Matius 27:45-54
Paskah adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan Kristiani. Dalam Paskah kita mengenang akan kematian Yesus di salib. Yesus menggantikan posisi manusia yang harus dihukum karena dosa agar manusia memperoleh keselamatan.
Ada lima peristiwa dahsyat ketika Yesus mati dan bangkit.
Menurut Yosephus seorang penulis sejarah Yahudi, dia memperkirakan bahwa tabir (tirai) ini adalah tirai yang memisahkan antara ruang maha kudus dengan ruang kudus dan pelataran. Karena ruang maha kudus dengan ruang kudus dipisahkan oleh satu tirai yang tebal yakni 1 kaki (30cm) dan hanya imam besar yang boleh masuk ke ruang maha kudus. Satu kali setahun imam besar akan mempersembahkan darah korban binatang sebagai pendamaian antara orang Israel dengan Allah.
Tetapi ketika Yesus mati, tirai ini robek dari atas ke bawah sehingga orang bisa melihat langsung ke ruang maha kudus. Tabir itu membayangkan Yesus Kristus yang telah mati disalib. Ibrani 10:19-20. Oleh karena Yesus mati di Golgota, dosa manusia diampuni sehingga orang bisa berhubungan langsung kepada Allah, tanpa perantara. Setiap waktu kita bisa berjumpa dengan Allah. Ibrani 4:16. Takhta Allah adalah takhta kasih karunia, anugerah.
Gempa bumi pertama terjadi di gunung Sinai. Keluaran 19:18. 1500 tahun sebelum Yesus. Tuhan mendatangani gunung Sinai. Ketika Tuhan datang gunung itu gemetar sangat = mountain quake (ingg)=gempa gunung. Pada waktu gempa bumi pertama Tuhan sedang menurunkan hukum taurat. Dengan intinya 10 hukum perintah. Dan sampai pada zaman Yesus tidak ada satu manusia yang bisa melakukan 10 hukum taurat. Tetapi pada waktu Yesus mati, terjadi gempa bumi di mana Tuhan menurunkan hukum yang baru untuk menggantikan hukum taurat yang penuh dengan hukuman dan larangan. Hukum yang baru ini adalah hukum kasih/anugerah. Hukum taurat telah selesai fungsinya, sekarang berlaku hukum anugerah. Hukum kasih dimana Bapa mengasihi anakNya dan anakNya mengasihi Bapanya.
Dalam Alkitab, bukit batu, gunung batu, atau batu karang (tunggal) adalah gambaran dari Tuhan. Tetapi dalam ayat di atas disebut bukit-bukit batu (lebih dari satu). Bukit-bukit batu berbicara tentang manusia yang hatinya keras seperti batu. Yeremia 5:3. Tetapi waktu Yesus mati ada pertobatan bagi semua yang keras kepala. Orang-orang yang mengeraskan hatinya terhadap Injil juga akan dijamah oleh kasih Tuhan karena kitab Wahyu menulis bahwa semua suku, kaum dan bahasa ada di sorga.
Ketika Yesus mati kuburan-kuburan di Yerusalem terbuka. Di salib Golgota Yesus mengalahkan kuasa kematian. I Korintus 15:26. Orang tidak perlu takut lagi terhadap kematian sebab maut telah ditakhlukkan Yesus. I Korintus 15:54-57.
Dalam ayat 52 kita membaca bahwa orang-orang mati bangkit tetapi mereka masih ada di dalam kubur. Ketapi tiga hari kemudian sesudah Yesus bangkit, mereka juga ikut bangkit dan masuk di kota. Ini sesuatu yang luar biasa. Tuhan menunjukkan bahwa kematian dikalahkan dan ada kuasa kebangkitan di dalam Yesus. Yesus adalah yang sulung dalam kebangkitan. I Korintus 15:22-23. Orang-orang percaya walaupun mati juga akan bangkit.
Efesus 2:1. Di hadapan Tuhan orang yang hidup dalam dosa dan belum menerima pengampunan dan pengudusan oleh darah Kristus dianggap mati. Mati bukan secara fisik tetapi secara rohani. Dulu kita mati, tetapi ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita hidup kembali. Efesus 2:4-6. Tuhan memberkati.
| BACA JUGA INI : |