Banner

Tahun 2011

 

Roma 1:16-17

 

Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

Kita mengenal Amerika sebagai negara super-power. Seluruh dunia mengakui kekuatan Amerika. Kita juga tahu kekuatan sebuah besi baja, yang sulit untuk membengkokkannya. Tetapi Tuhan tidak menyebutkan bahwa Amerika negara adidaya itu kekuatan Allah, atau apapun yang kuat di dunia ini sebagai kekuatan Allah. Alkitab mencatat bahwa Injil adalah kekuatan Allah. Siapapun pun, dari bangsa, suku dan bahasa mana pun kita, kalau kita memiliki Injil, maka kita memiliki kekuatan Allah.

Rasul Paulus sendiri mengalami kekuatan Injil yang berkuasa mengubah hidupnya, dari seorang penganiaya jemaat menjadi rasul Tuhan. Seharusnya Paulus berangkat ke Damsyik untuk menangkap orang-orang yang percaya kepada Yesus dan menjebloskan mereka ke penjara. Tetapi di pintu gerbang Damsyik, rencana jahatnya digagalkan oleh Injil. Kisah PR 9:1-5. Injil berkuasa untuk mengubah hidup manusia dari jahat menjadi baik. Karena itu milikilah kekuatan Allah yaitu dalam Injil.

Lalu apakah Injil itu sehingga dengan yakin Paulus menyebutnya sebagai kekuatan Allah? Yohanes 1:1-4 – Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.......” Injil itu adalah Firman Allah. Ibrani 4:12 berbunyi : “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” Firman Allah hidup, kuat dan tajam. Firman Allah sanggup memulihkan kekuatan mereka yang berada dalam kelemahan. Firman Tuhan itu memberikan kehidupan baru, karena Injil adalah kekuatan Allah.

Lalu dalam Matius 1:23 dicatat – “3 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita.” Firman itu menjadi manusia dan disebut Imanuel artinya Allah menyertai kita. Allah beserta dengan kita di rumah, di pendidikan, di pekerjaan dan bisnis serta di seluruh dimensi kehidupan kita. Karena itu, kalau anda ditimpa persoalan atau kesulitan, carilah Imanuel.

Yohanes 3:16 menunjukkan kekuatan dari Firman yang menjadi manusia, yaitu menyelamatkan setiap orang yang percaya kepadaNya, supaya tidak binasa tetapi beroleh hidup yang kekal. Namun dalam Yohanes 3:16 tidak diberitahukan namaNya tetapi disebut anak-Nya yang tunggal. Tetapi kemudian dalam Kisah PR 3:6, rasul Paulus menyatakan kekuatan Allah untuk menyembuhkan orang yang sakit lumpuh berjalan. Petrus berkata : "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" Ternyata kekuatan Allah itu bernama Tuhan Yesus Kristus. Karena itu, kalau anda memiliki Yesus sama dengan memiliki kekuatan yang tiada bandingannya di dunia.

Mungkin timbul pertanyaan, kalau Yesus adalah kekuatan Allah yang tiada bandingannya, kenapa Yesus harus dipaku di kayu salib, mati dan dikubur. Kelahiran Yesus mempunyai makna rohani yang besar bagi manusia, demikian juga penumpahan darahNya yang berujung kepada kematianNya. Tetapi kebangkitan Yesus menyatakan bahwa maut atau Iblis tidak mampu menahan Yesus di dalam kubur.  Pada hari ketiga Yesus bangkit dari kubur. Jadi tidak ada satu kuasa di bawah kolong langit ini yang bisa mengalahkan kuasa Yesus.

Kekuatan Allah menarik banyak orang bertobat dan percaya kepada Yesus. Kekuatan Allah membuat kita tidak sampai tergeletak.  Allah tahu anda jatuh di mana tetapi kekuatan Tuhan menopang kita, sehingga tidak sampai tergeletak. TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; Mazmur 37:24 – “apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.”

Karena itu Injil harus diberitakan kepada semua orang. Kekuatan dunia ini, pengetahuan, kekayaan, hikmat manusia kalah dengan kekuatan Allah. Sebab itu banyak orang mencari dan memerlukan kekuatan Allah. Karena itu beritakanlah, sampaikanlah tentang kekuatan Allah ini di mana pun anda berada. Hanya karena kekuatan Allah saja, sehingga Paulus dan Silas bisa berdoa di tengah kesulitan berat. Hanya karena kekuatan Allah kita bisa mendapat keselamatan, kesembuhan dan berkat-berkat. Tuhan Yesus memberkati!

