log in

Khotbah (Artikel)

Minggu, 23 April 2017 00:00

HIDUP DENGAN HATI YANG PENUH KASIH

Written by  Pdt. Ishak Tulus
Gembala Sidang GPdI Gloria Family Blessing, Bekasi Timur Gembala Sidang GPdI Gloria Family Blessing, Bekasi Timur

Roma 5:5

Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur karena kasih Allah yang kita terima begitu luar biasa, dan kita tidak dapat membalasnya.
Dalam ayat ini dikatakan bahwa kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus. Dicurahkan artinya ditumpahkan sampai habis. Dimasukan ke dalam hati kita oleh Roh Kudus, supaya kasih Allah itu tinggal berdiam, menguasai dan menetap di dalam hati kita. Kalau kasih itu sudah ditetapkan untuk ditaruh dengan limpah di dalam hati kita, apakah yang akan terjadi? Maka tidak akan ada orang yang terluka di sekitar kita, sebab hati kita penuh dengan kasih. Sehingga prinsip ini harus dimiliki, yaitu: anak Tuhan seharusnya tanpa diajari lagi mengasihi sudah mengasihi orang lain karena di dalam hatinya sudah dipenuhi dengan kasih.
Salomo berkata dalam Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Jadi, kalau hatinya tulus maka orang akan hidup tulus, kalau hatinya kuat hidupnya juga pasti kuat, kalau hatinya lurus hidupnya juga lurus, kalau hatinya jujur hidupnya juga jujur, dan kalau hatinya penuh dengan kasih maka hidupnya juga penuh dengan kasih.
Yesus mengatakan bahwa yang masuk ke mulut tidak menajiskan, tetapi yang keluar dari mulutlah yang menajiskan karena bersumber dari hati. Jadi, segala sesuatu yang dikerjakan dengan memakai hati pasti bertahan lama dan hasilnya pasti bagus. Suatu alat musik yang bagus bukan karena mereknya tetapi yang memainkannya memakai hati atau tidak. Kalau yang memainkannya memakai hati maka bunyi musiknya akan masuk ke setiap hati, karena yang datang dari hati akan turun ke hati.
Orang yang hidup memakai hati dan penuh kasih menurut ayat ini memiliki 5 tanda.
1. Ayat 1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
Orang yang hidupnya bergerak dengan hatinya yang penuh kasih hidup dikuasai oleh damai sejahtera. Tidak dikuasai keadaan atau apa yang dilihat dan didengar, tetapi dikuasai dari dalam hati yang penuh damai sejahtera karena sudah berdamai dengan Allah dan bisa berdamai dengan siapapun juga. Dimana saja orang itu berada tercipta damai sejahtera, dan itu harus dimulai dari rumah sendiri.
2. Ayat 2 dan 3a. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita.
Memiliki kerelaan bermegah dalam kesengsaraan. Bermegah bukan berarti sombong tetapi berdiri kuat. Berdirilah tegak atas persoalan kita karena Tuhan selalu memberikan jalan keluar. Orang yang hatinya penuh kasih akan berdiri tegak dalam persoalan.
Pada tahun 2012, isteri saya divonis dokter menderita kanker kandungan. Tetapi dia malah tetap kuat dan berkata bahwa melalui sakitnya, Tuhan akan dipermuliakan. Saya terus menemani dia dalam keadaan sakitnya itu sehingga banyak pelayanan yang dibatalkan. Di suatu waktu, saya pegang tangannya dan berdoa bersama meminta supaya Tuhan sembuhkan dia. Seminggu kemudian pada waktu kontrol, dokter terkejut dan berkata kankernya tidak ada. Kami ke Singapura dan melakukan kontrol kembali tetapi hasil pemeriksaan menunjukan bahwa kanker itu benar-benar telang hilang dan sembuh. Puji Tuhan.
3. Ayat 3 karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan.
Tanda yang ke 3 adalah memiliki ketekunan. Tekun itu artinya berani memulai, berani mengerjakan dan tetap mengerjakannya sampai selesai. Tekun itu bertanggung jawab.
4. Ayat 4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji.
Orang yang hatinya penuh dengan kasih Allah itu tahan uji. Artinya ketika tekanan datang, dia lebih memilih duduk di kaki Tuhan dan berdoa daripada menceritakan persoalannya kepada orang lain. Tidak semua orang itu empati kepada semua persoalan kita. Memilih untuk bersyukur daripada bersungut-sungut. Bersungut itu membuang tenaga, bersyukur itu memuliakan Tuhan. memilih untuk memuji Tuhan daripada marah dan mengomel.
5. Ayat 4b dan 5a dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan,
Orang yang hatinya penuh kasih itu tidak pernah putus harapan. Hatinya tetap penuh pengharapan kepada Tuhan. Haleluyah!

Ringkasan Khotbah Pdt. Ishak Tulus ( Bekasi Timur, Jawa Barat) Minggu, 16 April 2017 (Paskah)