Banner

Roma 5:20

“Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah”

Sekarang ini dosa semakin bertambah banyak. Korupsi, penipuan, pembunuhan, pencurian, perampokan, semakin merajalela. Dosa sekamin bertambah-tambah, kejahatan begitu mengerikan. Tetapi ayat diatas juga memberitahukan bahwa di zaman ini juga kasih karunia (anugerah, grace, charisma) berlimpah-limpah. Sekarang kita hidup dalam zaman anugerah yang berlimpah-limpah.

Di zaman Perjanjian Lama anugerah Tuhan sudah dikaruniakan walaupun tidak seperti sekarang ini.

Bilangan 9:2-11. Seluruh orang Israel harus merayakan Paskah pada waktu yang ditetapkan Tuhan yaitu pada tanggal 14 bulan Abib (pertama), pada senja hari. Paskah harus dirayakan tepat pada waktunya, tidak boleh kecepatan dan tidak boleh terlambat. Merayakan Paskah dengan membawa persembahan, memotong domba, memakan dagingnya dengan sayur pahit, dan sisanya dibakar habis. Tetapi beberapa orang Israel yang tidak bisa merayakan Paskah datang kepada Musa. Mereka adalah orang-orang yang tersentuh kepada mayat dan yang melakukan perjalanan jauh ketika perayaan Paskah. Karena dalam Torat juga diberi peraturan tentang ketetapan bahwa orang-orang yang tersentuh kepada mayat tidak boleh merayakan Paskah dan orang-orang yang melakukan perjalanan jauh juga tidak bisa merayakan Paskah di jalan.
Maka MUSA BERTANYA KEPADA TUHAN lalu Tuhan berkata : “Apabila salah seorang di antara kamu atau keturunanmu najis oleh karena mayat, atau berada dalam perjalanan jauh, maka ia harus juga merayakan Paskah bagi TUHAN. Pada bulan yang kedua, pada hari yang keempat belas, pada waktu senja, haruslah orang-orang itu merayakannya…” (Bilangan 9:10-11). ADA PERKECUALIAN BAGI ORANG ISRAEL YANG TIDAK BISA MERAYAKAN PASKAH TEPAT PADA WAKTUNYA karena halangan. Mereka bisa merayakan Paskah pada tanggal empat belas bulan yang kedua, pada senja hari. Tuhan memberikan kesempatan kedua. KALAU KITA MUNGKIN ADA HALANGAN, ATAU ADA KENDALA SEHINGGA KITA TIDAK BISA MELAKUKANNYA PADA WAKTUNYA, TUHAN SELALU MEMBERIKAN KESEMPATAN KEDUA.
ALLAH KITA ADALAH ALLAH YANG LIMPAH DENGAN ANUGERAH.

I Tawarikh 13:5-12, 15:1-2,15. Dalam I Tawarikh pasal 13 kita membaca bahwa Daud mempunyai satu ide, satu usul yang baik sekali dan diterima oleh seluruh pimpinan-pimpinan orang Israel. Gagasan itu adalah untuk membawa tabut Allah dari kota Kiryat-Yearim (kota kecil di perbatasan Yehuda dan Palestina) ke kota Daud (Yerusalem). Tabut Allah adalah simbol dari hadirat Tuhan, kemuliaan (shekinah) Allah. Daud mengerahkan ratusan ribu orang Israel untuk penjemputan Tabut Allah itu. Untuk Tabut Allah disiapkan kereta yang sangat baru, dan di atas kereta itu diletakkanlah Tabut Allah. Seluruh orang Israel termasuk raja Daud menari dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, ceracap dan nafiri. Tetapi sekali waktu ketika kereta itu sedang berjalan, lembu-lembu yang menarik kereta itu tergelincir sehingga kereta itu miring dan Tabut Allah itu seakan-akan mau jatuh. Karena itu Uza dan Ahyo yang menjadi penjaga kereta itu berusaha menahan Tabut Allah dan Uza sempat memegang Tabut Allah itu. Tiba-tiba Uza disambar Tuhan lalu dia mati. Semua sorak-sorak, semua nyanyian tiba-tiba berhenti. DAUD BERTANYA-TANYA KENAPA TUHAN MARAH padahal maksud mereka adalah membawa Tabut Allah ke Yerusalem. AKHIRNYA KETAHUAN BAHWA MEMANG IDENYA BAGUS TETAPI PELAKSANAANNYA TIDAK BENAR. Sebab menurut hukum Torat, semua perabotan Tabernakel Musa tidak boleh diangkut dengan kereta, melainkan diusung di bahu para orang Lewi. Dan Tabut Allah harus dipakai kayu pengusung dan harus ada empat orang Lewi yang mengusungnya. DI DALAM PEKERJAAN TUHAN, SEMUA HARUS SETURUT DENGAN ATURAN FIRMAN TUHAN.