Ringkasan Khotbah Pdt. Metusaleh P.A. Maury (Jayapura, Papua), Minggu 26 Februari 2012 (Ibadah II)

 

Ibrani 9:19-22, 9:13-14

Dalam ayat di atas ditulis secara ringkas perbandingan antara zaman Perjanjian Lama dan zaman Perjanjian Baru. Perbandingan antara Tabernakel Musa dengan Tabernakel Surgawi. Dan ternyata bahwa hampir semua yang disampaikan Musa dalam zaman Torat mempunyai kesamaan dengan yang ada di zaman anugerah. Contohnya: Tabernakel Musa, semua imam, semua perabot dalam tabernakel dan semua umat Israel harus dipercik dengan darah binatang. Itu sebagai satu ikatan janji Tuhan dengan umat Israel. Waktu itu jumlah orang Israel hampir 3 juta orang dan semuanya dipercik dengan darah sebagai ikatan perjanjian dan dosa mereka diampuni oleh Tuhan. Tetapi, sekitar 1500 tahun zaman Torat ternyata tidak berhasil membuat bangsa Israel menjadi anak-anak Tuhan yang benar. Sekalipun dosa mereka diampuni dengan pemercikan darah, mereka kemudian jatuh dalam dosa, penyembahan berhala, perdukunan, sihir, dlsb. Karena itu sekarang Tuhan bukan hanya mengasihi Israel, tetapi mengasihi seluruh bangsa dan betul-betul menyucikan semua bangsa dari dosanya oleh darah Yesus.

Dalam Ibrani 9:13-14 kita baca bahwa Israel disucikan dosanya dengan darah binatang, sebagai lambang perjanjian. Nah, kalau zaman dulu orang Israel disucikan dosanya dengan darah binatang, betapa lebihnya atau betapa hebatnya darah Kristus yang telah dipersembahkan bagi kita semua untuk menyucikan hati nurani kita supaya kita bisa beribadah kepada Tuhan. Setelah disucikan dari dosa, kita beribadah bisa Allah yang hidup, bisa bertemu dengan Allah yang kudus.

Yesus adalah peribadi kedua dalam Tritunggal Allah. Kita hanya mempunyai satu Allah tetapi diwujudkan dalam tiga pribadi, yaitu Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus, dan namanya adalah Tuhan Yesus Kristus. Jadi Yesus adalah Allah. Yohanes 4:24 berkata bahwa Allah itu Roh. Jadi sebagai Allah, Yesus tidak terdiri dari daging dan darah. Tetapi kenapa Yesus bisa menumpahkan darahnya sebagai alat tebusan kita? Bukankah Tuhan tidak ada darah dan daging? Inilah rahasia Natal, yaitu Tuhan Yesus yang adalah Allah seratus persen menjadi manusia seratus persen. Sebagai manusia, Yesus musti lahir dengan proses yang lazim. Roh Kudus masuk ke dalam rahim perawan Maria, dikandung dan dilahirkan sebagai manusia. Karena Yesus juga adalah anak manusia maka Ia sama dengan kita yaitu mempunyai tubuh dan darah. Bedanya dengan manusia umumnya adalah Yesus tidak berdosa. Sebab semua manusia keturunan Adam dan Hawa telah jatuh ke dalam dosa. Jadi manusia yang terdiri dari daging dan darah pasti berdosa. Tetapi Yesus sebagai anak manusia bukan lahir dari kehendak manusia, bukan hasil dari hubungan badan antara manusia tetapi lahir dari Roh Kudus. Maka  tubuh dan darah Yesus adalah kudus.

Alkitab mencatat bahwa upah dosa adalah maut/kematian. (Roma 6:23). Karena itulah semua manusia pasti mengalami kematian. Sebab kepada Adam dan Hawa Tuhan berfirman bahwa kalau kamu makan buah ini maka hari itu juga kamu akan mati. Lalu kenapa dalam Alkitab ada yang mempunyai umur 900 tahun. Jangan lupa, bahwa 1 hari bagi Tuhan sama dengan 1000 tahun bagi manusia. Jadi benar apa kata Tuhan bahwa manusia hanya bisa hidup satu hari saja.

Tetapi sekarang Tuhan ingin mengembalikan manusia menjadi milik Tuhan. Maka Ia harus mengorbankan putraNya Yesus yang menjelma menjadi manusia.  Yesus yang tidak berdosa dan darahNya yang tidak berdosa dikorban untuk menebus dosa kita.

Kenapa harus darah? Kejadian 9:4 berkata bahwa bagi Tuhan darah adalah nyawa atau kehidupan. Jadi nyawa manusia harus dibayar dengan nyawa.

Darah menurut Ilmu Pengetahuan Populer, ialah: 

·       Darah yang beredar di seluruh tubuh manusia selama hidup seseorang berhubungan dengan semua sel-sel dalam tubuh.

