Banner

EFESUS 2:11-22

Salah satu keinginan saya selama ini yang belum terwujud adalah mengunjungi kota Berlin. Tetapi oleh kemurahan Tuhan minggu yang lalu saya bisa berada di kota ini dan bisa melihat secara langsung bekas tembok yang memisahkan kota Berlin.

Pada tahun 1945 usai Perang Dunia II, kota Berlin dibagi empat ; dibawah kekuasaan Rusia, Amerika, Inggeris dan Perancis. Pada Agustus 1961 dibangun satu tembok tebal yang panjangnya ± 46 km memisahkan antara Berlin Barat yang dikuasai Amerika, Inggeris, Perancis dengan Berlin Timur yang dikuasai Rusia (Uni Soviet).

Sehingga sejak tahun 1961 antara orang Berlin Barat dengan Berlin Timur tidak bisa saling bertemu. Tembok Berlin dikenal seluruh dunia dan tembok ini menjadi lambang pemisahan. Pemisahan antara anak dan orangtua, pemisahan keluarga dengan keluarga, pemisahan Saudara dengan saudara. Banyak orang berpikir apa mungkin tembok ini bisa runtuh. Tetapi pada bulan November 1989 kekuasaan komunis di Berlin Timur beramai-ramai merobohkan tembok itu sampai akhirnya rubuh total. Dan pada bulan Oktober 1990 Jerman Timur dan Jerman Barat menjadi satu negara. Ini sejarah yang luar biasa karena tembok yang menjadi lambang pemisahan itu roboh.

Nah, Iblis juga membangun tembok tetapi bukan tembok yang kelihatan melainkan tembok yang tidak kelihatan. Tembok itu adalah perseteruan, pemisahan, permusuhan antara orang Yahudi dan orang non Yahudi, antara orang yang memegang hukum Torat dengan orang yang disebut kafir. Sehingga tidak ada DAMAI SEJAHTERA antara keduanya tetapi permusuhan.

Di dunia ini banyak permusuhan dan yang membangunnya adalah Iblis. Iblis membangun tembok-tembok permusuhan antara orang kulit putih dan kulit hitam, antara negara dan negara, antara bangsa dan bangsa, antara anak dan orang tua, antara gereja dengan gereja, antara organisasi dengan organisasi, dlsb. Iblis tidak menghendaki adanya damai sejahtera. Iblis adalah anti damai sejahtera.

Tetapi perlu kita ketahui bahwa tembok permusuhan bisa roboh oleh Damai Sejahtera Kristus (ayat 14). Dalam perikop di atas kata DAMAI SEJAHTERA diulang sebanyak 5 kali. Damai sejahtera tidak bisa kita peroleh dari manusia atau suatu Badan yang didirikan manusia. Sebab satu-satunya Sumber damai sejahtera adalah Yesus Kristus. Efesus 2:14.

Iblis selalu memasang strategi untuk memasang tembok antara orang tua dan anak tidak cocok, antara suami dan istri tidak rukun. Tetapi di dalam Yesus tembok itu bisa dirobohkan. Yang jauh menjadi dekat, yang bermusuhan menjadi rukun.

Damai sejahtera dikerjakan dengan korban Yesus Kristus di bukit Golgotha, dengan darah Kristus.

Kita menghormati organisasi PBB yang bertujuan memperdamaikan dunia. Tetapi perdamaian yang dihasilkan PBB adalah sementara. Permusuhan-permusuhan hanya bisa roboh, pemisahan-pemisahan hanya bisa roboh apabila ada peranan pengudusan darah Kristus yang menguasai bangsa-bangsa, menguasai keluarga-keluarga.

Iblis bisa berhasil membangun tembok dalam keluarga, dalam pekerjaan, dalam gereja dan dimana-mana. Tetapi kita merobohkannya, menghancurkannya dengan darah Kristus. Ingatlah salib Kristus! Salib Kristus merobohkan tembok-tembok yang dibangun Iblis.

