Kejadian 1:26
Berfirmanlah Allah : “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang yang melata di muka bumi”
Dalam ayat ini kita diinformasikan oleh kitab suci tentang keadaan/status sebenarnya manusia dan fungsi manusia ketika dijadikan Tuhan. Kata 'KITA' disini berarti Allah yang Tritunggal. Allah Tritunggal itu bekerjasama pada waktu menciptakan langit dan bumi. Perhatikan ; Kejadian 1:1 Alkitab dibuka dengan kalimat 'Pada mulanya Allah'. Kata 'Allah' di sini dalam bahasa Ibrani disebut ELOHIM yang adalah bentuk jamak dari EL atau Eloah. ELOHIM, Allah yang kita percaya adalah “satu dalam tiga” dan “tiga dalam satu”. Kemudian dalam Kejadian 1:2 kita menemukan ROH ALLAH. Roh Allah membuka jalan dalam penciptaan. Kemudian dalam Kejadian 1:3 ditulis : “Berfirmanlah Allah”. Kita ketahui bahwa Firman itu adalah Yesus, Putra Allah. (Yohanes 1:1,14). Jadi Allah Bapa, Roh Kudus dan Anak Allah bekerjasama dalam penciptaan alam semesta.
Berarti kata 'baiklah Kita' dalam Kejadian 1:26 menghunjuk kepada Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus. Jadi rencana penciptaan manusia adalah rencana Tuhan, bukan dengan sendirinya, dan bukan secara teori-teori karangan manusia seperti teori evolusi. Kita lihat lagi bahwa manusia dijadikan menurut rencana Tuhan terlihat dalam kalimat : “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita”. Model dari manusia adalah Allah sendiri, bukan makhluk-makhluk sorgawi lainnya. Manusia diciptakan menurut gambar dan model Allah. Sehingga kalau seseorang atau satu makhluk melihat manusia, sebenarnya dia melihat Tuhan, sebab di manusia ada rupa Tuhan, ada gambarnya Tuhan, ada kemuliaan Tuhan. Mazmur 8:6-7.
Apakah tujuan Allah menjadikan manusia serupa dengan gambar Allah ? “supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang yang melata di muka bumi”. (Kejadian 1:26). Kata 'kuasa' dalam bahasa Ibrani adalah 'radah' dan dalam bahasa Inggeris adalah dominion, rule. Jadi luar biasa status manusia sebenarnya, dia membawa kemuliaan Tuhan dan mendapat mandat Illahi untuk berfungsi sebagai penguasa bumi. Manusia mewakili Allah menguasai, memimpin dan mengelola bumi, dan mendapat pemukiman di taman Eden. Mazmur 8:7.
Tetapi kemudian semua rencana Tuhan dalam manusia berantakan karena dosa. Pada awalnya manusia diciptakan begitu indah sebagai gambar dan rupa Tuhan, tetapi karena manusia jatuh dalam dosa, manusia kehilangan kemuliaan Allah. Rencana Allah yang mulia dan berkuasa rusak oleh kejatuhan manusia dalam dosa. Jadi semua kerusakan bumi, kerusakan manusia, sumbernya bukan karena sistem dunia ini yang tidak betul, atau karena manusia itu kurang pandai, tetapi semua berpangkal kepada dosa. Dosa yang merusak seluruh manusia. Dan ini terus turun temurun kepada kita. Roma 3:23. Semua orang, tidak peduli yang bersebutan rasul, nabi, atau raja, kaisar, orang pintar, jenderal atau pengemis, telah kehilangan kemuliaan Allah. Kita tahu bahwa Allah yang tri tunggal menciptakan manusia juga tri tunggal yakni roh, jiwa dan tubuh. Tetapi semua rusak karena dosa. Tubuh manusia rawan terhadap ragam virus penyakit. Dan dari jiwa atau pikiran manusia bisa timbul pikiran-pikiran jahat. Markus 7:21. Terlebih lagi roh manusia. Roh manusia seakan mati, tidak berfungsi, sehingga tidak ada hubungan dengan Allah. Roh manusia adalah sarana komunikasi dengan Tuhan sebab Tuhan adalah Roh. Manusia tidak berkemampuan untuk menemui Allah. Allahlah yang harus datang ke dunia dan menyapa Adam di taman Eden. Allah menciptakan rencana keselamatan manusia dengan mengirim putranya Yesus Kristus supaya kita bisa kembali menemui Tuhan dan roh manusia hidup kembali. Sebab itu hanya di dalam Yesus Kristus terjadi pemulihan kembali fungsi manusia : roh, jiwa dan tubuh. Tubuh yang sakit Tuhan bisa sembuhkan, pikiran-pikiran yang jahat bisa dikuduskan. Di dalam Yesus, Allah menawarkan pemulihan hubungan dengan Tuhan. Kita bisa kembali menjadi gambar dan rupa Allah, dan memperoleh mandat berkuasa atas bumi.
