Kamis, 12 Agustus 2010 14:55
Oleh : Pdt. M.D. Wakkary
“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan”. I Petrus 1:3
Dalam ayat ini Petrus memberitahukan tentang makna kebangkitan Kristus. Kristus bangkit, orang percaya mengalami lahir baru. Lahir baru yaitu satu kehidupan baru yang penuh pengharapan. Berapa jauh pengharapan gereja Tuhan/orang percaya? Efesus 1:18-20. Paulus berdoa supaya gereja dibuka mata hati atau istilah sekarang disebut visi. Visi adalah pandangan yang melebihi pandangan kasat mata. Jangkauannya yaitu betapa kaya kemuliaan bagi orang-orang kudus. Waktu Yesus bangkit, Yohanes dan Lukas mencatat bahwa ada dua orang yang datang dari sorga yang pakaiannya bercahaya. Dan beberapa teolog percaya bahwa dua orang ini adalah Musa dan Elia karena Musa dan Elia adalah saksi tentang kedatangan Yesus ke dunia. Yesus bangkit dengan tubuh kemuliaan. Dan sekarang kita mempunyai pengharapan yang paling jauh yaitu kita juga bakal mempunyai kemuliaan yang cemerlang, yang gilang-gemilang. Pengharapan jangka jauh yakni pengharapan tentang kedatangan Yesus yang keduakali, pengharapan tentang gereja yang sempurna, pengharapan tentang seribu tahun damai, pengharapan hidup kekal selama-lamanya. Di dunia ini semuanya ditentukan waktu dan ruang. Tetapi nanti kita akan mengalami satu kehidupan yang jauh-jauh luar biasa yang tidak dibatasi oleh waktu dan ruang. Dan saya berharap semua jemaat bisa sampai ke sana. Tetapi mungkin kita berkata bahwa itu adalah pengharapan yang jauh, pengharapan di masa yang akan datang. Bagaimana yang jarak “dekat”? Dalam Efesus 1:19 dinyatakan “dan betapa hebat kuasaNya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasaNya”. Kalau tadi pengharapan “jarak jauh” tentang kemulian kedatangan Yesus, tentang kehidupan yang kekal. Tetapi dalam ayat ini juga ditegaskan tentang pengharapan masa kini. Kuasa kebangkitan Kristus sudah bekerja sejak sekarang ini. Sebab tertulis : Betapa hebat kuasaNya bagi orang- orang percaya. Kuasa, 'dunamis' ini adalah Roh Kudus. Dan Roh Kudus ini bernama Kristus yang diurapi. Allah Bapa sering disebut namanya Tuhan atau Tuan, Yesus disebut Anak dan Roh Kudus yaitu Kristus. Roh Kudus, atau Kristus, Yang diurapi, menurut Kolose 1:27, Kristus yang bangkit dan naik ke sorga itu ada di tengah-tengah kita. Kristus adalah pengharapan akan kemuliaan yang begitu jauh tetapi Dia juga ada di tengah-tengah kita. Dia dekat dengan kita. Wahyu 5:6. Takhta Allah adalah sentral sorga tetapi di pusat sentral itu berdiri “seekor Anak Domba bagaikan telah disembelih”. Ini adalah Anak Domba Yesus Kristus. Jadi peristiwa Golgotha akan menjadi peringatan yang abadi. Di sorga Anak Domba itu seperti disembelih berarti bekas luka-luka Yesus bisa dilihat. Anak Domba yang menjadi pusat dari pusat sorga bertanduk tujuh. Angka tujuh adalah angka sempurna. Tanduk bicara dari kuasa. Anak Domba Yesus Kristus adalah mahakuasa (omni potence). Anak Domba itu juga bermata tujuh. Mata bicara dari penglihatan dan pengetahuan. Allah mempunyai pengetahuan yang sempurna (omni science). Dan Anak Domba Yesus Kristus di sorga juga adalah tujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh dunia. Jadi Yesus Kristus di takhta Allah di sorga dengan Roh KudusNya, tetapi Kristus berada di seluruh dunia. Dia mahahadir (omni presence). Kristus yang telah bangkit dan naik ke sorga dan menjadi sentral di sorga ada di tengah-tengah orang percaya sekarang dan itulah kehebatan pengharapan kita, oleh karena Kristus bangkit. Jadi pengharapannya tidak hanya kemuliaan selama-lamanya tetapi juga di masa kini. Untuk hidup kita sekarang Tuhan selalu pelihara. Jadi, bagi orang yang setia dalam Tuhan, setia berkorban dan mentaati firman Allah selalu ada pengharapan. Haleluyah.
Kirim Tanggapan Anda