menjadi kenyataan ketika 120 orang Yahudi-Galilea yang menjadi murid Tuhan Yesus, memperoleh Roh Kudus, pada hari Pentakosta, sepuluh hari setelah Yesus Kristus naik ke surga, di kota Yerusalem.
Dunamis adalah kuasa supernatural (supraalamiah) yang dimiliki para murid Yesus setelah mereka menerima kepenuhan Roh Kudus.
Setelah memiliki dunamis atau kuasa, Rasul Petrus yang 7 minggu sebelumnya masih penakut dan pengecut sehingga tidak berani mengaku muridnya Yesus, kini berubah drastis, dan sanggup berkhotbah dengan berani dan lantang tentang Yesus, dengan hasil yang luar biasa signifikan, 3000 orang bertobat (Kisah 2:41).
Yesus sendiri perlu diurapi dengan Roh Kudus dan kuat kuasa atau dunamis. (Kisah 10:38). Karena Rasul Paulus memperingatkan Gereja agar Teres mengobarkan karunia (carisma) yang diperoleh dari Roh Kudus, suatu karunia yang memiliki daya dan kekuatan yang memampukan gereja melaksanakan amanat agung Tuhan kita Yesus Kristus.
Pelayanan DUNAMIS (Kuasa) Para Rasul
Dunamis pada Rasul Petrus dan Yohanes dibuktikan dengan pelayanan penyembuhan seorang lumpuh di Gerbang Bait Allah secara supernatural tanpa bantuan medis, sehingga si lumpuh dapat berjalan dan bahkan melompat-lompat memuji Tuhan. (Kisah 3:6-8).
Pelayanan dunamis para rasul membuahkan pertumbuhan kuantitas gereja yang cepat. Setelah 3000 orang bertobat, menyusul 5000 orang menjadi percaya. (Kisah 4:4).
Demonstrasi dari kehebatan Kuasa ini terus menerus terjadi dalam pelayanan gereja mula-mula, dicatat dalam Kisah 2 sampai Kisah 15. Kuasa dahsyat ini yang supraalamiah, termasuk kuasa yang melarikan Filipus (Kisah 8:39), dan membangkitkan mayat Dorkas (Kisah 9:36-42).
Roh Kudus memberikan kuasa dan kesanggupan kepada murid-muridNya menyaksikan Injil Yesus Kristus dengan berbagai mujizat dan hal-hal ajaib lainnya, suatu kemampuan yang bukan alamiah dimiliki manusia, tetapi suatu kuasa dari Roh Kudus yang supra-alamiah.
Bahkan, terbukti dahsyatnya karya kuasa Tuhan, ketika dunamis itu dimanifestasikan kepada Ananias dan Safira, yang mati di tempat, karena berbohong kepada Roh Kudus. (Kisah 5:1-11).
Kuasa ini adalah pemberian (karunia) dari Roh Kudus, yang menyanggupkan murid-murid Kristus yang rata-rata berpendidikan seadanya, melakukan tugas kesaksian dan pelayanan secara menakjubkan.
Rasul Paulus menulis kepada Timotius tentang betapa sangat perlunya Karunia (charisma) terus dikobarkan. (2 Timotius 1:6).
Kata ”mengobarkan” dalam terjemahan NKJV disebut ”stir up”, dalam NIV ditulis ”to fan into flame”. Dalam bahasa Yunani ”mengobarkan” dalam 2 Timotius 1:6 dipakai kata ”anazopureo”, yang dapat diartikan : ”to kindle afresh”, atau ”keep in full flame” (dipelihara dalam nyala api yang sepenuhnya).
Jadi, saya cenderung meminjam terjemahan NIV, ”to fan into flame the Gift of God”, atau “kipas karunia Allah agar terus menyala”.
Berarti, kita harus waspada, nyala api karunia Tuhan berpotensi untuk padam, sehingga Paulus wanti-wanti memperingatkan agar kobaran api karunia (charisma) itu dijaga, jangan padam, terus dikobarkan. Api Roh Kudus yang turun kepada murid-murid Yesus, pada hari Pentakosta, harus selalu dinyalakan, jangan kita lalai dan lengah sehingga padam.
Tuhan telah memberikan berbagai karunia (charismata) sebagai kesanggupan (dunamis) rohani untuk dapat kita gunakan dalam pelayanan dan kesaksian kita.
BERAPA BANYAK SEBENARNYA KARUNIA-KARUNIA YANG TERSEDIA?
Hanya Tuhan yang tahu betul siapa-siapa yang dapat memiliki karunia-karunia. Roh Kudus mendistribusikan karunia kepada setiap individu seperti kehendakNya. (I Korintus 12:11).
Karunia kita terima langsung dari Tuhan yang amat selektif untuk kepentingan gerejaNya, dan dalam anugerahNya yang bijaksana untuk kemanfaatan bersama.
