Banner

KIDUNG AGUNG 2:10-13

Kitab Kidung Agung adalah balada cinta-kasih antara raja Salomo dengan puteri Sulamit yang adalah gambaran hubungan intim Kristus dengan gereja. Bd. Efesus 5:22-32. Yesus mempelai laki-laki dan Gereja mempelai perempuan. Dalam kitab Kidung Agung ini Tuhan Yesus menyampaikan isi hatiNya kepada gereja dan bagaimana gereja meresponsnya kepada Tuhan. Salomo berkata : “Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah!” (ayat 10,13). Kenapa harus bangun ? Karena musim dingin sudah berlalu.

Di Palestina dan di negara-negara utara khatulistiwa berlaku empat musim : musim gugur -> musim dingin -> musim semi -> musim panas. Salomo berkata bahwa musim dingin sudah lewat, berarti sudah masuk musim semi. Apa yang terjadi pada musim semi ? Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah musim memangkas (the time of singing has come), bunyi tekukur terdengar di tanah kita, pohon ara mulai berbuah, dan bunga pohon anggur semerbak baunya. (ayat 12,13). Musim semi berarti pohon-pohon berbunga dan berbuah, waktunya orang-orang menyanyi. Waktu musim dingin telah berlalu, gereja harus bangun, bangkit, jangan tidur, bersyukur, bersukacita, bertumbuh. Inilah zaman kebangunan rohani.

Yeremia 8:7. Burung-burung tidak mempunyai otak seperti manusia, tetapi mereka mempunyai naluri atau insting. Dan naluri mereka bisa mengetahui musim-musim. Kalau musim gugur, burung-burung di utara akan terbang ke arah selatan, sebab mereka harus keluar dari daerahnya supaya jangan mati kedinginan di musim dingin. Tetapi waktu musim semi yakni musim dingin sudah berlalu mereka akan kembali ke tempat asalnya. Jadi burung-burung tahu musim mereka harus pergi dan tahu musim mereka harus kembali. Tetapi Yeremia berkata umat Tuhan tidak mengetahui hukum Tuhan.

Apa arti rohani musim-musim bagi kehidupan rohani anak Tuhan ?

Lukas 21:29,30. Dalam perumpamaan ini Yesus berkata : “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya, bahwa musim panas sudah dekat”. Di Kidung Agung dijelaskan musim dingin sudah berlalu, berarti kita sedang berada di musim semi. Alkitab menguraikan bahwa pohon ara adalah simbol dari Israel. Karena bangsa Israel menolak Yesus, mereka menggantung Yesus di salib. Waktu Pontius Pilatus berkata bahwa Yesus tidak bersalah, dan bisa dilepaskan, orang-orang Yahudi termasuk imam-imam dan ahli-ahli taurat berkata bahwa biarlah darahNya tertanggung atas kami dan keturunan kami. Dan menurut sejarah, tahun 70SM Israel dihancurkan oleh Jenderal Titus dari Roma dan orang Israel diserakkan kemana-mana. Orang Yahudi mengembara ke banyak negara. Mereka tidak mempunyai tanah air. Dan pada perang dunia II, 6 juta orang Yahudi yang tersebar di Eropa dibunuh oleh Diktator Jerman, Hitler. Tetapi tahun 1949 seluruh dunia dikejutkan, dimana Yahudi memproklamirkan menjadi suatu negara, negara Israel. Itulah pohon ara yang bertunas kembali. Bukan hanya pohon ara, pohon lain juga bertunas, bangsa-bangsa lain merdeka. Tahun 90an Tembok Berlin runtuh. Jerman Timur bebas dari komunis, bersatu dengan Jerman Barat membentuk Negara Jerman. Bukan hanya itu tetapi banyak negara-negara baru bermunculan termasuk Timor Leste baru-baru ini keluar dari Indonesia. Kalau pohon-pohon itu sudah bertunas berarti musim panas sudah dekat yang berarti sedang berada di musim semi. Musim panas adalah berbicara kedatangan Tuhan Yesus. Matius 21:9-19, 25-26. Peristiwa yang terjadi pada musim semi adalah : terjadi gempa bumi dahsyat di mana-mana, terjadi peperangan, terjadi pemberontakan, terjadi kelaparan, terjadi tanda-tanda dahsyat dari langit, terjadi penganiayaan kepada gereja Tuhan, perpecahan dalam rumah tangga karena iman, akan ada yang mati syahid. Pada musim semi semua bertunas, semua berkembang, semua maju : pengetahuan, tekhnologi, ekonomi, dll. Tetapi sebaliknya Tuhan Yesus juga berkata “bangunlah gereja Tuhan”. Hosea 10:12. Ini waktunya kita bangun mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Tuhan akan bekerja luar biasa kalau kita betul-betul mencari Tuhan. Hosea 6:3.

