Banner

Galatia 6:9-10

“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah……”

Salah satu dari sepuluh hukum Torat adalah kuduskanlah hari Sabat. Hari Sabat adalah hari Perhentian bagi Tuhan. Semua orang Israel harus istirahat, dan memberikan waktu untuk Tuhan, berhenti mencari nafkah, dari enam hari kerja atau berlelah. Tetapi pada zaman Tuhan Yesus, orang Yahudi mempersempit makna hari Sabat, dengan men-”tuhan”kan hari Sabat. Begitu ekstrim sehingga orang-orang Farisi dan ahli-ahli Torat mengkritik Yesus karena menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat. Tetapi terhadap kritikan itu Yesus berbalik bertanya kepada mereka, ‘apabila kambing dombamu masuk lobang pada hari Sabat, apakah kamu tidak mengangkatnya, atau ada yang mau sakit dan butuh kesembuhan apakah tidak perlu diobati? Orang Farisi terdiam karena menyembuhkan adalah suatu perbuatan baik. Yesus memberikan satu pelajaran bahwa untuk berbuat baik tidak ada batas waktu. Memang hari ketujuh Tuhan tetapkan sebagai hari berhenti bekerja supaya manusia tahu beristirahat. Tetapi dalam soal kebaikan, dalam soal hal-hal yang rohani, Tuhan berkata jangan jemu-jemu berbuat baik. Perbuatan baik tidak mengenal istirahat.

Dalam ayat di atas Tuhan melarang kita untuk tidak jemu-jemu (tidak bosan-bosan) berbuat baik. Jika berbuat baik, kita akan menuai bila kita tidak menjadi lemah. Iblis selalu berusaha melemahkankan kita supaya kita berhenti berbuat baik dan tidak terus-menerus (continue) berbuat baik. Tetapi Firman Tuhan menganjurkan selama masih ada kesempatan (peluang) marilah kita berbuat baik kepada semua orang tetapi terutama kepada kawan-kawan seiman.

Kita semua diselamatkan bukan karena perbuatan baik. Kita diselamatkan karena augerah, karunia, pemberian Tuhan. Keselamatan itu tidak bisa dibeli dengan uang, dengan kebaikan, dll. Keselamatan bukan karena korban-korban kita, justru keselamatan terjadi karena Yesus telah berkorban untuk kita di salib Golgota. Tetapi kemudian setelah kita percaya kepada Yesus, setelah kita bertobat, maka iman kita harus disertai dengan perbuatan baik. Surat Yakobus berkata IMAN TANPA PERBUATAN ADALAH NOL.

Ada tiga perbuatan baik yang harus kita lakukan supaya iman kita bertumbuh :

1.       Perbuatan baik dengan korban-korban. IBRANI 13:15-16.

Senantiasa (anytime) kita harus mempersembahkan korban syukur kepada Allah. Bagaimana kita mempersembahkan korban syukur kepada Allah? Dengan ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. Dari mulut kita harus selalu keluar pujian syukur kepada Tuhan. Walaupun mungkin kita mengalami tekanan, penyakit, kesusahan, tetapi justru dalam situasi yang demikian kita harus menaikkan pujian syukur kepada Tuhan supaya Tuhan campur tangan.

Firman Allah ini juga mengingatkan kita untuk jangan lupa berbuat baik memberikan bantuan. Banyak orang Kristen gampang untuk memuji Tuhan tetapi sulit untuk berkorban. Orang percaya harus belajar untuk memberikan korban-korban ; korban untuk pekerjaaan Tuhan, korban untuk pembangunan gereja, korban untuk keperluan para hamba Tuhan, korban untuk pelayanan misi, korban untuk janda-janda dan yatim piatu, korban untuk penginjilan, dll. Korban-korban itu merupakan perbuatan baik kita.