Dalam Alkitabiah PB, kata paling banyak digunakan untuk karunia roh ialah charisma, yang bermakna anugerah atau charis. Karunia diberikan bukanlah sebagai sesuatu upah, tetapi sebagai pemberian, atau ”gift” (hadiah). Tuhan dalam anugerahnya yang arif dan bijaksana mengaruniakannya berbagai charismata kepada kita, untuk kepentingan gereja.
Seperti kita ketahui dari I Korintus 12:4-11, Tuhan memberikan 9 Karunia Roh untuk kepentingan bersama dari GerejaNya, yaitu : 1 – Karunia berkata-kata dengan Hikmat, 2 – Karunia berkata-kata dengan Pengetahuan, 3 – Karunia Iman, 4 – Karunia Menyembuhkan, 5 – Karunia kuasa mengadakan Mujizat, 6 – Karunia Bernubuat, 7 – Karunia Membedakan bermacam-macam Roh, 8 – Karunia berkata-kata dengan bahasa Roh, 9 – Karunia menafsirkan bahasa Roh.
Selanjutnya dalam I Korintus 12:28, ditambahkan lagi dengan :
― mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat (ini mengulang lagi I Korintus 12:10) ― untuk menyembuhkan (ulangan dari I Korintus 12:9) ― untuk melayani, ― untuk memimpin, ― untuk berkata-kata dalam bahasa Roh (sama dengan I Korintus 12:10).
Lalu, dalam Roma 12:6-8, kita temui 7 Karunia Anugerah yang Tuhan berikan kepada gereja-Nya, yaitu : 1 – Karunia Bernubuat (sudah ada di I Korintus 12:10), 2 – Karunia Melayani (sudah disebut dalam I Korintus 12:28), 3 – Karunia Mengajar, 4 – Karunia Menasihati, 5 – Karunia membagi-bagikan sesuatu, 6 – Karunia memberi Pimpinan (sudah ada di I Korintus 12:28), 7 – Karunia menunjukkan Kemurahan atau karunia memberi.
Kita juga mengetahui Tuhan memberikan atau mengaruniakan 5 Jawatan untuk memperlengkapi gereja, untuk pekerjaan pelayanan, untuk pembangunan Tubuh Kristus, untuk mencapai kesatuan iman dan pengetahuan Anak Allah, untuk menjadi dewasa, untuk bertumbuh mencapai kesempurnaan sesuai dengan Kristus. Ke-5 jawatan itu ialah : 1 – Rasul-rasul, 2 – Nabi-nabi, 3 – Pemberita-pemberita Injil, 4 – Gembala-gembala, 5 – Pengajar-pengajar.
Berarti Tuhan memberikan fasilitas karunia yang sangat banyak kepada GerejaNya. Kalau kita kumpulkan pemberian-pemberian Tuhan bagi gerejaNya, yaitu Karunia Roh, Karunia Anugerah dan Karunia Jawatan, jumlahnya menjadi :
1 – Nubuat
2 – Hikmat
3 – Pengetahuan
4 – Kesembuhan
5 – Mujizat
6 – Iman
7 – Membedakan roh
8 – Bahasa Roh
9 – Menafsirkan bahasa Roh
10 – Memimpin
11 – Melayani
12 – Menasihati
13 – Memberi (Membagi-bagi)
14 – Menunjukkan Kemurahan
15 – Menolong (“Helps”, Melayani)
16 – Rasul
17 – Nabi
18 – Penginjil
19 – Gembala
20 – Guru / Pengajar
Dr. Peter Wagner, profesor seminari teologi Fuller, malah menguraikan sedikitnya terdapat 28 karunia-karunia dalam Perjanjian Baru. Yang lainnya itu seperti : ― Karunia untuk membujang (I Korintus 7:7), ― Karunia memberikan Tumpangan (I Petrus 4:9-10), ― Karunia Misionari (Efesus 3:6-9). Belum lagi aneka karunia alamiah yang lazim kita sebut talenta, banyak sekali. Luar biasa pemberian-pemberian Tuhan bagi anak-anakNya, bagi hamba-hambaNya.
Betapa luar biasa Kuasa, Karunia dan Kesanggupan yang Tuhan karuniakan kepada kita, dan juga betapa banyaknya. Gereja dilengkapi dengan limpahan karunia.
Sebagai orang-orang Pantekosta, kita sering alpa mengenai kebenaran absolut dari kuasa Roh Kudus. Kita sudah cenderung mengandalkan Ilmu Pengetahuan, mengedepankan fasilitas material, walaupun itu juga perlu, lalu mengabaikan kebenaran hakiki dari kuasa Roh Kudus yang sanggup memberikan kemampuan supraalamiah dalam tugas persekutuan, pelayanan dan kesaksian kita.