·       Darah berperan sebagai jalan raya tempat bahan-bahan bagi kebutuhan tubuh manusia berjalan dan dibawa ke tujuannya.

·       Darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel-sel , berisi zat-zat makanan yang berasal dari alat pencernaan ke setiap bagian tubuh dan mengangkut bahan-bahan kotoran ke luar dari sel.

·       Sel pertahanan di dalam darah bergerak ke mana saja dibutuhkan untuk melawan infeksi.
Bermacam-macam zat dalam hormon diangkut juga dalam aliran darah.

·       Di samping sebagai jalan raya, darah membantu menjaga agar suhu dalam tubuh stabil.

·       Darah adalah cairan lengket berwarna merah dengan rasa asin.

·       Di dalam tubuh seorang manusia dewasa terdapat sekitar 5 liter zat berharga ini.

·       Darah mengalir ke setiap bagian tubuh di dalam suatu sistem peredaran darah terdiri dari jantung (pompa darah) yang disalurkan melalui jaringan pembuluh darah, aorta dan vena.
Darah di pompa dari jantung ke paru-paru. Di sini karbon dioksida dilepaskan dan oksigen diambil. Darah yang segar berisi oksigen dan dikembalikan ke jantung lalu diedarkan.

Dari uraian di atas kita perhatikan bahwa darah itu sangat penting. Darah itu adalah hidup manusia. Kalau darah anda macet maka nyawa anda juga macet. Kalau macet total maka hidup anda berhenti alias mati.

Karena itulah mulai dari zaman dulu, yakni mulai zaman Nuh sudah dilarang makan darah (Kejadian 9:4). Pada zaman Torat juga dilarang makan darah (Imamat 7:26). Namun sebagian orang Kristen berdalih bahwa larangan makan darah itu hanya ada pada zaman dulu atau hanya ada pada zaman Torat. Tetapi ternyata di zaman Perjanjian Baru atau zaman gereja pun kita dilarang makan darah. Dalam Kisah PR 15:28-29 dicatat bahwa ada empat hal yang harus dijauhi orang Kristen : (1) makanan yang dipersembahkan kepada berhala, (2) dari darah, (3) dari daging binatang yang mati dicekik dan (4) dari percabulan. Jadi mulai dari dulu sampai sekarang dilarang makan darah. Darah itu adalah nyawa manusia. Dan darah Yesus lah yang menyucikan kita dari dosa.

Karena itu kita harus menghargai darah Yesus (Ibrani 10:28-29). Jangan pernah meremehkan perjamuan kudus, sebab dalam perjamuan kudus kita bersekutu dengan tubuh dan darah Kristus. (I Korintus 10:16). Juga kita tidak boleh menghina Roh Kudus, sebab Roh Kudus adalah Allah sendiri.

Darah Yesus juga telah mengalahkan Iblis (Wahyu 12:10-11). Karena itu jangan pernah takut kepada Iblis, sebab sudah ditakhlukkan oleh darah Yesus.

I Yohanes 1:7-9 – darah Yesus menyucikan kita dari dosa. Kalau anda berbuat dosa dan minta ampun kepada Tuhan, maka darah Yesus menyucikan segala dosa kita. Namun untuk kita diampuni oleh Tuhan, kita juga harus mengampuni orang lain yang berdosa kepada kita.

Karena itu hargailah darah Yesus. Darah Yesus telah menebus kita dari dosa, telah mengalahkan Iblis dan darah Yesus telah menyucikan semua dosa kita. Haleluyah!

Ringkasan khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 19 Februari 2012 (Ibadah Raya II)

Filipi 4:6-7

Kuatir artinya cemas, gelisah, takut akan sesuatu hal yang belum terjadi. Persoalan yang dikuatirkan bukan persoalan di masa lampau tetapi peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Karena itu sebenarnya kekuatiran tidak perlu terjadi kepada orang percaya. Namun kenyataannya orang percaya atau anak Tuhan pun masih ada juga yang kuatir. Ada orang hanya menderita sakit ringan saja tetapi sudah takut meninggal. Kekuatiran selalu menghasilkan hal-hal yang negatif. Jadi, kekuatiran itu tidak ada gunanya dan sebenarnya tidak perlu terjadi kepada anak Tuhan sebab kita memiliki Tuhan yang Mahakuasa, yang berkuasa menolong dan menyelamatkan hidup kita. Walaupun penyakit kita sangat parah atau ekonomi kita hancur, Tuhan berkuasa untuk menyembuhkan dan memulihkannya kembali.

