log in

Khotbah (Artikel)

Minggu, 09 April 2017 00:00

PEKERJAAN ALLAH YANG DAHSYAT

Written by  Pdt. M. D. Wakkary

Mazmur 66:5,6

5Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia 6Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia.
Salah satu sifat yang ada pada manusia adalah gampang melupakan sesuatu. Bahkan ketika selesai mendengarkan Firman Tuhan atau selesai membaca alkitab orang bisa lupa. Oleh karena itu Firman Tuhan ini datang melalui Daud berkata: pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah. Yang dilakukan Allah pada masa lampau dikatakan: Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia. Semua yang Tuhan telah kerjakan di masa lalu begitu hebat.
Sebelum kita melihat ke depan, kita juga harus melihat ke belakang betapa dahsyatnya Allah kita. Sebab Iblis selalu membuat kita lemah dengan banyaknya perkara yang datang dalam kehidupan ini dalam bentuk percobaan atau hal lain yang dapat membuat kita tidak lagi merasakan Tuhan itu dahsyat. Mungkin ketika datang ke gereja memang bernyanyi memuji Tuhan, tetapi di rumah begitu banyak persoalan yang dihadapi.
Pergilah dan lihatlah. Bagaimanakah kita melihat yang sudah menjadi masa lalu, bahkan ratusan atau ribuan tahun sebelumnya? Dalam ayat 6 dikatakan bahwa Tuhan membuat laut menjadi kering. Ketika Musa membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, mereka dihadang oleh laut di depan dan Firaun di belakang sehingga mereka tidak bisa kemana-mana. Tetapi itulah salah satu pekerjaan Allah yang dahsyat, yang sampai sekarang ini kita tahu. Laut menjadi kering, air menjadi tembok dan orang Israel berjalan di tengah-tengahnya.
Kalau akhir zaman ini begitu hebatnya pengetahuan, teknologi dan inovasi-inovasi yang dicapai manusia, apalagi Tuhan. Harus kita ingat bahwa Allah kita sanggup melakukan perkara yang dahsyat. Kita mungkin tidak bisa melihat langsung bagaimana Allah membelah laut itu, tetapi maksud dari Daud supaya kita membaca Firman yang ditulis. Daud pada waktu itu belum lahir, tetapi dia membaca Taurat dan mengetahui betapa dahsyat perbuatan Allah.
Juga dikatakan: dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia. Cerita ini terdapat dalam Yosua 3:3-16. Pada waktu itu yang menjadi pemimpin bukanlah Musa tetapi Yosua. Mereka tidak dapat menyeberangi sungai itu. Sungai itu tidak begitu lebar tetapi aliran airnya sangat deras. Yosua tidak memiliki jalan lagi. Bagaimana menguasai tanah Kanaan kalau tidak menyeberangi sungai Yordan? Maka Tuhan menyatakan pekerjaannya yang dahsyat, semua orang Israel menyeberangi sungai Yordan di tempat yang kering. Ini terjadi karena ada tabut Allah yang merupakan tanda kehadiran Allah di tengah-tengah umatnya. Tabut Allah diusung duluan kemudian orang Israel mengikuti dari belakang.
Kita diingatkan oleh Tuhan bahwa ada pekerjaan-pekerjaan Allah yang besar seperti membelah laut Teberau dan juga sungai Yordan yang sedikit kecil. Banyak dari kita mungkin tidak bisa melewati sungai kecil apalagi laut Teberau.
40 tahun sebelumnya, Musa juga membelah laut Teberau dan Yosua juga melakukan hal tersebut yaitu membelah sungai Yordan, orang-orang Israel melihatnya. Apa tujuan semua ini? Pergilah lihat pekerjaan Tuhan yang dahsyat. Kita semua harus melihat semua yang tercantum dalam Alkitab dan membacanya berulang-ulang. Karena kalau tidak demikian, kita bisa lupa pekerjaan Tuhan yang dahsyat.
Pada akhir zaman ini akan terjadi perkara-perkara yang lebih dahsyat lagi. Kita harus mempersiapkan diri untuk yang akan datang dan lihat apa yang terjadi masa lalu. Itulah sebabnya gereja Tuhan harus banyak berdoa agar hal-hal itu dapat kembali lagi.
Yohanes 14:12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa. Barangsiapa percaya kepada Yesus, akan melakukan hal-hal yang besar dalam hidupnya. Begitu banyak mujizat yang dilakukan oleh Yesus melalui kuasa-Nya dan itu begitu dahsyat. Dan perkara dahsyat bisa terjadi di bangsa kita, kota kita bahkan dalam keluarga kita.
Untuk bisa melakukannya Yesus katakan kita harus percaya. Hal ini penting untuk membuat kita melakukan sesuatu yang memiliki nilai tambah dari yang lain.
Dalam Yosua 1:5-8 Tuhan menjanjikan kemenangan dan keberuntungan kepada Yosua. Tuhan katakan: seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. Lihat kepada Musa yang hatinya teguh maka hatimu juga harusa teguh. Kalau hatimu teguh, percayalah maka segala yang kamu kerjakan dan lakukan akan berhasil dan beruntung.
Yesus sudah melakukan perkara yang hebat dan Dia mau kita juga melakukannya, bahkan lebih dari itu. Inilah janji Allah. Kita sedang menanti suatu perkara besar yang pasti akan terjadi, yaitu jiwa-jiwa dimenangkan bagi Kristus. Haleluyah!

Ringkasan Khotbah Pdt. M. D. Wakkary, Minggu, 2 April 2017, Ibadah Raya II