Tahun 1985 saya sudah melayani bersama beberapa hamba Tuhan di kota Medan. Kemudian saya berangkat Sekolah Alkitab. Setelah lulus Sekolah Alkitab, saya berdoa kepada Tuhan supaya diberikan kesempatan untuk mempunyai usaha sendiri, jangan karyawan lagi. Tanpa modal, saya berhasil membuka sebuah perusahaan biro perjalanan di Jakarta. Usaha saya diberkati luar biasa. Saya bisa terbang ke Eropah dan negara-negara maju lainnya. Ternyata setelah usaha ini berkembang, saya selalu sibuk, dan tidak mempunyai waktu untuk beribadah. Saya jauh dari Tuhan, bahkan meninggalkan gereja.
Tahun 2003 saya berencana untuk membuka cabang di kota Makassar dan kota Bali. Tetapi Tuhan berkata lain, tiba-tiba tgl. 4 Juli 2003 saya dihajar Tuhan dengan penyakit keras. Semua badannya saya terasa digigit-gigit, sampai saya harus berguling-guling di tanah. Oleh keluarga saya dibawa ke rumah sakit, dan rawat inap selama 12 hari. Suatu malam, dalam sebuah penglihatan, Tuhan menunjukkan kepada saya dalam sebuah monitor besar semua dosa-dosa pelanggaran saya. Waktu bangun saya kaget, apakah ini dari Tuhan atau tidak. Saya minta kepada Tuhan supaya penglihatan itu diulangi lagi. Betul, sebagaimana dalam penglihatan yang pertama, Tuhan kembali memunculkan semua dosa-dosa saya. Dan saya mendapat tiga buah ayat ; Wahyu 3:19, Mazmur 118:18, Wahyu 2:4. Ketika saya membaca Firman Tuhan ini, saya menangis. Saya minta ampun kepada Tuhan. Saya mengetahui bahwa Tuhan mengasihi saya. Tuhan menegur saya supaya kembali kepadaNya. Kemudian saya sembuh, dan memutuskan untuk melayani Tuhan secara full-time. Hari demi hari saya lalu penuh dengan mujizat Tuhan. saya belajar berdoa, belajar menyembah Tuhan, belajar berpuasa tiga sampai lima hari. Penyakit jantung saya sembuh total ketika saya berdoa dan berpuasa. Saya menerima pengurapan ketika saya dekat dengan Tuhan.
Sekarang saya melayani Tuhan ke berbagai daerah. Saya pernah melayani Roy Martin di penjara. Juga pernah melayani KH. Abubakar Basyir.
Kalau Tuhan sudah memanggil kita maka Ia mengasihi kita sepenuhnya. Karena itu jangan pernah main-main kepada Tuhan. Mari kita layani Tuhan dengan sungguh-sungguh. Tuhan memberkati
Kesaksian Pdt. Poltak Hutasoit, pada Ibadah Penyegaran Rohani, Kamis, 19 Maret 2010
| BACA JUGA INI : |