Suatu hari perahu murid-murid Yesus diombang-ambingkan oleh gelombang besar. Dengan sekuat tenaga mereka berusaha menyelamatkan diri dari amukan badai itu tetapi usaha mereka sia-sia sebab mereka hampir tenggelam. Sepertinya tidak ada jalan keluar dan pertolongan. Sebab menurut mereka Yesus masih tinggal di darat untuk berdoa. Tetapi kemudian Yesus datang dan menghentikan badai itu. Seringkali keadaan kita demikian, sepertinya tidak ada jalan keluar, tetapi Tuhan pasti  menolong dan menyelamatkan kita.  

Apa penyebab kita kuatir :

1.    Berkurangnya kesadaran bahwa Tuhan mampu menolong. Setiap orang yang kuatir apalagi orang itu anak Tuhan, berarti ia meremehkan kuasa Tuhan dalam hidupnya. Orang itu tidak yakin bahwa Tuhan mampu menyelesaikan masalahnya. Seorang anak tidak mungkin takut kalau ia bersama bapanya, sebab ia tahu bapanya melindunginya. Bagaiman kita bisa meragukan kuasa Tuhan, padahal setiap detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun Tuhan selalu memperhatikan, menjaga dan melindungi kita. Ingat, meragukan kuasa Tuhan sama dengan dosa. Karena itu jangan takut akan hidupmu, jangan takut tidak punya jodoh, atau jangan takut akan apa yang engkau butuhkan besok dan seterusnya, sebab kita memiliki Bapa yang selalu memperhatikan semua kebutuhan kita.

Sebagian orang mengalami kekuatiran karena merasa bahwa Tuhan meninggalkan dirinya. Nabi Elia suatu hari menyatakan kuasa Allah dengan menurunkan api dari langit untuk membakar persembahan. Setelah itu ia berhasil membunuh 850 nabi Baal dan Asyera. Tetapi setelah Izebel mengancam Elia, bahwa ia akan dibunuh sama seperti nabi-nabi Baal itu, ia takut dan putus asa. Elia berkata kepada Tuhan : "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku." (2 Raja-raja 19:4). Dengan persoalan yang bertubi-tubi, Elia merasa bahwa ia ditinggalkan Tuhan. Tetapi perlu kita ketahui bahwa sekalipun orangtua, saudara atau teman meninggalkan kita, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan tetap setia menemani kita.  

Setiap ketakutan yang menguasai kita bersumber dari  Iblis. Karena itu rasul Petrus berkata : “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7). Apabila kita menyerahkan semua kuatir kita kepada Tuhan, maka Tuhan pasti bertindak menyelesaikan segala persoalan kita.

Sebagian orang kuatir dengan adanya persoalan. Tetapi sebenarnya persoalan yang menimpa kita adalah jalan untuk meraih kemenangan. Sebab tidak ada orang yang menang tanpa bertanding. Tuhan mengijinkan persoalan terjadi, supaya kita menerima kemenangan. Karena itu jangan kautir kalau diperhadapkan dengan masalah.

 

 

2.    Kurang pengharapan sama Tuhan. Yeremia 17:7-8 – “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” Seringkali kita berpikir bahwa keberhasilan itu datang secara cuma-cuma. Ternyata dalam ayat di atas disampaikan bahwa keberhasilan kita adalah tergantung hubungan kita yang intim dengan Tuhan. Keberhasilan kita ditentukan seberapa besar kita mengandalkan Tuhan dan berharap padaNya. Rasul Paulus berkata bahwa pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita (Ibrani 6:19). Dokter bisa memvonis umur anda pendek, atau penyakit anda tidak dapat disembuhkan, tetapi kalau anda berharap kepada Tuhan dan mengandalkan kuasaNya, maka bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Tidak ada penyakit yang tidak disembuhkan oleh Tuhan. Kalau kita berharap kepada Tuhan maka segala sesuatu yang baik bisa Tuhan kerjakan dalam hidup ini.

3.    Kurang iman. Dengan iman kita dapat melakukan perkara yang besar. Segala sesuatu dalam dunia ini selalu berdasarkan pikiran. Dokter mengobati pasiennya selalu berasarkan diagnosa. Diagnona itu bisa benar bisa salah. Hasil riset manusia tidak selamanya benar. Tetapi IMAN melebihi pikiran kita. Dengan iman kepada Tuhan kita bisa menyaksikan hal-hal yang besar di luar kemampuan kita. Banyak anak Tuhan tidak mengalami mujizat karena mereka selalu berdasarkan pikiran mereka. Untuk melihat kuasa Tuhan kita perlu iman. Kalau anda beriman bahwa sesuatu bisa terjadi maka hal itu akan terjadi.  

