Banner

Firman Tuhan Penuntun Hidupku

Shalom! Saya bergembira mendapat kesempatan baik ini untuk menyaksikan kemurahan Tuhan dan pimpinan Tuhan dalam hidup saya. Tahun 1992 saya mengalami masalah besar sebagai seorang kontraktor di sebuah perusahaan milik negara. Masalah ini membuat hidup saya sangat tertekan, putus asa dan kesehatan saya pun turun drastis. Dada saya sakit sekali dan sulit untuk bernafas.

Suatu ketika saya duduk dan merenungkan persoalan berat yang saya alami. Tetapi tiba-tiba mata saya tertuju kepada sebuah Alkitab Perjanjian Baru. Alkitab itu adalah milik anak saya yang masih kecil, sebab anak-anak dan istri saya sudah Kristen sedangkan saya masih Budha. 

Sebelum membuka Alkitab, saya berkata : “Yesus, bisakah Engkau menolong saya?”. Dan ketika saya buka Alkitab saya membaca Yohanes 16:1-3. Saya kaget, sebab ayat-ayat itu sepertinya ditujukan kepada saya, dimana kalau saya tidak percaya kepada Yesus maka orang akan membunuh saya sebagai Ibadah.

Besoknya, 7 November 1992 saya menceritakan kejadian ini kepada dua orang karyawan saya, tentang bagaimana Yesus menyuruh saya untuk percaya kepadaNya. Awalnya memang saya tidak terlalu takut, tetapi saya pikir bagaimana kalau hal itu benar, saya dibunuh orang. Lalu saya bertanya kepada Yesus : “Apakah Yesus mau menerima saya?” Tetapi ketika saya buka Alkitab, Tuhan menunjukkan Roma pasal 11:1-2 – Allah sekali-kali tidak menolak umatNya. Setelah membaca ayat itu saya berteriak: “Yesus menerima saya”. Besoknya kami berencana untuk  mencari gereja terdekat, walaupun akhirnya kami tidak jadi ke gereja. Tetapi tanggal 13 November, masalah saya semakin bertambah. Terungkap bahwa bendahara perusahaan saya telah korupsi selama satu tahun terakhir.

Hari Minggunya saya putuskan untuk pergi ke gereja. Karena rumah saya di Jalan Babura Lama, maka saya datang ke GPdI Maranatha, Jl. S. Parman sambil membawa Alkitab kecil. Setelah tiba di gereja GPdI, jumpa dengan Sdri. Yohana. Saya mengenalnya sebab ia karyawan dari ayah saya. Dia tanya mau apa ke gereja, sebab dia tahu saya masih Budha. Namun saya bilang utk mencari kawan. Dari Yohana saya tahu ternyata Ibadah sudah selesai. Akhirnya saya pulang.

Suatu ketika, saya diajak adik saya mengikuti Ibadah di Restoran Benteng yang dilayani Pdt. Gilbert Lumoindong. Ketika orang-orang sakit diundang ke depan, saya maju sebab dada saya sakit dan sulit bernafas. Setelah didoakan sakit saya berkurang. Tetapi setelah sampai di rumah saya berdoa, saya baringkan tubuh di lantai dan mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi.  Ketika selesai berdoa, saya tarik nafas panjang, ternyata sakit sesak nafas saya sembuh, bahkan sembuh sampai sekarang. Puji Tuhan! Sejak hari itu saya percaya bahwa Yesus adalah Allah yang hidup dan berkuasa. Kemudian saya minta dibaptis di GPdI Maranatha, oleh Bapak Gembala Pdt. M.D. Wakkary. Kemudian saya beli Alkitab, buku-buku rohani, kaset-kaset rohani serta belajar menyanyi lagu-lagu rohani.

Setelah percaya kepada Yesus saya mengalami begitu banyak mujizat Tuhan. Apa yang tidak pernah saya pikirkan Tuhan berikan kepada saya. Dalam segala situasi dan permasalahan yang saya hadapi Tuhan selalu menuntun saya dengan FirmanNya.  Bahkan ayat-ayat mas yang saya terima setiap awal tahun, menjadi kenyataan di tahun itu. Sampai tahun ini, saya sudah 19 kali mengambil ayat mas, yaitu sejak tahun 1992-2011. Salah satu contoh bagaimana Tuhan menuntun saya melalui ayat mas di awal tahun adalah :

Tahun Baru 2010 saya mendapat ayat mas dalam Kolose 3:20 bunyinya : “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan”.  Ternyata, pada pertengahan tahun 2010, ayah saya menyuruh saya untuk menandatangani surat di notaris yang menerangkan bahwa warisan yang saya terima dari orangtua dikuasakan kepada salah seorang saudara. Ini bukan perkara mudah, sebab saya punya istri dan anak-anak, saya memerlukan warisan itu. Tetapi dalam hati saya berkata bahwa sebagai anak, saya harus taat kepada orang tua. Surat itu kemudian saya tandatangani dan kemudian saya beritahukan kepada anak-anak. Puji Tuhan anak-anak juga tidak keberatan.