Pengetahuan itu sangat penting. Saya sampai hari ini tidak pernah berhenti belajar melalui membaca buku. Tetapi ada bahayanya kalau kita sampai terjebak kepada pengaruh kemampuan daya nalar kita.
Rasul Paulus mengingatkan kita dalam I Korintus 2:4-5 ;
”Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan (kuasa) Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan (kuasa) Allah”.
Yesus sendiri, walaupun Dia adalah Hikmat Allah, ketika Ia melayani di muka bumi, Ia memerlukan pengurapan Roh Kudus dan kuat kuasa, sehingga Ia berkeliling berbuat kebaikan dengan menyembuhkan semua orang. (Baca : Kisah PR 10:38).
Kita semua, sebagai pelayan-pelayan Pantekosta, harus ”back to basic”, kembali mengandalkan kuasa – kuasa dan kuasa.
Kita harus kembali ke doa-puasa kita, kita harus kembali kepada pengurapan Roh Kudus. Ada hamba-hamba Tuhan aliran Pantekosta dan Kharismatik, yang kulitnya saja percaya Roh Kudus, tetapi minus kuasa, minus urapan. Sehingga pelayanannya hambar, tidak berdaya-guna.
Kita jangan lupa motto Gereja Pantekosta yang sudah lama, dengan mengutip Zakharia 4:6,
”....Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman Tuhan semesta alam.”
Kita sering bangga dengan sekedar jabatan organisasi, atau dengan titel kesarjanaan, tetapi lupa minta penyegaran urapan Roh Kudus, yang adalah modal utama pelayanan kita yang ber-dunamis.
Kekurangan kita dalam dunamis, kita coba tutupi dengan kebanggaan lahiriah seperti punya mobil baru, pastori baru, hp baru, pendeknya kebanggaan material saja. Tetapi kita sekarang tidak dapat berkata seperti Peterus berkata :
”Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu : Demi Nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah”.
(Kisah PR 3:6)
Kenalilah Karunia Anda dan gunakanlah !
Sangat penting untuk kita mengenal, mengidentifikasi karunia yang kita miliki, setiap kita yang percaya memiliki satu karunia anugerah, setiap kita yang penuh Roh Kudus mempunyai satu karunia roh, juga setiap manusia memiliki sedikitnya satu talenta dalam dirinya.
Semua kita, Tuhan telah menganugerahkan karunia, tetapi sering kita kurang mengetahuinya, dan kalau kita tahu, kita tidak menjalankan atau tidak mengobarkan.
Tuhan bertanya kepada Musa, ketika Musa meminta tanda khusus dari Tuhan sebagai konfirmasi tugas panggilannya membebaskan umat Tuhan dari perbudakan Mesir, ”Apa yang ada di tanganmu itu?”, lalu Musa menjawab : ”Tongkat”. Latar belakang Musa dalam 40 tahun terakhir hidupnya adalah seorang penggembala ternak. Identitas seorang gembala ialah memiliki tongkat. Biasanya tongkat gembala terbuat dari kayu dan ukurannya tidak terlalu besar. Kemudian Tuhan berkata : Lemparkan tongkatmu ke tanah. Mengherankan, sebab tongkat Musa berubah menjadi ular. Luar biasa, tongkat yang kecil, yang sepele, yang tidak ada harganya bisa berubah menjadi ular. Lalu dipegang ekor ular itu, dan kembali jadi tongkat. Setelah itu, Tuhan menyuruh Musa memasukkan tangannya di bajunya. Ketika ditarik, tangan yang mulus berubah menjadi kusta. Kemudian dimasukkan lagi ternyata pulih kembali.
Inilah bukti Tuhan bisa memakai tangan Musa dengan atau tidak dengan apa-apa. Karena itu jangan sepelekan apa yang ada di tanganmu. Barangkali yang ada di tangan kita sederhana, kecil, sedikit, tetapi Tuhan dapat pakai apa yang tidak berarti itu. Bahkan kalau tidak ada apa-apa, tanganmu yang hanya lima jari itu Tuhan bisa pakai. Sebab Tuhan bisa mengubah dari hal yang tidak berarti menjadi sangat berarti. Dengan apa yang ada di tangannya, Musa dipakai Tuhan memimpin bangsa Israel selama 40 tahun. Ia bebaskan Israel dari Mesir. Ketika berhadapan Laut Teberau, dia ulurkan tongkatnya, laut terbelah menjadi dua. Dia pukul tongkatnya di batu, air minum memancar dari batu itu. Ia angkat tangan kepada Tuhan, Israel menang dalam peperangan. Tidak ada nabi sehebat nabi Musa, padahal modalnya hanya tongkat di tangannya.
Oleh sebab itu jangan pernah mengecilkan atau meremehkan karunia apa yang ada pada diri anda.