Beberapa tahun lalu seorang tukang sorong datang kepada saya. Dia mengaku bahwa ia rajin memberi perpuluhan. Tetapi ia sedikit ragu, apakah Tuhan bisa mengubah hidupnya. Sebab gajinya sebagai tukang sorong sudah tertentu dan kalau dihitung-hitung banyak hidup tidak mungkin menikmati hidup yang lebih baik. Tetapi dia saya kuatkan bahwa Tuhan berkuasa mengubah hidupnya asalkan tetap taat kepada Firman Tuhan. Puji Tuhan! Dalam tempo beberapa tahun kemudian, Tuhan mengubah hidupnya. Sekarang dia sudah punya mobil, punya rumah yang besar, dll. Hal itu sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Karena itu jangan batasi kuasa Tuhan dalam dirimu. Allah sanggup mengubah hidupmu, menyembuhkan penyakitmu dan memulihkan ekonomimu. Ikatkanlah pikiran kita kepada Firman Tuhan, sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Jangan takut lagi tetapi percayalah kepada Tuhan. Tuhan Yesus sanggup menolong, menyembuhkan dan memulihkan hidup kita. Haleluyah!

Ringkasan Khotbah Pdt. PB. Ompusunggu (Brastagi), Minggu, 12 Februari 2012 (Ibadah II)

Keluaran 15:22-25

Pikiran kita umumnya terpola dengan pemahaman bahwa kalau Tuhan yang menyuruh untuk pergi ke suatu tempat maka semuanya pasti beres, sebab Tuhan sudah atur dan  sediakan. Sehingga ketika terjadi kesulitan maka kita beranggapan bahwa bukan kehendak Tuhan bagi kita untuk berada di tempat itu. Selalu kita merasa bahwa kalau itu kehendak Tuhan maka segala sesuatu pasti beres.

Saya percaya bahwa Tuhan yang memerintahkan Musa untuk bergerak dari satu ke tempat ke tempat lainnya. Jai ketika Musa menyuruh bangsa Israel bergerak itu adalah kehendak Tuhan. Tetapi pertanyaan adalah, kalau Tuhan yang menyuruh Musa dan bangsa itu bergereka, kenapa mereka tidak mendapatkan air bahkan di Mara ada air tetapi pahit, tidak bisa diminum (ayat 23). Ini persoalan yang sulit dan sangat berat. Tetapi kita melihat ayat 22 dan 23 ada peningkatan, dari yang tidak ada air menjadi ada air walaupun pahit, tidak bisa diminum. Inilah sebuah fakta yang terjadi dalam kepemimpinan Musa.

Kenapa bisa Tuhan memimpin Israel ke suatu tempat yang tidak ada airnya? Atau kenapa bisa Tuhan memimpin ke Mara yang airnya pahit. Apakah Tuhan keliru menempatkan bangsa itu atau menyuruh bangsa itu untuk bergerak? Alkitab mencatat bahwa Tuhan mengijinkan hal itu terjadi untuk mencoba atau menguji bangsa itu. Keluaran 15:25 – “......Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka.”

Apa reaksi bangsa Israel melihat  peristiwa itu? Mereka bersungut-sungut kepada Musa (ayat 24). Bersungut-sungut adalah hal yang paling sering terjadi dan paling mudah dilakukan. Bersungut-sungut kepada pemimpin, kepada gembala atau hamba Tuhan. Ketika jemaat menghadapi kesulitan paling mudah untuk bersungut-sungut kepada gembala. Karena itu seringkali sebagai gembala dan pemimpin saya super hati-hati dalam memberikan nasehat. Sebab setiap nasehat yang kami sampaikan selalu dituntut dan diminta pertanggungjawaban atasnya. Bangsa itu bersungut-sungut kepada Musa karena Musa yang menyuruh mereka bergerak dan pergi. Kalau nasehat kita sempat mengecewakan orang lain maka kita bisa diserang balik.

Suatu ketika salah seorang jemaat kami divonis dokter positif mengidap kanker prostat dan disarankan untuk operasi. Sebelum berangkat ke Singapura, Bapak itu minta pendapat saya apakah ikut saran dokter untuk operasi atau tidak. Saya pikir ini pertanyaan yang sulit, sebab kalau saya bilang operasi saja dan ternyata gagal ia akan menyalahkan saya sebab saya yang menyuruh dioperasi. Dan kalau saya bilang tidak usah operasi, berdoa saja, maka kalau tidak sembuh ia akan menyalahkan saya karena tidak menyuruhnya operasi. Saya bingung mau jawab bagaimana, tetapi akhirnya saya tanya Bapak itu: menurut iman Bapak bagaimana? Kemudian dia jawab: saya mengimani bahwa tidak perlu operasi saya bisa sembuh. Lalu saya katakan: saya dukung iman Bapak. Lalu kami berdoa dan kemudian dari Singapura dikabari bahwa ternyata ia tidak perlu operasi karena penyakitnya sudah sembuh total dari kanker prostat.