 

2.       Perbuatan baik dengan perkataan-perkataan yang penuh berkat kepada orang luar. Kolose 4:5-6.

“….Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar….”. Ini adalah satu perbuatan baik melalui ucapan kita kepada orang lain. Setiap perkataan kita harus bisa memberikan kesaksian dan menjadi berkat bagi orang lain. Kalau terjadi bencana alam, apa kata-kata kita. Kalau percobaan datang, apa kata-kata kita. Perkataan orang Kristen harus membangun, harus memberikan berkat. Efesus 4:29, 5:6. Kata-kata kita jangan yang kosong tetapi kata-kata yang bermanfaat dan bisa menguatkan orang lain. Misalnya dengan kita memberi informasi kepada orang yang bertanya karena tidak tahu jalan, itu telah memberikan bantuan bagi orang yang memerlukannya. Penting sekali kita belajar memberkati orang luar dengan perkataan kita.

 

3.       Perbuatan baik dengan bersaksi. Matius 5:14-16. Yesaya 60:1-3.

Tuhan Yesus memberikan penugasan kepada semua orang yang percaya untuk menjadi terang dunia. Menjadi terang dunia dengan perbuatan-perbuatan yang baik sehingga orang memuliakan Tuhan. Apabila gereja bangkit dan bangun menyatakan terangnya, maka orang-orang berduyun-duyun datang kepada terang itu. Kita musti bisa menjadi terang kepada tetangga kita, kepada suku lain, kepada orang di luar gereja kita. Itu sebabnya di jemaat GPdI Maranatha dianjurkan seluruh anggota jemaat untuk membuka rumah-rumahnya untuk tempat berjemsel supaya sekitar kita diberkati. Terang ini adalah perbuatan baik kita menjangkau orang-orang luar yang belum memiliki terang. Nyatakan terangmu supaya orang lain dapat keluar dari kegelapan, di lingkungan kita, di kantor, di sekolah, di komunitas kita, dll.

Saya berdoa dan berharap jemaat GPdI Maranatha menjadi jemaat yang tahu berbuat baik dan tidak bosan, tidak lelah, dan tidak lupa, berbuat baik dengan korban-korban, dengan perkataan-perkataan yang memberkati orang luar, dan dengan bersaksi untuk memenangkan jiwa kepada Terang-Nya Tuhan Yesus. God bless you all !
BACA JUGA INI :

Kirim Tanggapan Anda


Banner
image
Image
Sekilas tentang GPdI Maranatha Medan
Senin, 26 Juli 2010
Kehadiran Gereja Pantekosta di Jalan Padang Bulan Gereja Pantekosta mendapat tempat ibadah permanen di Jalan Padang Bulan (sekarang Jln. S. Parman) Medan... Baca Selengkapnya...
Image
Sembuh oleh Kuasa DOA
Senin, 16 Januari 2012
Pada hari Sabtu yang lalu, 29 Oktober 2011, saya diserang penyakit yang membuat tubuh saya sebelah kanan (tangan dan kaki) lumpuh. Walaupun dalam keadaan... Baca Selengkapnya...
Image
Firman Tuhan Penuntun Hidupku
Minggu, 30 Januari 2011
Shalom! Saya bergembira mendapat kesempatan baik ini untuk menyaksikan kemurahan Tuhan dan pimpinan Tuhan dalam hidup saya. Tahun 1992 saya mengalami masalah... Baca Selengkapnya...
Image
DIPILIH DAN DIKASIHI TUHAN
Jumat, 12 November 2010
Tahun 1985 saya sudah melayani bersama beberapa hamba Tuhan di kota Medan. Kemudian saya berangkat Sekolah Alkitab. Setelah lulus Sekolah Alkitab, saya berdoa... Baca Selengkapnya...
Image
Maksimalkan Kekuatan Anti Kanker Brokoli
Sabtu, 13 November 2010
Cara pemasakan brokoli yang salah bisa menyebabkan kandungan pelawan kanker yang terdapat dalam sayuran berwarna hijau ini hilang. Namun, kini ada cara yang... Baca Selengkapnya...