
Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."
Kita mengenal Amerika sebagai negara super-power. Seluruh dunia mengakui kekuatan Amerika. Kita juga tahu kekuatan sebuah besi baja, yang sulit untuk membengkokkannya. Tetapi Tuhan tidak menyebutkan bahwa Amerika negara adidaya itu kekuatan Allah, atau apapun yang kuat di dunia ini sebagai kekuatan Allah. Alkitab mencatat bahwa Injil adalah kekuatan Allah. Siapapun pun, dari bangsa, suku dan bahasa mana pun kita, kalau kita memiliki Injil, maka kita memiliki kekuatan Allah.
Rasul Paulus sendiri mengalami kekuatan Injil yang berkuasa mengubah hidupnya, dari seorang penganiaya jemaat menjadi rasul Tuhan. Seharusnya Paulus berangkat ke Damsyik untuk menangkap orang-orang yang percaya kepada Yesus dan menjebloskan mereka ke penjara. Tetapi di pintu gerbang Damsyik, rencana jahatnya digagalkan oleh Injil. Kisah PR 9:1-5. Injil berkuasa untuk mengubah hidup manusia dari jahat menjadi baik. Karena itu milikilah kekuatan Allah yaitu dalam Injil.
Lalu apakah Injil itu sehingga dengan yakin Paulus menyebutnya sebagai kekuatan Allah? Yohanes 1:1-4 – “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.......” Injil itu adalah Firman Allah. Ibrani 4:12 berbunyi : “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” Firman Allah hidup, kuat dan tajam. Firman Allah sanggup memulihkan kekuatan mereka yang berada dalam kelemahan. Firman Tuhan itu memberikan kehidupan baru, karena Injil adalah kekuatan Allah.
Lalu dalam Matius 1:23 dicatat – “3 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita.” Firman itu menjadi manusia dan disebut Imanuel artinya Allah menyertai kita. Allah beserta dengan kita di rumah, di pendidikan, di pekerjaan dan bisnis serta di seluruh dimensi kehidupan kita. Karena itu, kalau anda ditimpa persoalan atau kesulitan, carilah Imanuel.
Yohanes 3:16 menunjukkan kekuatan dari Firman yang menjadi manusia, yaitu menyelamatkan setiap orang yang percaya kepadaNya, supaya tidak binasa tetapi beroleh hidup yang kekal. Namun dalam Yohanes 3:16 tidak diberitahukan namaNya tetapi disebut anak-Nya yang tunggal. Tetapi kemudian dalam Kisah PR 3:6, rasul Paulus menyatakan kekuatan Allah untuk menyembuhkan orang yang sakit lumpuh berjalan. Petrus berkata : "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" Ternyata kekuatan Allah itu bernama Tuhan Yesus Kristus. Karena itu, kalau anda memiliki Yesus sama dengan memiliki kekuatan yang tiada bandingannya di dunia.
Mungkin timbul pertanyaan, kalau Yesus adalah kekuatan Allah yang tiada bandingannya, kenapa Yesus harus dipaku di kayu salib, mati dan dikubur. Kelahiran Yesus mempunyai makna rohani yang besar bagi manusia, demikian juga penumpahan darahNya yang berujung kepada kematianNya. Tetapi kebangkitan Yesus menyatakan bahwa maut atau Iblis tidak mampu menahan Yesus di dalam kubur. Pada hari ketiga Yesus bangkit dari kubur. Jadi tidak ada satu kuasa di bawah kolong langit ini yang bisa mengalahkan kuasa Yesus.
Kekuatan Allah menarik banyak orang bertobat dan percaya kepada Yesus. Kekuatan Allah membuat kita tidak sampai tergeletak. Allah tahu anda jatuh di mana tetapi kekuatan Tuhan menopang kita, sehingga tidak sampai tergeletak. TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; Mazmur 37:24 – “apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.”
Karena itu Injil harus diberitakan kepada semua orang. Kekuatan dunia ini, pengetahuan, kekayaan, hikmat manusia kalah dengan kekuatan Allah. Sebab itu banyak orang mencari dan memerlukan kekuatan Allah. Karena itu beritakanlah, sampaikanlah tentang kekuatan Allah ini di mana pun anda berada. Hanya karena kekuatan Allah saja, sehingga Paulus dan Silas bisa berdoa di tengah kesulitan berat. Hanya karena kekuatan Allah kita bisa mendapat keselamatan, kesembuhan dan berkat-berkat. Tuhan Yesus memberkati!
Ringkasan Khotbah Pdt. Metusaleh P.A. Maury (Jayapura, Papua), Minggu 26 Februari 2012 (Ibadah II)