Maleakhi 3:2-3
Nabi Maleakhi berkata bahwa Tuhan datang sebagai orang yang memurnikan logam emas atau perak. Emas dan perak sering menggambarkan kehidupan kerohanian gereja Tuhan. Emas dan perak adalah logam berharga, logam mulia. Di Indonesia umumnya banyak wanita memakai perhiasan emas. Selain sebagai perhiasan juga sebagai simpanan yang sewaktu-waktu bisa dijual.
Orang percaya bukan orang sembarangan. I Korintus 6:20 menulis bahwa orang percaya ditebus dengan darah Yesus di kayu salib Golgota, darah yang mahal, lebih berharga (precious) dari emas dan perak. I Petrus 1:18-19. Mungkin secara status ekonomi atau status sosial kita rendah, tetapi di hadapan Tuhan kita sangat berharga. Itu sebabnya gereja sering dicontohkan seperti emas dan perak dan Tuhan seperti pemurni logam. Semua emas dan perak harus dimurnikan terlebih dahulu untuk mendapatkan yang asli.
Wahyu 3:15-18. Gereja Laodikia adalah gambaran gereja, anak Tuhan di akhir zaman. Gereja Laodikia adalah gereja yang tidak dingin dan tidak panas alias suam. Kalau dingin berarti menyegarkan, dan kalau panas berarti membakar, hangat, berapi-api. Tetapi gereja Laodikia tidak segar, tidak hangat, tidak berapi-api. Gereja Laodikia mengaku dirinya kaya, diberkati, mempunyai banyak harta. Sekarang di mana-mana banyak gereja yang diberkati, punya banyak uang, memiliki sekolah sendiri, rumah sakit sendiri. Tetapi justru Laodika yang mengaku dirinya secara material kaya, Tuhan menemplak mereka sebagai yang miskin, melarat, malang, buta dan telanjang. Puji Tuhan, kalau banyak gereja yang diberkati secara ekonomi, tetapi jangan sekali-kali mengukur kemajuan satu gereja karena berkat ekonomi saja.
Sebab itu Tuhan menasehatkan gereja Laodikia, yang adalah gambaran gereja di akhir zaman, untuk mempunyai : Minyak untuk melumas mata. Minyak bicara dari Roh Kudus. Melumas artinya mengurapi. Mata berbicara akan pandangan/visi rohani. Kita perlu Roh Kudus supaya mata rohani kita bisa melihat kekayaan sorgawi bukan kekayaan duniawi. Kemudian pakaian putih supaya jangan kelihatan ketelanjanganmu. Pakaian putih berbicara tentang kebenaran/kesucian. Dan kemudian emas yang telah dimurnikan dalam api. Emas yang mempunyai karat terbaik.
Apakah emas itu ? I Petrus 1:6-7. EMAS adalah IMAN. Sedangkan pemurnian itu adalah pencobaan-pencobaan. Kalau pencobaan datang, biasanya kita berduka. Dewasa ini banyak orang Kristen lebih gandrung mendengar khotbah-khotbah soal berkat. Tetapi kita harus ketahui bahwa berbarengan dengan berkat berlimpah ada ujian untuk membuktikan kemurnian iman kita. Apakah kita percaya Yesus hanya karena berkat ekonomi atau disebabkan iman yang mampu menjangkau hidup kekal. Seringkali kita menantikan berkat tetapi datang ujian. Jangan lupa, selalu akan datang api ujian, agar kita semakin murni, semakin sempurna.
Berapa kali Tuhan memurnikan/menguji kita ? Mazmur 12:7 “Janji Tuhan adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah”. Angka tujuh bermakna sempurna. Jadi sebelum gereja Tuhan mencapai kesempurnaan akan selalu diuji dan diuji. Sebanyak kita terima Firman Tuhan, sebanyak itu kita diuji. Tetapi setiap kita mengalami ujian iman, lalu lulus, kualitas rohani kita naik. Jadi, silahkan berdoa minta segala kebutuhan dari Tuhan, tetapi jangan kaget kalau ada seketika pencobaan menimpa.
1 Korintus 10:13. Pencobaan-pencobaan itu adalah ujian-ujian rutin atau biasa yang musti dilalui. Dan waktu kita merasa berat, tidak tahan, tidak sanggup, maka Tuhan akan memberikan jalan ke luar, Tuhan bantu dengan kekuatannya supaya kita mampu menanggungnya. Tuhan limpah solusi, bila kita tertekan pencobaan. Ingat, Tuhan akan datang sebagai pemurni logam. Biarlah kita sekarang, di samping meminta berkat Tuhan, jangan menutup diri terhadap ujian pencobaan. Karena ini adalah peluang untuk kita naik tingkat di pandangan Tuhan. Pemurnian menjadikan kita semakin berkualitas, semakin berharga, semakin diberkati. Puji Tuhan!| BACA JUGA INI : |