YESAYA 38:1-8,21,22
Dalam Yesaya pasal 37 kita membaca tentang kerajaan Asyur, satu negara besar yang dipimpin raja Sanherib mengerahkan ratusan ribu pasukannya mengepung kota-kota besar di kerajaan Yehuda. Secara kekuatan perang kerajaan Yehuda kalah terhadap Asyur. Tetapi Hizkia datang ke bait Allah, ia memohon pembelaan Tuhan atas Yehuda. Lalu dengan perantaan nabi Yesaya, Tuhan memberitahukan kepada Hizkia bahwa raja Asyur tidak akan mengalahkan Yehuda, sebab Tuhan telah mengirim malaikatnya melawan tentara Asyur. Dalam tempo satu malam seratus delapan puluh lima ribu tentara Asyur tewas, dan pada malam itu juga raja Sanherib kembali ke negara Asyur dengan kekalahan. Tuhan menyatakan kuasa-Nya kepada raja Hizkia dan Yerusalem.
Itu sebabnya saya selalu menganjurkan kita untuk berdoa bagi kota kita, bagi propinsi kita, bagi negara kita. Akhir-akhir ini begitu banyak bencana menimpa bangsa kita. Dan setiap orang yang merindukan pemulihan negara ini harus berdoa kepada Tuhan. Kita harus berpaling kepada Tuhan.
Setelah negara Yehuda sudah aman dari serangan raja Asyur, kemudian muncul lagi satu bencana yang bukan menyangkut bangsa dan masyarakat Yehuda tetapi menyangkut pribadi raja Hizkia. Raja Hizkia menderita satu penyakit yakni satu luka semacam kanker dalam tubuhnya yang membuat dia hampir mati.
Dalam keadaan sakit biasanya kita ingin dihibur, ingin didoakan supaya sembuh. Tetapi Yesaya tidak demikian, ia berkata kepada raja Hizkia : Beginilah firman Tuhan : Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi. Sebagai nabi, Yesaya seyogianya mendoakan atau menyampaikan firman Allah yang memberikan semangat, tetapi sebaliknya dia menyampaikan pesan Tuhan yang tidak mengenakkan. Mendengar kabar sedih, raja Hizkia tidak frustasi, tidak panik, tidak marah dan tidak bersungut-sungut. Raja Hizkia menghadap ke dinding lalu berdoa kepada Tuhan.
Hizkia adalah seorang raja, seorang yang menyandang pangkat tertinggi di kerajaan Yehuda. Tetapi dia tahu bahwa jalan keluar satu-satunya dari masalah yang dihadapinya ini adalah DOA. Dia tahu betul bahwa kalau ia berdoa, Tuhan sanggup menolongnya.
Saya yakin bahwa kita semua sudah pernah berdoa dan sudah tahu berdoa. Apapun jabatan anda, pangkat anda, profesi anda, anda harus belajar berdoa. DOA adalah satu-satunya channel bagi manusia menyampaikan permohonan kepada TUHAN.
Dalam doa Hizkia, ada tiga hal yang ia ingatkan kepada Tuhan (ayat 3):
Aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia.
Siapkah anda seperti Hizkia, hidup setia kepada Tuhan. Banyak orang percaya meminta mujizat dan pertolongan Tuhan yang besar tetapi tidak bisa setia kepada Tuhan. Dapatkah anda seperti Hizkia berkata kepada Tuhan bahwa anda telah hidup setia kepada Tuhan?
Dengan tulus hati / ikut Tuhan dengan sepenuh hati (with wholehearted devotion - NIV).
Kepada Tuhan seringkali kita tidak berani untuk berkata bahwa kita mengikut Tuhan sepenuh hati. Tetapi Hizkia berani katakan kepada Tuhan bahwa ia sudah sepenuh hati mengikut Tuhan. Apakah anda sudah sepenuh hati mengikuti Tuhan? Acara keluarga, pekerjaan, profesi dan studi bisa membuat kita tidak sepenuh hati kepada Tuhan.
