log in

Khotbah (Artikel)

Minggu, 30 April 2017 00:00

KUNCI MENGHADAPI AKHIR ZAMAN

Written by  Ibu Pdt. Lenny Wakkary-Tampi

1 Petrus 4:7

Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.
Surat ini ditujukan oleh Rasul Petrus kepada orang-orang pilihan yang sudah percaya kepada Yesus dan menerima Roh Kudus. Dia menasihati bahwa kedatangan Tuhan sudah dekat, yaitu kedatangan Yesus kali kedua. Sejak dari sekolah minggu saya juga sudah mendengar bahwa kedatangan Yesus sudah dekat.
Bagaimanakah kita mengetahui bahwa kesudahan segala sesuatu sudah dekat? Melalui tanda-tanda zaman dan kita harus mempersiapkan diri untuk menyambut waktu kedatangan-Nya. Kita harus memiliki mata rohani yang mampu melihat apa yang terjadi disekeliling kita. Adanya peperangan, kekerasan terjadi di mana-mana menunjukan Firman Tuhan sedang digenapi.
Kita juga sebagai orang yang percaya kepada Tuhan mulai mengalami tekanan-tekanan. Tetapi semakin kita mengalami kesulitan dan tantangan maka ada pertolongan dan pembelaan Tuhan.
Kita bersyukur kepada Tuhan karena di daerah kita masih ada kebebasan untuk beribadah. Oleh karena itu biarlah kita semakin mendekatkan diri kepada Tuhan karena semakin dekat kedatangan Tuhan.
Hal apa yang kita harus lakukan sebagai orang percaya?
Pertama: kita harus menguasai diri kita. Penguasaan diri termasuk buah Roh (Galatia 5:22,23). Hidup kita ini hanya sementara, seperti uap yang gampang berlalu (Yakobus 4:14). Hidup itu seperti rumput (1 Petrus 1:24), dan hidup manusia itu juga seperti giliran jaga di waktu malam (Mazmur 90:2-10), tidak lebih dari 24 jam atau satu hari. Hidup kita manusia sangat singkat, oleh karena itu tetaplah dekat kepada Tuhan.
Kita harus bisa menguasai diri dalam berjemaat, dalam pergaulan, juga di tengah-tengah keluarga atau rumah tangga kita. Penguasaan diri ajngan haya terlihat ketika kita ada di dalam gereja tetapi juga di luar sana. Orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus akan mampu menguasai dirinya.
Hidup orang percaya harus mampu mengeluarkan buah Roh. Ketika kita memiliki penguasaan diri maka hidup kita pasti menjadi berkat. Dan yang pertama-tama merasakan dan melihat penguasaan diri dalam hidup kita adalah seisi rumah, baik itu suami atau isteri maupun anak-anak. Kita jangan mudah terpancing untuk mengeluarkan perkataan kasar atau tidak memberkati. Kolose 4:6 Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang. Efesus 4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
Orang yang tidak memiliki penguasaan diri pasti akan terus mengalami masalah karena dia akan beranggapan bahwa orang lain selalu salah dan dirinya selalu benar. Tetapi orang yang memiliki Roh Kudus akan ditegur dan diarahkan kepada sikap yang benar oleh Roh itu.
Kalau keluarga kita berada dalam pimpinan Roh Kudus maka sikap kita akan menjadi berkat satu dengan yang lain, tidak saling menyalahkan. Melihat semakin dekatnya kedatangan Tuhan, biarlah hidup kita memiliki penguasaan diri lewat tutur kata dan sikap hidup.
Kedua: jadilah tenang. Di dunia ini, ada banyak hal yang membuat manusia semakin tidak tenang. Masalah keamanan, masalah ekonomi, masalah keuangan, masalah keluarga dan anak-anak, masalah pekerjaan yang sulit, dan lain sebagainya. Memang di dunia ini selamanya tidak ada ketenangan.
Alkitab katakan dalam Mazmur 62:2 Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Banyak hal yang membuat kita tidak tenang di dunia ini sehingga menimbulkan kekuatiran yang lebih besar. Tetapi Firman Tuhan menjamin hanya di dalam Allah saja kita mendapatkan ketenangan.
Kenapa menguasai diri dan menjadi tenang dituntut dari kehidupan kita? Karena kita membawa nama Tuhan. Melalui hidup kita nama Tuhan bisa dimuliakan atau justru sebaliknya dihujat orang. Perbuatan kita akan dilihat orang lain, oleh karena itu kita perlu dipenuhi dengan kuasa Roh Kudus. Kita menyandang status sebagai anak Tuhan maka hidup kita harus menjadi berkat. Hal yang ketiga adalah berdoa. Kalau kita tidak tenang maka sulit untuk berdoa. Banyak hal yang bisa membuat kita tidak merasa tenang, tapi kalau kita duduk di kaki Tuhan pasti ada pertolongan.
Ketika ada penguasaan diri dan tenang, maka saat duduk di kaki Tuhan di sana ada kekuatan. Menghadapi persoalan-persoalan yang berat, goncangan dalam segala hal, percayalah kita memiliki Roh Kudus yang sanggup menolong. Dengan kekuatan Roh Kudus kita dapat menjalani hidup ini.
Firman Tuhan harus tertanam dalam hidup kita, sehingga ketika kita melakukan kesalahan Roh Kudus yang akan menegur dan mengontrol kita. Jangan sampai kita melanggar kehendak Tuhan karena keinginan ego kita. Memiliki integritas dan kejujuran sebagai hamba Tuhan atau sebagai anak Tuhan memampukan kita untuk dapat melakukan sesuatu sesuai perkataan kita. Kedatangan Tuhan sudah dekat, maka marilah kita menjaga sikap hidup ini supaya menjadi berkat bagi sesama. Haleluyah!

Ringkasan Khotbah Ibu Pdt, Lenny Wakkary-Tampi Minggu, 23 April 2017 Ibadah Raya I