DAUD juga sama seperti Musa berlatar belakang penggembala. Ketika itu barisan Israel sedang frustasi karena tidak ada tentara Israel yang berani menghadapi tantangan raksasa orang Filistin, Goliat. (I Samuel 17:40-47)
Daud, yang masih muda bukanlah seorang ahli perang. Tetapi Daud mempunyai keahlian mengumban batu. Ketika Daud hendak melawan Goliat, Saul memberikan baju perang tetapi Daud menolaknya. Daud turun ke sungai mengambil 5 batu licin. 5 adalah angka anugerah. 5 luka Yesus yang membawa keselamatan bagi kita. Goliat mengejeknya tetapi Daud tidak gentar. Setelah jaraknya sudah tepat, Daud mengayun umban batu kepada Goliat. Kecil, namun melaju kencang sekali dan tepat akurat menembus dahi Goliat. Raksasa besar Goliat tercampak. Daud tidak pakai senapan mesin, ia hanya pakai apa yang ada di tangannya, dengan iman. Tuhan memakai Daud mengalahkan raksasa Goliat, akibatnya Israel menang dan Filistin terkalahkan.
Orang-orang muda jangan merasa pesimis karena usia yang masih muda. Mungkin anda hanya bisa main gitar, atau bernyanyi, atau mungkin hanya bersaksi di kampus, atau mungkin hanya mahir di komputer. Mungkin kalau uang tidak seberapa, tetapi Tuhan katakan, apa yang ada di tanganmu gunakan untuk Tuhan. Di tangan Tuhan hidupmu sangat berarti. Jangan remehkan kecakapanmu yang sederhana. Semua kita punya kemampuan, semua kita memiliki karunia dan dengan iman, kemenangan – keberhasilan jadi kenyataan.
Seorang janda Sarfat hanya memiliki segenggam tepung dan sedikit minyak dalam buli-buli. Waktu itulah Elisa datang meminta air dan juga roti. Janda dan anaknya yang mempunyai persediaan sedikit sekali taat dan percaya kepada Elisa hamba Tuhan. Dia membakar roti lalu memberikannya kepada nabi Elisa. Tetapi apa yang terjadi, pada saat Elisa habis makan rotinya, janda itu melihat di tempayannya ada banyak persediaan tepung terigu. Dia lihat botolnya penuh dengan minyak. Dia masak lagi, tetapi persediaan minyak di botolnya serta tepung dalam tempayan tidak habis-habis. Mereka dipelihara Tuhan karena mau memberikan yang sedikit di tangannya kepada Tuhan, kepada Hamba Tuhan, untuk pekerjaan Tuhan. (I Raja-raja 17:11-16).
Alasan ekonomi adalah alasan yang paling sering disampaikan banyak orang percaya kepada Tuhan. Tetapi jangan uang menjadi alasan untuk tidak bisa berbuat kepada Tuhan. Tuhan bisa pakai anda dengan uang ribuanmu, seperti Tuhan bisa pakai uang jutaanmu. Di tangan Tuhan uang ribuan bisa menjadi ratusan ribu, bahkan menjadi miliaran. Karena itu apa yang ada di tanganmu pakai untuk Tuhan. Gunakanlah karunia yang ada di tanganmu.
Yesus memakai bekal seorang anak yang membawa 5 roti jelai dan 2 ekor ikan. Roti jelai adalah roti dengan kualitas rendah. Tetapi Yesus meminta bekal anak itu. Anak itu juga tidak protes. Ia dengan rela memberikan kepada Yesus. Kemudian Yesus memecah-mecahkannya dan bisa memberi makan 5000 orang laki-laki. Bahkan masih ada sisa 12 bakul. Saudara ingin berkat lebih? Jangan abaikan, yang tidak akan cukup. Di tangan Yesus, makanan seorang anak, menjadi pesta untuk ribuan orang. MEMBERI, selalu menghasilkan berkat berlipat. Beri talentamu untuk Tuhan, pasti berkatnya luar biasa. (Yohanes 6:5-13)
Sudahkah Anda pakai untuk kemuliaan Tuhan karunia apa yang ada di tanganmu, apa yang ada di kantong kita, apa yang ada di rumah kita? Tuhan tidak meminta apa yang tidak ada pada kita. Apa yang ada di tanganmu, yang di tanganmu itu mungkin sederhana, mungkin kecil, bahkan sering diabaikan tetapi yang di tanganmu itu bisa menjadi berkat yang luar biasa. Apalagi kalau di tanganmu ada yang besar, Tuhan bisa buat menjadi lebih besar lagi, karena Anda serahkan di tangan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati pelayanan Anda sekalian, dengan karunia-karunia (charismata) yang Tuhan anugerahkan.| BACA JUGA INI : |