Kemudian di awal bulan November 2010, seseorang melapor kepada adik saya bahwa saya telah menggunakan uang perusahaan besi tua milik keluarga kami. Adik saya menegor saya tetapi saya marah kepadanya karena hal itu tidak benar. Akhirnya usaha itu diserahkan sepenuhnya kepada saya tanpa pengawasan saudara saya lagi. Tetapi kemudian saya ribut dengan adik saya sebab setelah itu ia tidak mau lagi membayar hutangnya kepada saya. Akibat percekcokan itu sempat terlintas di pikiran saya untuk mati saja. Dan anehnya, ketika tgl 14 November 2010 saya duduk di warung kopi, teman saya bercerita bahwa baru kejadian seseorang bunuh diri dengan cara menyiramkan minyak ke seluruh badannya karena cekcok dengan adiknya. Seolah-olah Iblis ingin membenarkan niat buruk saya sebelumnya. Dan ketika saya mengikuti Ibadah Raya IV di gereja kita, saya mendengar lagi Firman Tuhan yang disampaikan Bp Soedjarwo tentang nabi Elia yang ingin bunuh diri karena putus asa. Bahkan 18 ayat disampaikan tentang orang-orang yang hendak bunuh diri. Tetapi nabi Elia dan yang lain-lain ditolong Tuhan dari keputusasaan. Sebab di dalam Tuhan selalu ada pengharapan.

Ketika saya konseling dengan Bapak Gembala, beliau mendoakan dan menganjurkan saya untuk berpuasa. Ketika berpuasa, Tuhan menunjukkan ayat Firman Tuhan kepada saya, yang tertulis dalam Yeremia 10:1-25, yang intinya adalah jangan takut kepada berhala-berhala & jemaahnya. Ayat ini membuat saya semakin tegar, sebab memang orang yang saya hadapi belum percaya kepada Yesus, dan saya tidak perlu takut. Khotbah Pdt. S. Sembiring dari Purbasari pada Ibadah Raya Minggu, 19 Desember 2010 mengutip ayat Mazmur 71:7, tentang perlindungan di masa tua. Firman Tuhan ini semakin menghibur saya sebab tahun ini usia saya genap 60 tahun, dan di usia tua ini Tuhan pasti lindungi.

Kemudian, di awal tahun 2011 saya mendapatkan ayat emas dalam Mazmur 21:4 – “Sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah; Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya.” Saya percaya ini merupakan pesan kemenangan bagi saya di tahun 2011. Saya yakin tahun 2011 ini adalah tahun kemenangan bagi saya. Di tahun ini akan saya alami kuasa dan kemurahan Tuhan yang membawa saya dari kemenangan kepada kemenangan yang lebih besar.

Kiranya kesaksian ini menguatkan Saudara seiman untuk kemuliaan Nama Tuhan, sebab kewajiban kita menjadi saksi bagi semua manusia (Matius 28:19-20). Tuhan memberkati kita sekalian

BACA JUGA INI :

Kirim Tanggapan Anda


Banner
image
Image
Sekilas tentang GPdI Maranatha Medan
Senin, 26 Juli 2010
Kehadiran Gereja Pantekosta di Jalan Padang Bulan Gereja Pantekosta mendapat tempat ibadah permanen di Jalan Padang Bulan (sekarang Jln. S. Parman) Medan... Baca Selengkapnya...
Image
Sembuh oleh Kuasa DOA
Senin, 16 Januari 2012
Pada hari Sabtu yang lalu, 29 Oktober 2011, saya diserang penyakit yang membuat tubuh saya sebelah kanan (tangan dan kaki) lumpuh. Walaupun dalam keadaan... Baca Selengkapnya...
Image
Firman Tuhan Penuntun Hidupku
Minggu, 30 Januari 2011
Shalom! Saya bergembira mendapat kesempatan baik ini untuk menyaksikan kemurahan Tuhan dan pimpinan Tuhan dalam hidup saya. Tahun 1992 saya mengalami masalah... Baca Selengkapnya...
Image
DIPILIH DAN DIKASIHI TUHAN
Jumat, 12 November 2010
Tahun 1985 saya sudah melayani bersama beberapa hamba Tuhan di kota Medan. Kemudian saya berangkat Sekolah Alkitab. Setelah lulus Sekolah Alkitab, saya berdoa... Baca Selengkapnya...
Image
Maksimalkan Kekuatan Anti Kanker Brokoli
Sabtu, 13 November 2010
Cara pemasakan brokoli yang salah bisa menyebabkan kandungan pelawan kanker yang terdapat dalam sayuran berwarna hijau ini hilang. Namun, kini ada cara yang... Baca Selengkapnya...