Jadi sebenarnya sangat tidak fair kalau kita melempar kesalahan kepada para pemimpin. Setiap orang harusnya juga punya iman dan harus punya keberanian dalam menghadapi setiap kenyataan. Atau kalau mereka tidak yakin bahwa Musa itu dipilih Tuhan, baiknya mereka tidak usah bergerak. Tetapi ketika Israel berani bergerak mereka juga harus yakin bahwa Tuhan tidak pernah salah memimpin umatNya.

Kalaupun akhirnya kita dibawa ke situasi yang sulit, sebenarnya kita hanya bertanya kepada Tuhan apa yang harus kita lakukan selanjutnya. Dan itulah yang dilakukan oleh Musa. Keluaran 15:25 – Musa berseru-seru kepada TUHAN ....” Musa berseru kepada Tuhan, sedangkan umat Israel terus bersungut-sungut. Karena umat itu bersungut-sungut Tuhan tidak bereaksi. Tetapi ketika Musa berseru kepada Tuhan, Tuhan memberi jalan keluar.

Pertanyaannya, mana lebih menghemat tenaga bersungut-sungut atau berseru. Berseru bukan? Kalau orang bersungut-sungut, hatinya terganggu, pikirannya terganggu, tetangganya terganggu dan orang yang kita sungut-sunguti lebih terganggu. Si suami akan terganggu kalau istri mengomel atau terus bersungut-sungut di rumah. Tetapi umumnya manusia lebih memilih bersungut-sungut kepada Tuhan daripada bertanya kepada Tuhan. Padahal kita tinggal tanya kepada Tuhan apa yang akan kita lakukan selanjutnya. Musa bertanya kepada Tuhan maka Tuhan menunjukkan kepadanya sepotong kayu (ayat 25). Ajaib, kayu yang ditunjukkan Tuhan dilemparkan kepada air dan air itu manis. Perhatikan, pertolongan Tuhan sangat mudah, simpel dan praktis. Kalau kita disuruh atau ditempatkan Tuhan di tempat yang kering atau gersang karena Tuhan ingin pakai kita untuk merubah tempat itu. Itu satu kesempatan dari Tuhan untuk menyatakan kemuliaanNya melalui kita. Tetapi kalau kita langsung bersungut-sungut maka Tuhan akan berdiam diri dan membiarkan kita. Tetapi ketika kita berseru maka Tuhan akan bertindak.  

Kadang-kadang kita tidak bisa keluar dari persoalan karena kita terus bersungut-sungut, terus mengeluh atau sibuk menyalahkan orang lain dan lupa berseru kepada Tuhan. Lupa mencari mujizat dari Tuhan, lupa bahwa Tuhan sumber dan pembuat mujizat. Inilah persoalan banyak anak Tuhan dewasa ini sehingga jarang melihat mujizat Tuhan.

Kejadian 1:1 berbunyi : “Pada mulanya Allah.....” Arti kalimat ini adalah bahwa Allah lah permulaan segala sesuatu. Dalam Yohanes 1:1-3 dikatakan bahwa Yesus adalah permulaan segala sesuatu, segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Berarti segala sesuatu bermula dari Allah karena Dialah yang menjadikan segala sesuatu termasuk kita. Jadi seharusnya kalau kita punya masalah kita harus pergi atau kembali kepada pencipta kita. Ada masalah berserulah kepada Tuhan, karena Tuhan lah permulaan segala sesuatu. Tuhan sanggup menyelesaikan segala persoalanmu.  

Begitu kita berseru kepada Tuhan, Tuhan punya berbagai cara untuk menyelesaikan persoalan kita. Ketika Musa berseru, Tuhan hanya menggunakan sepotong kayu untuk merubah air yang pahit menjadi manis. Tidak ada yang sulit bagi Tuhan asal kita berseru kepadaNya. Seringkali kita mengaku orang beriman, orang percaya, tetapi apakah Anda percaya dan bergantung  kepada Tuhan?

Jadi, kalau persoalan datang, kembalilah kepada Penciptamu, kepada Dia yang menyuruh engkau bergerak, yang menyuruh engkau berjalan. Tuhan sudah menyiapkan penyelesaian dari segala persoalan yang kita hadapi. Tuhan memberkati

Ringkasan Khotbah Pdt. Dr. Elim Simamora, Minggu, 5 Februari 2012 (Ibadah ke-4/malam)

Yesaya 6:1

“Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.”

Bait Suci adalah gambaran dari orang Kristen atau gereja Tuhan. I Korintus 3:16, orang percaya adalah bait Allah. Ibrani 3:6 juga menulis bahwa kita adalah rumah-Nya.

Tuhan duduk di takhta yang tinggi tetapi ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Ujung jubah berbicara dari kuasa Allah.