Zaman dahulu kita mengetahui banyak kerajaan muncul yang menjadi penguasa-penguasa bumi. Tetapi penakhlukkan atau penguasaan mereka salah. Mereka berkuasa hanya untuk kemuliaan manusia, demi kejayaan manusia, bukan bagi kemuliaan Tuhan. Pertama-tama timbul kerajaan Mesir -> kerajaan Asyria -> kerajaan Babelonia -> Media Persia -> Yunani dan yang terakhir Romawi. Tetapi walaupun kerajaan-kerajaan ini tidak ada lagi sekarang tetapi roh Babelonia tetap ada di dunia ini yakni saling menguasai, saling menekan. Kekuasaan yang Tuhan berikan kepada manusia telah digunakan salah. Karena itu Yesus datang agar kita kembali kepada rencana Tuhan, manusia memiliki kemuliaan Tuhan.
II Korintus 3:16.-17. Manusia tidak bisa mencapai tingkat kemuliaan Tuhan karena ada batas, ada selubung yang menutup kehidupan manusia. Tetapi apabila bertobat kepada Tuhan maka selubung itu Tuhan angkat, sebab Tuhan adalah Roh, dan di mana ada Roh Allah disitu ada kemerdekaan. Dosa adalah penjajahan, tetapi di mana ada Roh Allah disitu ada pembebasan. “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung”. (II Korintus 3:18). Berarti kemuliaan Tuhan bisa dipulihkan hanya pada gereja-Nya. Ketika Musa menerima torat, sebagian kemuliaan Allah transfer kepada Musa. Dan orang Israel tidak berani melihat muka Musa sehingga dia harus pakai selubung menutup wajahnya. Tetapi kepada gereja-Nya, Tuhan langsung mencurahkan kemuliaanNya. Itu sebabnya anak-anak Tuhan harus penuh dengan Roh Kudus. Karena dimana ada Roh Kudus disitu ada kebebasan, selubung diangkat, kita bisa langsung bertatap kemuliaan Tuhan.
“Kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar”. II Korintus 3:18. Berarti gereja Tuhan sekarang ini masih dalam proses pembentukan, pengubahan secara terus menerus sampai kita diubah mencapai 100 % kemuliaan Tuhan. Jadi, apakah kita sebagai orang Kristen merasakan ada perubahan dalam diri kita? Kekristenan adalah proses perubahan untuk menjadi serupa dengan gambar Allah, menjadi sama dengan Yesus. Efesus 4:13-16. Semakin kita diubahkan, semakin Tuhan berikan kuasa kepada kita menakhlukkan segala akibat dosa. Dalam Matius 28:18 berkata bahwa kepada Yesus diberikan segala kuasa. Tetapi dalam Kisah 1:8 Yesus berkata : Kamu akan menerima kuasa (dunamis). Yesus memberikan kuasa dan kesanggupan kepada gereja Tuhan, bukan untuk sekedar menguasai alam semesta, bukan untuk kepentingan keagungan manusia, tetapi untuk membawa semua manusia kembali kepada kemuliaan Tuhan, melalui kesaksian Injil, mulai dari Yerusalem (lokal) sampai ke nasional dan terus ke ujung bumi (global). Puji Tuhan!
| BACA JUGA INI : |