Yesus berkata : “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”. Lukas 23:34
Kalimat di atas adalah ucapan pertama dari 7 ucapan Yesus ketika Ia tergantung di salib di bukit Golgotha.
Mengampuni manusia berdosa, merupakan salah satu misi Yesus. Untuk misi itu Ia rela disiksa, dicambuk, dipukul, dipaku kaki tangannya dan digantung bak seorang penjahat terkutuk, disalib di bukit Tengkorak.
Sewaktu masih memberitakan Injil Kerajaan Sorga Ia pernah menguraikan perumpamaan tentang pengampunan. (Matius 18:21-35)
Yesus menjawab, ketika Ia ditanya soal berapa kali kita harus mengampuni saudara kita : “Aku berkata kepadamu : Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali”.
Yesus memberikan teladan soal mengampuni ketika sedang menderita di salib. Pengampunan itu justru diberikan kepada mereka yang justru menyiksa dan menyakitinya.
Pada Yesus ada pengampunan, tidak ada dendam untuk pembalasan.
Ketika kita berdoa mohon pengampunan dosa kepada Tuhan, Yesus mengajarkan untuk kita berdoa demikian :
“dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”. Matius 6:12.
Rasul Paulus mengingatkan kita soal mengampuni, sbb:
“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian”. Kolose 3:13
Pada saat kita memperingati kematianNya, penderitaanNya, pengorbananNya, kita juga harus merenung bahwa sengsara yang Ia pikul dari taman Gethsemani sampai bukit Golgotha, adalah untuk mengampuni dan menebus kita semua, manusia yang berlumuran dosa.
Dan ketika kita menikmati dengan khidmat dan syukur perjamuan Tuhan yang kudus kita harus sadar betul betapa darah Yesus adalah untuk pengampunan dosa banyak orang. (Matius 26:28).
Sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya (Yesaya 55:7).| BACA JUGA INI : |