Kisah Para Rasul 7:46-48. Daud berniat untuk mendirikan tempat kediaman bagi Allah Yakub, tetapi Salomo lah yang kemudian berhasil mendirikan bait Allah. Namun Alkitab mencatat bahwa Allah tidak berdiam di dalam apa yang dibuat tangan manusia. Berarti Tuhan hanya mau berdiam di dalam kehidupan kita orang percaya, yaitu bait Allah yang sesungguhnya, buatan tangan Allah. Karena itulah ujung jubahNya atau kuasa Allah memenuhi kita.

1.    Jubah ketebusan. Wahyu 19:13 - Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah." Siapakah Firman Allah itu? YESUS. Yohanes 1:1,14. Jubah yang dicelup adalah berbicara dari darah Yesus. Dari kitab Kejadian kita menemukan darah sebagai ketebusan. Ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, Tuhan menyematkan kulit binatang kepada mereka. Berarti ada korban darah. Korban Habel berkenan di hadapan Tuhan karena yang dipersembahkan adalah binatang. Berarti ada darah. Ketika bahtera Nuh terkandas di gunung Ararat, Nuh mengambil dari segala binatang yang tidak haram dan burung yang tidak haram untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Berarti  ada darah. Abraham mempersembahkan domba sebagai ganti anaknya. Berarti ada darah. Ketika Tuhan menghukum Mesir dengan kematian anak sulung, maka di setiap jenang pintu rumah orang Israel harus ditandai darah domba, sehingga ketika melihat darah itu  malaikat maut melewatinya. Darah menjadi ketebusan dan penyelamatan dari Tuhan.

Nabi adalah pembawa berita dari Allah kepada manusia, tetapi imam pembawa berita dari manusia kepada allah. Bangsa Israel dalam kurun waktu yang lama harus datang kepada imam Harun membawa korban binatang, untuk kemudian dipersembahkan kepada Tuhan. Hal ini berlangsung dalam kurun waktu yang lama sekali. Namun Yohanes pembaptis kemudian berkata kepada Yesus : "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.”  Yohanes 1:29. Setelah Yesus tidak ada lagi korban binatang. Yesus mengorbankan diriNya sebagai tebusan bagi kita. Yesus tergantung di kayu salib jam 9 pagi dan mati jam 3 sore. Angka 9 mempunyai arti rohani angka buah roh (Galatia 5:22-23). Angka 3 adalah angka Illahi atau angka Trinitas. Ketritunggalan Allah ada pada pengorbanan Yesus di salib. Karena itu di kayu salib Yesus berkata sudah selesai.

Kita ditebus dengan darah yang mahal. I Petrus 1:18-19. Karena itu kita ada sekarang adalah karena anugerah Tuhan. Alkitab berkata bahwa sekalipun dosa kita merah seperti kirmizi akan putih seperti salju. Darah Yesus menyucikan kita dari semua dosa dan pelanggaran kita. Dosa kita sudah lunas dibayar oleh darah Yesus.

Karena itulah ujung jubah Allah ada di Bait Suci. Kehidupan dipenuhi dengan jubah Kristus karena kita sudah dibenarkan. Kalau jubah Kristus ada pada kita, Paulus berkata bahwa hidupku bukannya aku lagi tetapi Kristus yang hidup dalamku. Kita perlu mengetahui bahwa dosa kita sudah diampuni oleh Tuhan. Kita harus bersyukur kepada Tuhan. Kita berbakti bukan hanya karena berkat jasmani di dunia ini, tetapi lebih dari itu supaya kita masuk surga, sebab kita sudah ditebus oleh darah Yesus. Mari melakukan Firman Allah, melakukan apa yang dikehendak oleh Tuhan. Sebab Firman Tuhan juga membersihkan hidup kita. Yohanes 15:3.

 

 

2.    Jubah kesembuhan. Markus 5:25-30. Ada seorang wanita yang mengalami pendarahan 12 tahun lamanya. Tetapi dia berkata, asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh. Banyak orang yang menderita sakit di mana hanya bilur Yesus yang sanggup menyembuhkannya.

Dalam ayat 27 dikatakan bahwa wanita itu sudah mendengar berita tentang Yesus. Roma 10:17 iman datang dari pendengaran dan pendengaran dari firman Kristus. Kalau kita mengalami sakit penyakit, kuasa darah Yesus sanggup menyembuhkan. Wanita itu ketika menjamah ujung jubah Yesus, maka seketika itu juga pendarahannya berhenti. Kalau kita memiliki dan menjamah jubah itu maka mujizat pasti terjadi. Ia sanggup menyembuhkan segala penyakit apabila kita datang kepada Yesus. Bukan hanya menyembuhkan penyakit jasmani tetapi juga penyakit rohani. Begitu besar Kasih Allah sehingga Ia rela menolong dan memberkati kita.

