Wahyu 5:6
"Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus keseluruh bumi".
Dalam Wahyu pasal 4 kita membaca bahwa di sorga tidak ada struktur piramidal. Di bumi semua struktur piramidal: ada presiden, dibawah presiden ada gubernur-gubernur, dibawah gubernur ada walikota/bupati, dan dibawah bupati ada camat-camat, dan dibawah camat ada lurah-lurah, dlsb. Tetapi di sorga semuanya berbentuk circle. Wahyu 4:3,4,6. Semua mengelilingi takhta dan bersentral kepada satu fokus yaitu takhta Allah. Takhta Allah itu adalah Allah Bapa.
Wahyu 5:6 "standing in the center of the throne..."(NIV). Di tengah-tengah, di pusat daripada takhta Allah berdiri Anak Domba Allah. Anak Domba Allah adalah Yesus. Jadi seluruh penghuni sorga memandang kepada Yesus. Anak Domba yang telah disembelih menunjuk kepada Yesus yang telah mati di salib. Karya salib akan dikenang sampai kepada kekekalan. Kematian Yesus adalah pekerjaan yang paling mulia dan akan dikenang sampai selama-lamanya.
"...Bertanduk tujuh dan bermata tujuh...". Angka tujuh berbicara dari kesempurnaan (perfection). Bersama Yesus ada tujuh tanduk. Tanduk berbicara dari kuasa / otoritas. Roh Kudus itu mahakuasa. Sedangkan mata berbicara dari mengetahui. Roh Kudus itu mahatahu, sempurna pengetahuannya. Mazmur 139.
"..Itulah ketujuh Roh Allah yang diutus keseluruh bumi..". Dalam waktu yang bersamaan, Roh Allah ada di sorga tetapi Roh itu juga ada diseluruh bumi. Allah Roh Kudus adalah Allah yang maha kuasa, Allah yang maha tahu dan Allah yang maha hadir. Roh Kudus itu hadir di mana-mana. Dalam kitab Raja-Raja kita membaca tentang kekalahan yang dialami bangsa Aram atas bangsa Israel. Bangsa Aram berkata Allah Israel adalah Allah pegunungan, dan tidak mempunyai kuasa di dataran rendah. Tetapi kemudian Allah membuktikan bahwa Dia berkuasa di dataran rendah. Dia adalah Allah yang maha hadir. Roh Kudus hadir di mana-mana. Dia tidak hanya hadir di kota-kota tetapi di desa-desa juga. Allah kita tidak tergantung kepada situasi dan kondisi. Allah di pegunungan sama dengan Allah di dataran rendah.
Wahyu 5:9-14. Melalui ayat ini kita bisa mengetahui tentang suasana sorga. Seluruh makhluk sorgawi berfokus kepada sentral sorga yaitu Yesus Anak Domba Allah. Seluruh bangsa, suku, kaum dan bahasa ada di sorga. Wahyu 7:9. Sebab darah Yesus menyucikan seluruh segmen dan strata masyarakat di dunia ini. Semua penghuni sorga menaikkan pujian dan sembahan kepada Yesus Anak Allah. "Dan keempat makhluk itu berkata : 'Amin'. Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah". Kata Amin adalah kata sorga. Menyembah = proskuneo artinya tiarap, rendahkan diri. Proskuneo juga artinya mencium. Mencium adalah satu ekspresi cinta kasih. Penyembahan adalah ekspresi cinta kasih kita kepada Tuhan Yesus.
Kalau saudara ingin mengalami transformasi terjadi dalam pribadi, keluarga, pekerjaan, maka sembahlah Dia, undang Roh Kudus, undang suasana sorga dalam hidup Anda. Roh Kudus mempunyai kuasa untuk mentransformasi hidup kita. Tuhan memberkati.| BACA JUGA INI : |