Galatia 5:1,13
Beberapa hari yang lalu tepatnya tgl. 17 Agustus semua masyarakat Indonesia merayakan peringatan 60 tahun kemerdekaan Indonesia. Sebagai bangsa yang telah merdeka tentu berbeda sekali dari ketika masih dijajah. Kemerdekaan Indonesia sekarang adalah kemerdekaan secara fisik. Bagaimana secara manusia rohani, apakah kita juga telah mengalami kemerdekaan secara rohani?
Di dalam dunia ini, kemerdekaan dicapai dengan perjuangan. Tetapi ayat di atas menegaskan bahwa kemerdekaan spiritual tidak tercapai oleh perjuangan manusia. Kemerdekaan rohani bagi umat manusia hanya terlaksana oleh pengorbanan satu pribadi yaitu Kristus Yesus.
Kata "kemerdekaan" dalam ayat diatas disebut "eleuteria" (bhs. Yunani) yang berarti freedom, atau leberty (bhs. Inggris) artinya kemerdekaan, kebebasan. Eleuteria dalam zaman Yunani kuno menunjuk kepada kemerdekaan dari para budak belian. Budak adalah pekerja yang berada di bawah kekuasaan sepenuhnya dari majikan dan semua hak-hak azazinya berada di tangan majikan. Tetapi ada majikan yang baik hati, yang kemudian membebaskan budaknya, namun harus melalui prosedure. Majikan harus membayar suatu harga pembebasan yang diserahkan ke kuil dewa Yunani dengan disaksikan oleh sang budak. Kemudian sang majikan memberikan suatu tanda yang menandakan bahwa si budak sudah merdeka. Kepercayaan Yunani kuno ini mempunyai analogi dengan kemerdekaan yang kita peroleh dari dosa-dosa. Kemerdekaan rohani diperoleh akibat penebusan Kristus Yesus. Nyawa-Nya dikorbankan atau dijadikan pembayar supaya umat manusia bebas dari penjajahan dosa. Roma 6:18,22.
Roma 7:14. Sebelum manusia dimerdekakan, manusia terjual ke bawah dosa, seperti budak-budak belian terjual kepada majikan. Dosa menjajah seluruh anggota-anggota tubuh kita. Roma 7:23. Anggota tubuh kita ini begitu peka, sensitif terhadap perkara-perkara dosa. Sekarang ini dosa seksual, perjudian, korupsi, pembunuhan, terorisme, perampokan, semakin merajalela. Semua persoalan ini bersumber dari satu hal yaitu penjajahan dosa. Sehingga Paulus berkata : "Aku manusia celaka!" Roma 7:24. Karena dosa, banyak orang masuk penjara, saling membunuh, dlsb. Batin kita ingin berbuat yang baik tetapi daging ini selalu berbuat dosa. Tetapi kemudian Paulus menulis : "Siapa yang akan memerdekakan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah oleh Yesus Kristus Tuhan kita". Satu-satunya yang berkuasa membuat penjajahan dosa lenyap ialah Yesus Kristus. Orang yang datang kepada Kristus, menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat akan dimerdekakan dari dosa.
Penjajahan yang paling kejam dan sadis adalah penjajahan dosa. Karena itu Paulus berkata kalau sudah merdeka jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. Iblis selalu berusaha agar kita kembali berdosa. Perjuangan kebebasan dari dosa dilakukan terus menerus dengan Firman Tuhan. Yohanes 8:31,32. Kebenaran itu akan memerdekakan kamu. Kebenaran itu adalah firman Tuhan. Yohanes 8:36. Kata merdeka di sini disebut "apeleuteros" artinya manusia bebas, manusia yang merdeka. Karena itu setelah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat, maka kita harus belajar Firman Tuhan, dengar Firman Tuhan, baca Firman Tuhan dan melakukan Firman Tuhan. Firman Tuhan yang memerdekakan kita terus menerus.
Roma 8:1-2. Sekarang ini banyak pelajaran tentang kelepasan, tetapi Alkitab mencatat bahwa orang yang di dalam Kristus Yesus tidak ada penghukuman. Tetapi kemerdekaan itu perlu dipelihara dan dijaga. Setelah Kristus dan Firman, Roh Kudus menolong kita mempertahankan kemerdekaan kita dari hukum dosa dan hukum maut. Roh Kudus memberikan pertolongan, memberikan daya untuk memerdekakan kita dari kuasa dosa.
Kita sudah merdeka dalam Kristus. Kita merdeka secara komplit; merdeka dari penjajahan politik dan merdeka juga dari penjajahan rohani. Hiduplah terus dalam kemerdekaan itu. Setialah beribadah, rajin berdoa, lakukan Firman dan minta kepenuhan Roh Kudus supaya jangan dijajah lagi oleh dosa. Tuhan memberkati.| BACA JUGA INI : |