3.    Jubah kesetiaan. 2 Raja-raja 2:1-13. 2:1. Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa berjalan dari Gilgal. Gilgal artinya tempat penggulingan beban. Di Gilgal cela Mesir dihapuskan dari orang Israel melalui penyunatan besar-besaran semua laki-laki Israel. Yosua 5:1-9. Yosua menyunat semua laki-laki dengan pisau batu. I Korintus 10:4 mencatat bahwa Yesus adalah batu karang. Yesus atau Firman itu lebih tajam dari pedang bermata dua manapun. Ibrani 4:12. Yesus sanggup membersihkan hidup kita.

Di Gilgal, Elia menghimbau Elisa supaya jangan mengikutinya sebab Elisa akan ke Betel. Tetapi Elisa tetap mengikuti Elia ke Betel. Betel artinya rumah Allah. Di Betel Yakub dalam mimpinya melihat ada tangga besar dari bumi sampai ke langit dan malaikat turun naik. Yakub berkata bahwa tempat itu adalah rumah Allah dan pintu gerbang surga. Bandingkan Yohanes 10:9, bahwa Yesus adalah pintu. Kalau kita percaya kepada Yesus, maka Dia adalah pintu ke surga.

Dari Betel, Elia dan Elisa berangkat menuju Yerikho. Yerikho artinya harum. Di luar gereja kita perlu ‘harum’. Nama Tuhan dipermuliakan melalui hidup kita. Dan dari Yerikho mereka menuju Yordan. Di Yordan Elia memberitahukan bahwa sebentar lagi akan diangkat ke surga. Lalu Elia apa yang kamu minta sekarang. Elisa menjawab aku mau dua bagian dari rohmu.

Saya perlu ingatkan bahwa Gereja Pantekosta di Indonesia bukanlah gereja murahan. Cari kepenuhan Roh Kudus tidak sembarang. Elia berkata kepada Elisa bahwa apa yang dimintanya itu tidak terlalu sukar bagimu. Roh Kudus terlalu sukar bagi kita. Tetapi kalau kita sudah mulai dari Gilgal – Betel – Yerikho, maka kita bisa berani meminta urapan ganda dari Tuhan. Roh Kudus Penolong bagi kita untuk sampai ke sorga. Betapa hebat kuasa Tuhan bagi kita yang percaya. Kalau kita penuh Roh Kudus, maka perjalanan kita selalu disertai kuasa mujizat Tuhan. Mintalah kepenuhan Roh Kudus. Ingat bahwa anda sudah dikuduskan Tuhan Yesus, anda adalah Betel atau rumah Allah dan jangan lupa hidup anda berbau harum bagi orang lain. Kiranya Roh Kudus memenuhi dan mengurapi hidup kita.

Ringkasan Khotbah Pdt. Melky Arobaya (Tangerang, Banten), Minggu 29 Januari 2012 (Ibadah ke-4 /malam)

Banner
image
Image
Sekilas tentang GPdI Maranatha Medan
Senin, 26 Juli 2010
Kehadiran Gereja Pantekosta di Jalan Padang Bulan Gereja Pantekosta mendapat tempat ibadah permanen di Jalan Padang Bulan (sekarang Jln. S. Parman) Medan... Baca Selengkapnya...
Image
Sembuh oleh Kuasa DOA
Senin, 16 Januari 2012
Pada hari Sabtu yang lalu, 29 Oktober 2011, saya diserang penyakit yang membuat tubuh saya sebelah kanan (tangan dan kaki) lumpuh. Walaupun dalam keadaan... Baca Selengkapnya...
Image
Firman Tuhan Penuntun Hidupku
Minggu, 30 Januari 2011
Shalom! Saya bergembira mendapat kesempatan baik ini untuk menyaksikan kemurahan Tuhan dan pimpinan Tuhan dalam hidup saya. Tahun 1992 saya mengalami masalah... Baca Selengkapnya...
Image
DIPILIH DAN DIKASIHI TUHAN
Jumat, 12 November 2010
Tahun 1985 saya sudah melayani bersama beberapa hamba Tuhan di kota Medan. Kemudian saya berangkat Sekolah Alkitab. Setelah lulus Sekolah Alkitab, saya berdoa... Baca Selengkapnya...
Image
Maksimalkan Kekuatan Anti Kanker Brokoli
Sabtu, 13 November 2010
Cara pemasakan brokoli yang salah bisa menyebabkan kandungan pelawan kanker yang terdapat dalam sayuran berwarna hijau ini hilang. Namun, kini ada cara yang... Baca Selengkapnya...