Waktu Daud mengetahui kesalahannya, Tuhan berikan kesempatan kedua. Kemudian Tabut Allah itu bukan lagi ditaruh di atas kereta, tetapi diusung di pundak para suku Lewi. Dan akhirnya Tabut Allah itu bisa tiba di Yerusalem dan seluruh orang Israel diberkati.
Yunus 1:1-2. Tuhan memanggil Yunus untuk memberitakan Injil di kota Niniwe, ibukota Asyria. Kota Niniwe adalah kota metropolitan yang sangat jahat, banyak penyembah berhala. Tetapi Yunus melarikan diri ke Tarsis melalui pelabuhan Yafo (kota Haifa sekarang). Tetapi Tuhan menurunkan angin ribut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal yang dinaiki Yunus hampir terpukul hancur (ayat 4). KALAU TUHAN IZINKAN DATANG PERCOBAAN BERAT KEPADA SAUDARA, JANGAN CEPAT MENGOMEL, MUNGKIN ADA FIRMAN TUHAN DATANG KEPADA SAUDARA YANG BELUM SAUDARA LAKSANAKAN, atau mungkin sengaja untuk tidak melaksanakan.

Akhirnya supaya kapal itu tidak tenggelam Yunus dilemparkan ke laut. Dan di laut yang bergelora dia tenggelam dan dimakan ikan paus. Tetapi justru di perut ikan paus yang sangat tidak mengenakkan itu Yunus bertobat, Yunus berseru kepada Tuhan minta ampun (Yunus 2). JANGAN SAMPAI TUHAN IZINKAN DAHULU PERCOBAAN BESAR BARU KITA MAU SADAR DAN BERTOBAT. DI PERUT IKAN PAUS YUNUS MENGUNGKAPKAN PERASAAN HATINYA KEPADA TUHAN. Dia akhirnya mengaku bahwa ia bersalah sehingga akhirnya Tuhan perintahkan ikan paus untuk memuntahkan Yunus ke daratan.
Yunus 3:1-3. “Datanglah Firman Tuhan kepada Yunus untuk kedua kalinya…”. Pada kesempatan kedua ini Yunus taat, dia pergi ke Niniwe.

TUHAN selalu dalam anugerah-Nya yang berlimpah-limpah MEMBERIKAN KESEMPATAN KEDUA KEPADA UMAT-NYA. TETAPI KESEMPATAN YANG TUHAN BERIKAN JANGAN KITA PERMAINKAN. Roma 6:1-2. “bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu ? Tidak, sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?”. Kita bukan lagi hambanya dosa, kita hambanya Tuhan. Kalau dosa menggoda kita, lawanlah dengan kuasa Roh Kudus. Itu sebabnya orang Kristen perlu Roh Kudus. Roh Kudus memberikan kesanggupan kepada kita untuk melawan dosa. Haleluyah.

BACA JUGA INI :

Kirim Tanggapan Anda


Banner
image
Image
Sekilas tentang GPdI Maranatha Medan
Senin, 26 Juli 2010
Kehadiran Gereja Pantekosta di Jalan Padang Bulan Gereja Pantekosta mendapat tempat ibadah permanen di Jalan Padang Bulan (sekarang Jln. S. Parman) Medan... Baca Selengkapnya...
Image
Sembuh oleh Kuasa DOA
Senin, 16 Januari 2012
Pada hari Sabtu yang lalu, 29 Oktober 2011, saya diserang penyakit yang membuat tubuh saya sebelah kanan (tangan dan kaki) lumpuh. Walaupun dalam keadaan... Baca Selengkapnya...
Image
Firman Tuhan Penuntun Hidupku
Minggu, 30 Januari 2011
Shalom! Saya bergembira mendapat kesempatan baik ini untuk menyaksikan kemurahan Tuhan dan pimpinan Tuhan dalam hidup saya. Tahun 1992 saya mengalami masalah... Baca Selengkapnya...
Image
DIPILIH DAN DIKASIHI TUHAN
Jumat, 12 November 2010
Tahun 1985 saya sudah melayani bersama beberapa hamba Tuhan di kota Medan. Kemudian saya berangkat Sekolah Alkitab. Setelah lulus Sekolah Alkitab, saya berdoa... Baca Selengkapnya...
Image
Maksimalkan Kekuatan Anti Kanker Brokoli
Sabtu, 13 November 2010
Cara pemasakan brokoli yang salah bisa menyebabkan kandungan pelawan kanker yang terdapat dalam sayuran berwarna hijau ini hilang. Namun, kini ada cara yang... Baca Selengkapnya...