Ayub 9:1-4
Kalau kita membaca kitab Ayub maka kita temukan begitu banyak dialog antara Ayub dengan teman-temannya dan antara Ayub dengan Tuhan tetapi semuanya ada dalam alur kehendak Tuhan. Kenapa terjadi dialog ini ? Setelah Ayub diberkati luar biasa, semua anak-anaknya meninggal ditimpa bencana, semua hartanya dirampok habis, semua pegawai-pegawainya terbunuh dan kemudian seluruh tubuhnya penuh borok yang mengerikan. Ayub sangat merana sampai istrinya pun memprovokasi dia agar mengutuk Tuhan.
Dalam ayat-ayat di atas kita membaca satu statement dari Ayub yang begitu perkasa. Biasanya kalau orang lagi lemah, susah, ketimpa bencana, gampang untuk protes, membantah ataupun berdebat. Dalam bahasa Ibrani kata ‘membantah’ dalam kitab Ayub 9:3 digunakan kata “rip” artinya contend, strife (bhs Inggris). ‘Contend artinya melawan, menentang. Ayub punya alasan untuk mengkritisi Tuhan, untuk membantah, untuk memprotes kepada Tuhan sebab dalam hidupnya Ayub terkenal saleh, suci, menjauhi kejahatan tetapi kenapa dia mengalami penderitaan yang demikian. (bd. Ayub 1:8). Tetapi Ayub luar biasa, dalam keadaan sengsara, menderita, dia berkata : “Sungguh, aku tahu, bahwa demikianlah halnya, masakan manusia benar di hadapan Allah? Jika ia ingin beperkara dengan Allah satu dari seribu kali ia tidak dapat membantahNya”. Seringkali kita protes kepada Tuhan kalau lagi dalam pencobaan. Namur Ayub dalam keadaan yang begitu menderita dia masih berkata satu dari seribu kali tidak dapat membantah Tuhan. Pribadi Ayub menjadi yang unik sekali tetapi juga yang standard bagi gereja Tuhan. Kita hidup di dunia ini tidak selalu semua mulus. Ada sekali-sekali kita mengalami penderitaan, masalah-masalah. Tetapi seringkali daging kita ingin segera protes kepada Tuhan, kita mau membantah Tuhan bahwa Tuhan itu tidak adil, Tuhan itu pilih kasih. Ayub berkata dengan sadar bahwa kita tidak dapat membantah Tuhan. Tetapi mungkin kita tidak membantah Tuhan dengan mulut tetapi kita membantah Tuhan dengan sikap kita. Roma 9:20. Bukankah kita semua ciptaan Tuhan. Bukankah nafas di paru-paru kita datang dari Tuhan, bukankah denyutan jantung kita adalah pemberian Tuhan. Jadi kenapa kita mau protes kepada Tuhan yang memberi, yang menciptakan, yang membentuk hidup kita. Kita jangan seperti bangsa Israel yang tidak taat dan membantah. Roma 10:21.
Kita bersyukur karena sekarang ini banyak anak-anak Tuhan yang pintar-pintar. Tetapi seringkali orang pintar lebih kritis dan celakanya ada yang berani mengkritisi Firman Tuhan. Ayub 36:26. Umur manusia pasti kita ketahui, tanpa terkecuali semuanya akan mati. Tetapi Tuhan tidak terselidiki jumlah tahunnya karena Tuhan itu kekal/abadi. Ayub menulis Allah yang Mahabesar tidak terjangkau oleh pengetahuan manusia. Ayub 37:5. Banyak manusia memakai otaknya untuk untuk mengkritisi Firman Tuhan. Ada yang membantah baptisan air, perjamuan kudus, perpuluhan, dlsb. Ayub tidak membantah Tuhan tetapi memohon belas kasihan dari Tuhan. Ayub 9:15. Kita musti belajar bukan mengkritisi Firman Tuhan tetapi memohon belas kasihan Tuhan. Ayub 39:34-38. Ketika Tuhan berkata : “Apakah si pengecam hendak berbantah dengan Yang Mahakuasa? Ayub menjawab tidak Tuhan, seandainya kuucapkan satu kata maka tidak mau kuulangi lagi, mungkin dua kali aku mau cabut kata-kata itu”. Ayub tidak pernah sekalipun membantah Tuhan, bahkan dalam duka sekalipun Ayub memandang Tuhan. Ayub 42:5-6. Ayub tidak mau bersandar hanya kepada kesaksian-kesaksian orang lain, dia mau memandang Yesus. Sikap tidak membantah yang dipunyai Ayub membuat dia melihat keagungan Tuhan. Oleh karena itu Paulus menasehatkan jemaat Filipi agar melakukan segala pekerjaan keselamatan, Ibadah, pelayanan, dlsb dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan. Filipi 2:14,12. Orang yang suka membantah kehilangan berkat. Tidak membantah adalah salah satu yang terpenting dari pelayanan kita dan salah satu yang terpenting dari arus berkat Tuhan mengalir dalam hidup kita.
| BACA JUGA INI : |