Ibrani 11:40
“Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita......”
Semua manusia tidak bisa terlepas dari ketakutan menghadapi hari esok. Masa depan yang indah merupakan janji yang ingin dinikmati oleh setiap orang. Dalam ayat di atas Allah berjanji untuk menyediakan sesuatu yang lebih baik untuk kita. Tetapi dalam menerima janji Allah tentang masa depan yang indah itu, seringkali muncul beberapa pertanyaan dalam hati kita, antaralain : Bisakah janji indah itu menjadi kenyataan ? Mengapa tidak semua orang Kristen dapat mengalami janji itu ? Apa yang menjadi bagian saya dalam janji indah itu ? Pertanyaan-pertanyaan ini seringkali menghantui hidup kita.
Ada 4 kategori orang Kristen yang dapat meraih janji Allah itu.
1. Orang yang proaktif
Yosua 15:13-15. Kaleb bin Yefune mendapat jatah sebagian tanah di Kiryat-Arba yang merupakan perjanjian Allah baginya. Tetapi Kaleb tidak puas dengan hanya tanah Kiryat-Arba, kemudian ia menghalau ketiga orang anak Enak dan penduduk Debir. Sehingga lahan yang dimiliki oleh Kaleb bertambah luas. Kita harus menjadi orang Kristen yang bisa berkata “I want more”. Jangan Saudara merasa puas dengan keadaan sekarang. Jangan menjadi orang Kristen yang reaktif (harus di-gong lebih dulu). Jangan mau menunggu janji Allah dengan sikap pasrah/masa bodoh. Hal ini tidak berlebihan untuk sesuatu yang positif. Tidak merasa puas dengan keadaan yang ada, tidak menyerahkan diri kepada nasib.
Orang yang sukses adalah orang yang meletakkan sesuatu yang di belakang menjadi yang di depan, memiliki visi.
2. Orang yg dapat memanfaatkan kesempatan
Yosua 15:16-17. Otniel pasang telinga dengan benar mendengar tawaran Kaleb :”Siapa yg menggempur dan merebutnya, kepadanya akan kuberikan Akhsa, anakku….”. Bersama Yosua, Kaleb merupakan tokoh yang terkenal saat itu. Mendengar tawaran Kaleb, Otniel mempersiapkan diri supaya bisa menakhlukkan daerah yang diminta oleh Kaleb, dan juga ingin menjadi menantu Kaleb. Otniel memanfaatkan kesempatan yang ada. Orang yg ingin mendapatkan sesuatu yg lebih baik harus berani menghadapi tantangan. Untuk mendapatkan janji-janji Allah kita harus berani berperang dengan keadaan dan juga dengan diri sendiri.
Hakim 3:7-11. Otniel adalah orang dicari Alah untuk menyelamatkan umat pilihan, dan Otniel mau memanfaatkan kesempatan itu. Tuhan tidak bisa dibatasi dengan satu pelayanan atau bisnis. Manfaatkan semua kesempatan yang Allah berikan, walaupun itu hanya merupakan kesempatan dalam hal yang kecil sekalipun. Dalam pepatah China dikatakan:
§ Orang lemah, adalah orang yg menunggu kesempatan
§ Orang yang kuat adalah orang yg menciptakan kesempatan.
§ Orang yang bijak/cerdik memanfaatkan kesempatan.
3. Orang yang tidak mau terima matang
Yosua 17:14-18. Dalam menerima janji-janji Allah terkadang Allah hanya menyediakan potensi bagi kita untuk meraih janji tersebut, harus ada usaha dari kita; Harus punya rencana/ planing/ program ke depan. Zaman sekarang orang ingin yang instan. Kita harus belajar menunggu waktunya Allah. Jangan suka menjadi orang Kristen yang hanya mau terima matang. Jangan lari dari tantangan.
4. Bukan pemalas
Yosua 18:1-3. Allah punya cara untuk menyatakan mujizat, dan berkatNya, Jadi kita harus rajin, jangan berlambat-lambatan. Apa yang bisa dilakukan hari ini, lakukan hari ini untuk Tuhan, jangan tunggu besok. Selagi Anda sehat, selagi anda bisa memberi, selagi bisa beribadah, lakukan itu sekarang. Orang bijak berkata:”Meskipun bodoh tetapi jika rajin masih lebih beruntung daripada yg pandai tetapi malas. Untuk itu kepada pemalas Tuhan berkata dalam Amsal 6:6 untuk belajar kepada semut yang rajin.
Tuhan memberkati!
| BACA JUGA INI : |