Ayat 19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah. Prinsip keluarga Allah ini sangat perlu ditanamankan dalam hidup berjemaat. Di dalam Yesus kita adalah keluarga Allah. Seringkali kekuatan perkerabatan darah manusia lebih kuat daripada perkerabatan darah Kristus. Perkerabatan darah Kristus kekal nilainya. Seringkali karena kumpul dengan keluarga, atau karena pesta keluarga, kita tidak beribadah. Kita lebih mengutamakan keluarga yang di dunia ini, padahal sekarang kita adalah keluarga Allah. Di dalam Keluarga Allah kita sama-sama anak Tuhan dan Allah Bapa kita. Tidak pandang siapa dia, kaya miskin, pangkat tinggi atau rendah, kita adalah anak-anak Tuhan, kita adalah keluarga Allah.
Ayat 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Gereja yang sempurna harus dibangun di atas dasar para rasul, para nabi dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Sekarang kita tidak tahu siapa rasul, siapa nabi dalam gereja tetapi suratan Efesus pasal 5 memberitahukan bahwa nanti akan nampak jelas lima jawatan di dalam gereja yaitu jawatan rasul, jawatan nabi-nabi, jawatan penginjil-penginjil, jawatan gembala-gembala dan jawatan guru-guru. Rasul, nabi, penginjil, gembala dan guru akan memberikan fondasi-fondasi iman kepada gereja.
Ayat 21 - Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapin tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Kristus kita bertumbuh, kita dibangun menjadi Bait Allah yang kudus dan Kristus sebagai Kepala Gereja.

Ayat 22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh. Yang dibangun bukan gedungnya tetapi diri kita, hidup kerohanian kita.

Jadi berkat yang paling istimewa bagi anak-anak Tuhan di akhir zaman ini adalah DAMAI SEJAHTERA KRISTUS YANG MENYERTAI KITA. Oleh sebab itu kita harus selalu mengundang kehadiran Yesus dalam hidup kita, dalam keluarga kita, supaya damai sejahtera Kristus menguasai dan merobohkan segala tembok-tembok pemisah di antara kita. Tuhan memberkati.

BACA JUGA INI :

Tanggapan untuk Artikel ini 

 
#1 2011-05-31 20:29
haleluya...
saya pinjam mau pake kata" yg di halaman ini dan halaman2 yg lain mau saya gunakan di halaman FB saya.... :D
sebelum dan sesudah... makasih ya....
ini halaman saya...
http://www.facebook.com/home.php?sk=group_190910607622864
Balas tanggapan
 

Kirim Tanggapan Anda


Banner
image
Image
Sekilas tentang GPdI Maranatha Medan
Senin, 26 Juli 2010
Kehadiran Gereja Pantekosta di Jalan Padang Bulan Gereja Pantekosta mendapat tempat ibadah permanen di Jalan Padang Bulan (sekarang Jln. S. Parman) Medan... Baca Selengkapnya...
Image
Sembuh oleh Kuasa DOA
Senin, 16 Januari 2012
Pada hari Sabtu yang lalu, 29 Oktober 2011, saya diserang penyakit yang membuat tubuh saya sebelah kanan (tangan dan kaki) lumpuh. Walaupun dalam keadaan... Baca Selengkapnya...
Image
Firman Tuhan Penuntun Hidupku
Minggu, 30 Januari 2011
Shalom! Saya bergembira mendapat kesempatan baik ini untuk menyaksikan kemurahan Tuhan dan pimpinan Tuhan dalam hidup saya. Tahun 1992 saya mengalami masalah... Baca Selengkapnya...
Image
DIPILIH DAN DIKASIHI TUHAN
Jumat, 12 November 2010
Tahun 1985 saya sudah melayani bersama beberapa hamba Tuhan di kota Medan. Kemudian saya berangkat Sekolah Alkitab. Setelah lulus Sekolah Alkitab, saya berdoa... Baca Selengkapnya...
Image
Maksimalkan Kekuatan Anti Kanker Brokoli
Sabtu, 13 November 2010
Cara pemasakan brokoli yang salah bisa menyebabkan kandungan pelawan kanker yang terdapat dalam sayuran berwarna hijau ini hilang. Namun, kini ada cara yang... Baca Selengkapnya...