Kisah Para Rasul 2:1-4
Setelah Yesus naik ke sorga, sebanyak 120 orang murid kembali ke tempat penginapan mereka di Yerusalem. Selama sepuluh hari mereka dengan tekun berdoa di loteng Yerusalem menantikan janji Bapa. Pada hari yang ke-10 yang bertepatan dengan hari Pantekosta Roh Kudus turun. Dan tampaklah lidah-lidah seperti nyala api hinggap di atas kepala mereka. Kemudian mereka mulai berkata-kata dengan bahasa-bahasa lain. Tanda dipenuhkan Roh Kudus adalah berkata-kata dengan bahasa Roh.
Peristiwa Pantekosta yang terjadi sekitar 2000 tahun lalu merupakan peristiwa penting bagi gereja Tuhan khususnya orang-orang Pantekosta/kharismatik. Ciri khas orang Pantekosta adalah penuh dengan Roh Kudus atau memiliki api Tuhan. Tetapi ada yang menamakan diri orang Pantekosta atau karismatik tetapi tidak memiliki api Tuhan karena belum dipenuhkan dengan Roh Kudus.
Dalam ayat di atas, Roh Kudus digambarkan seperti nyala api. Dalam Imamat 9:23-24 dijelaskan bahwa api yang di mezbah korban bakaran harus tetap dijaga supaya nyalanya tidak padam (Imamat 6:9,13). Api itu berasal dari Tuhan. Mezbah adalah gambaran dari gereja Tuhan. Api Roh Kudus yang ada pada kita jangan sampai nyalanya padam. Orang ingin melihat bagaimana api kuasa Roh Kudus dalam hidup kita. Apakah hanya di gereja kelihatan bersemangat tetapi di rumah atau di pekerjaan tidak. Perhatikan, Iblis selalu berusaha supaya nyala Api kita padam. Sebagai contoh, dengan mendengar kabar-kabar buruk saja kita bisa lemah. Kalau terus menerus melemah semangat itu, nyala api itu bisa padam. I Tesalonika 5:19. Kepada jemaat Tesalonika Paulus menasihatkan agar jangan memadamkan Roh. Roh Kudus itu bisa padam. Sekarang ini banyak usaha Iblis untuk memadamkan api Roh Kudus. Tetapi kita percaya bahwa kuasa Tuhan jauh di atas kuasa Iblis.
Roma 12:11 “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan”. Untuk bisa setia di kebaktian-kebaktian, jemsel, dll, perlu api Roh Kudus. Kesibukan-kesibukan dan perkara-perkara dunia ini dapat membuat padam Roh Kudus. Silahkan anda berbisnis, silahkan anda terjun dalam politik, tetapi jangan sampai bisnis, politik, studi atau aktivitas lainnya kita membuat Roh Kudus sampai tidak menyala lagi. Jangan sampai karena godaan-godaan, gosip-gosip, curiga-mencurigai atau sakit hati nyalanya api Kristus redup lalu padam.
II Timotius 1:6. Karunia Allah memakai kata “kharisma”. I Korintus 12. Kata “kobarkan” dalam bahasa aslinya, berarti to fan the flame (kipas nyalanya). Kobarkan artinya kipas nyala api dari karunia Roh Kudus. Karisma itu datang dari penumpangan tangan dan itu harus dikipas terus untuk terus menyala.
Dalam Matius 12:20 Yesus mengutip nubuatan Yesaya yang berbunyi : “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya, tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang”. Kalau Api Saudara sudah mulai pudar, sudah mulia redup, percayalah Tuhan Yesus mengasihi Anda. Dan Tuhan Yesus mau supaya Api Saudara dikipas kembali dan menyala kembali. Tuhan memberkati!| BACA JUGA INI : |