Maleakhi 1:6-14
Terkutuklah penipu, yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya, yang dinazarkannya, tetapi ia mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan
Firman Tuhan cukup keras kepada bangsa Israel. Bangsa Israel menipu dan menghina Tuhan dalam hal persembahan. Mereka mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan. Domba atau kambing kakinya buntung, matanya buta, kupingnya hanya satu, dll
Juga ada yang membawa binatang rampasan alias hasil curian, hasil korupsi, hasil judi, dll. (ayat 13). Dan ada juga telah bernazar untuk memberikan persembahan yang terbaik kepada Tuhan apabila dikabulkan Tuhan, tetapi setelah Tuhan memenuhi permohonannya, mereka lupa akan nazarnya (ayat 14). Sebelumnya ia menazarkan seekor domba yang gemuk, ternyata yang ia persembahkan adalah binatang yang cacat, persembahan-persembahan yang demikian membuat susah Tuhan. Tuhan menolak orang Israel (ayat 10). Tuhan menolak puji-pujian mereka, penyembahan mereka, doa-doa mereka, karena kesalahan mereka dalam berkorban. Bahkan kepada orang-orang yang menipu Tuhan dengan tegas berkata : terkutuklah (ayat 14).
Penipuan bukan hanya terjadi di luar gereja, tetapi di dalam gereja sekalipun hal ini bisa terjadi. Bd. I Korintus 5:11. Dalam jemaat Korintus ada banyak dosa, ada yang masalah seksual / percabulan, ada yang kikir atau pelit, bahkan ada yang menyembah berhala, dan penipu. Penyembah berhala bukan saja patung tetapi ada yang berhalanya pekerjaan, hobi, atau anaknya atau cucunya. Semua yang menggantikan posisi Tuhan sebagai nomor satu adalah berhala.
Maleakhi 3:8. Bangsa Israel bukan hanya menipu Tuhan dalam hal korban bakaran atau korban penghapus dosa tetapi juga dalam persembahan persepuluhan dan persembahan khusus.
Persembahan persepuluhan adalah sepersepuluh dari segala yang kita miliki. Tetapi persembahan khusus tidak ditentukan jumlahnya. Persembahan khusus adalah persembahan yang didorong hati. Keluaran 25:2. Persembahan khusus digunakan untuk pembangunan tempat-tempat / fasilitas bagi kemuliaan Tuhan, misalnya gereja, panti asuhan, dan juga untuk para imam, pelayan dalam pekerjaan Tuhan.
Bilangan 18:7,12, 13 hasil pertama dari segala yang terbaik diberikan kepada imam.
Jadi, orang Israel bersalah karena memberikan persembahan-persembahan yang cacat dan juga karena tidak melakukan dengan benar persembahan persepuluhan dan persembahan khusus. Persembahan khusus harus kita berikan dengan benar jumlahnya sesuai dorongan hati.
Apa akibatnya jika kita menipu Tuhan dalam persembahan-persembahan ini? Maleakhi 2:2. Berkat-berkat Tuhan berubah menjadi kutuk. Seharusnya kita menerima berkat-berkat tetapi Tuhan telah mengubah berkat-berkat itu menjadi kutuk, menjadi penyakit, menjadi kesulitan, menjadi pencobaan.
Tetapi jika kita membawa persembahan persepuluhan, persembahan khusus dengan benar maka Tuhan mencurahkan berkatNya. Maleakhi 3:10. Bahkan Tuhan bisa melakukan banyak hal di dunia ini supaya orang-orang benar diberkati (bd. Maleakhi 3:11). Semua yang dapat mengganggu penghasilan kita, berkat kita, dihalaukan Tuhan.
Ibrani 13:15-16. Biarlah kita terlatih membawa persembahan-persembahan yang Tuhan berkenan. Kalau Tuhan berkenan, bukan kutuk tetapi berkat yang kita terima. Sebaliknya kalau Tuhan tidak berkenan bukan berkat tetapi kutuk.
Karena itu pada Natal ini kita diingatkan tentang persembahan. Sekali-kali janganlah tidak menepati janji/nazar atau membawa persembahan yang cacat kepada Tuhan.
Yesus telah lahir di kandang Bethlehem, mati di Golgota, bangkit dan naik ke Surga. Begitu besar pengorbanan Yesus bagi kita. Oleh sebab itu kita musti hormati pengorbanan Yesus lewat persembahan-persembahan kita, supaya berkat-berkat yang Tuhan telah janjikan kepada kita tidak menjadi kutuk, tetapi tetap menjadi berkat. Puji Tuhan!
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 17 Desember 2006
| BACA JUGA INI : |