I PETRUS 1:18-19, YESAYA 53:7, I KORINTUS 5:7, YOHANES 1:29
Zaman dulu kalau seseorang dijualbelikan biasanya menggunakan uang perak atau uang emas. Tetapi umat manusia yang sudah tergadai kepada kehidupan dosa yang berakhir kepada maut dan kebinasaan yang kekal, ditebus kembali bukan dengan emas atau perak tetapi dengan darah Kristus yang mahal. Manusia yang tadinya peta dan gambar Allah telah diubahkan oleh dosa menjadi karikatur Allah. Tetapi sekarang dikembalikan, ditebus kembali menjadi milik Allah, dan alat penebusannya bukan emas, bukan perak tetapi darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Istilah “anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat” merupakan istilah yang digunakan dalam kitab Keluaran sampai kitab Wahyu. Kristus disamakan dengan anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Kenapa rasul Petrus menyamakan Kristus dengan anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat? Keluaran 12:1-7,13,27. Darah Kristus yang ditumpahkan di salib Golgotha menunjuk kepada hari PASKAH pertama di negeri Mesir 1500 tahun sebelum Yesus. Setiap rumah tangga/keluarga orang Israel harus memotong anak domba yang tidak bernoda, tidak bercacat dan tidak bercela. Anak domba disimpan selama empat hari yaitu dari tanggal 10 – 14 bulan Abib (bulan pertama orang Israel). Satu hari bagi Tuhan sama dengan seribu tahun bagi manusia. Masa empat hari yaitu sama dengan empat ribu tahun. Yesus telah dipersiapkan sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, sehingga sampai kepada kedatangan Yesus di dunia, jangka waktunya ± 4000 tahun atau 4 hari bagi Allah. Yesus sudah disediakan/direncanakan untuk menjadi korban untuk menebus manusia yang telah tergadai kepada dosa. Dan pada Paskah pertama itulah anak domba yang disimpan selama 4 hari itu dipanggang dan dimakan seisi rumah bersama dengan roti yang tidak beragi. Darahnya dioles di kedua tiang pintu rumah dan di ambang pintu rumah. Pada waktu malam Tuhan Penghukum lewat. Dalam bahasa Ibrani disebut ‘pesach’. Setiap rumah yang ada tanda darah Tuhan akan lewat. Tidak ada kematian. Itu sebabnya dalam Perjanjian Baru kita membaca kebaktian dilaksanakan di rumah-rumah. Allah peduli kepada keselamatan keluarga. Allah mau mau memberkati rumah-rumah tangga kita. Tuhan tidak kenakan kutuk atau kematian melainkan berkat dan keselamatan kepada rumah-rumah orang percaya. (Lukas 19:9, Kisah 16:31).
Kira-kira delapan ratus tahun setelah peristiwa PASKAH pertama di Mesir, atau 700 tahun sebelum Yesus. Nabi Yesaya mendapat ilhaman Roh Kudus dan menubuatkan dalam Yesaya 52:13-15, 53, tentang kematian Yesus. Dalam nubuatan nabi Yesaya, Yesus yang adalah bahwa Anak Domba tidak protes, tidak komplain, dan tidak melawan waktu dia harus dibantai. Oleh sebab itu, sebagai orang Kristen kita jangan seperti orang di dunia yang suka kritik, demonstrasi, komplain, dlsb. Yesus kalau mau melawan bisa saja karena Dia adalah putra Allah. Tetapi Alkitab mengatakan Yesus hanya diam karena dia mau menggenapkan rencana Tuhan. Yesus tidak mengutuk serdadu Romawi yang telah menyiksa dan membantaiNya, tetapi Yesus berkata : “Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”. Sebelum Yesus ditangkap, di taman Getsemani Dia mengalami pergumulan yang sangat berat. Sebagai Anak Allah Dia tahu apa yang akan terjadi kepadaNya. Dia meminta kekuatan dari Tuhan. KeringatNya jatuh ke tanah seperti darah. Lukas 22:39-44. Pada waktu di hadapan imam Kayafas dia dipukul, diludahi, diejek, apalagi di hadapan Herodes dan Pilatus Dia didera, dicambuk empat puluh kali. Cambuknya bercabang tiga dengan besi di ujungnya mengakibatkan 120 luka di tubuh Yesus. Ketika mahkota duri dikenakan dikepalaNya, darah keluar dari ubun-ubun kepalanya, ke wajahnya yang sudah memar dan bengkak sehingga dalam nubuatannya Yesaya menulis bahwa rupa Yesus begitu buruk. Kenapa Yesus rela disengsara demikian? Dia mau menyelamatkan seluruh umat manusia. Pada zaman Yesus ditaksir penduduk planet bumi ini ± 100 juta. Kini penduduk planet bumi berjumlah ± 7 milyar. Darah Yesus yang ditumpahkan di Golgotha 2000 tahun yang lalu mampu menyelamatkan 7 milyar manusia sekarang ini. Yesus menyucikan dan mengangkut dosa seluruh dunia ini kalau manusia mau percaya pada Yesus. . Bd. Yohanes 1:29.
I Korintus 5:7. Domba Paskah kita yaitu Kristus telah disembelih untuk keselamatan umatNya yang mau percaya. Dalam Wahyu 4:3 Yohanes melihat sorga yang begitu indah, mulia dan cemerlang dan di tengah-tengah sorga berdiri tahta Allah Bapa. Tetapi dalam Wahyu 5:6 dijelaskan bahwa di tengah-tengah dari tengah-tengah sorga atau pusat yang paling pusat di sorga berdiri Anak Domba seperti disembelih. Berarti di sorga kita bisa melihat kedua lobang tangan Yesus, dua lobang besar di kaki Yesus, lobang di lambungNya karena tombakan serdadu Romawi. Di sorga yang kekal kita juga memperingati salibnya. Oleh sebab itu kita harus selalu memperingati dan menghargai korban Kristus. Sampai selama-lamanya dan selama-lamanya Anak Domba yang telah tersembelih tegak berdiri di sorga. Tetapi juga dengan Roh Kudus dapat hadir di seluruh penjuru dunia. Puji Tuhan!| BACA JUGA INI : |