Kidung Agung 6:13. Rupanya pengantin perempuan bukan hanya tidur tetapi jaraknya jauh dari pengantin laki-laki. Sehingga Tuhan berkata KEMBALILAH, KEMBALILAH. Mungkin Anda disebut sebagai orang Kristen, tetapi jarak kita dengan Tuhan jauh. Jarang beribadah, jarang berdoa, jarang menyembah Tuhan. Kembalilah, mendekatlah kepada Tuhan. Kidung Agung 2:13-14. Sekarang waktunya gereja memperlihatkan wajah dan memperdengarkan suaranya. Orang ingin melihat kesaksian kita, penginjilan kita, perbuatan-perbuatan baik kita.

Bagaimana supaya kita bisa bangun, bisa aktif kembali, lebih bergiat dalam pekerjaan Tuhan? Kidung agung 4:16. Kita memerlukan tiupan / hembusan angin utara dan angin selatan. Angin artinya ‘ruach’, roh, Roh Kudus. Seringkali kita sulit bangun karena banyaknya masalah, rintangan dalam hidup ini. Tetapi kalau ada hembusan Roh Kudus di keluarga kita, di pribadi kita, di jemaat kita pasti kebangunan terjadi. Terimalah hembusan Roh Kudus! Haleluyah!

BACA JUGA INI :

Kirim Tanggapan Anda


Banner
image
Image
Sekilas tentang GPdI Maranatha Medan
Senin, 26 Juli 2010
Kehadiran Gereja Pantekosta di Jalan Padang Bulan Gereja Pantekosta mendapat tempat ibadah permanen di Jalan Padang Bulan (sekarang Jln. S. Parman) Medan... Baca Selengkapnya...
Image
Sembuh oleh Kuasa DOA
Senin, 16 Januari 2012
Pada hari Sabtu yang lalu, 29 Oktober 2011, saya diserang penyakit yang membuat tubuh saya sebelah kanan (tangan dan kaki) lumpuh. Walaupun dalam keadaan... Baca Selengkapnya...
Image
Firman Tuhan Penuntun Hidupku
Minggu, 30 Januari 2011
Shalom! Saya bergembira mendapat kesempatan baik ini untuk menyaksikan kemurahan Tuhan dan pimpinan Tuhan dalam hidup saya. Tahun 1992 saya mengalami masalah... Baca Selengkapnya...
Image
DIPILIH DAN DIKASIHI TUHAN
Jumat, 12 November 2010
Tahun 1985 saya sudah melayani bersama beberapa hamba Tuhan di kota Medan. Kemudian saya berangkat Sekolah Alkitab. Setelah lulus Sekolah Alkitab, saya berdoa... Baca Selengkapnya...
Image
Maksimalkan Kekuatan Anti Kanker Brokoli
Sabtu, 13 November 2010
Cara pemasakan brokoli yang salah bisa menyebabkan kandungan pelawan kanker yang terdapat dalam sayuran berwarna hijau ini hilang. Namun, kini ada cara yang... Baca Selengkapnya...