Aku telah melakukan apa yang baik di matamu.
Dalam pujian dan penyembahan sering kita berkata bahwa Tuhan itu baik dan sangat baik. Tetapi bisakah kita berkata kepada Tuhan bahwa kita telah hidup baik di hadapan Tuhan. Hizkia selalu berusaha berbuat yang baik kepada Tuhan.
“..Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat” (ayat 3). Dulu gereja-gereja Pantekosta disebut gereja 'partangis-tangis'. Tetapi dewasa ini jarang kita temukan orang Pantekosta berdoa dengan menangis. Hizkia adalah seorang raja, seorang yang berpangkat tinggi, tetapi ketika dia berdoa, dia dengan hancur hati dan menangis dengan sangat. Dalam Yohanes 11:35 kita juga membaca bahwa Yesus menangis waktu melihat tangisan Maria. Jadi dalam satu hal yang sangat penting kepada Tuhan jangan gengsi menangis. Kuasa berdoa dengan air mata itu sangat besar.
Maka berfirmanlah Tuhan kepada Yesaya : Pergilah dan katakanlah kepada Hizkia : Beginilah firman Tuhan, Allah Daud, bapa leluhurmu .... Tuhan mengingat Hizkia, pertama-tama karena Daud nenek moyangnya. Kisah 13:36 menjelaskan bahwa Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya. Dan pada setiap zaman Tuhan mempunyai kehendak yang harus dilaksanakan.
Ada dua kehendak Tuhan yang besar di zaman kita sekarang ini yaitu PEKABARAN INJIL dan MENYEMBAH TUHAN. Itu sebabnya saya tidak berhenti-hentinya mengajak saudara untuk bersaksi, memberitakan Injil, baik secara perorangan, melalui wadah-wadah pelayanan, ataupun melalui rumah-rumah yang anda buka untuk ber-jemsel. Pesan Tuhan pada zaman ini adalah Jadikanlah semua bangsa murid-Ku.
Berkat pertama yang diterima Hizkia adalah umurnya ditambahkan Tuhan 15 tahun lagi (ayat 5). Orang yang dekat dengan Tuhan bisa minta perpanjangan usia.
Berkat yang kedua adalah selama umur Hizkia Yerusalem aman. (ayat 6). Pemazmur berkata bahwa Tuhan memagari kita dengan pasukan malaikatnya. Resep supaya kita merima perlindungan dari Tuhan adalah dengan setia, sepenuh hati kepada Tuhan dan berbuat baik.
Tanda dari Tuhan bagi Hizkia bahwa Tuhan melakukan apa yang dijanjikan-Nya adalah : bayang-bayang pada penunjuk matahari buatan Ahas akan Kubuat mundur ke belakang sepuluh tapak yang telah dijalaninya. (ayat 8). Janji Tuhan kepada Hizkia diperkuat dengan satu fenomena alam. Kita tahu bahwa bumi yang mengelilingi matahari. Berarti kalau bayang-bayang penunjuk matahari itu mundur ke belakang berarti bumi berbalik. Hal serupa juga pernah terjadi pada saat Yosua ketika sedang berperang. Yosua 10:12-13. Matahari terlambat terbenam 12 jam, atau siang hari ditambahkan Tuhan waktunya selama 12 jam.
Para ilmuwan mengangap hal ini sebagai dongeng. Tetapi kita percaya bahwa Tuhan adalah pencipta alam semesta dan Dia mempunyai kedaulatan atas alam semesta ini. Tuhan berkuasa membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin. Sebab itu kita tidak bisa pandang enteng terhadap kejadian akhir-akhir ini. Ada daerah yang dulu tidak pernah banjir sekarang banjir. Ada negara-negara yang dulu tidak turun salju sekarang turun salju. Dulu tidak terjadi kemarau di bulan Desember, tetapi sekarang terjadi. Melalui kejadian-kejadian ini Tuhan sedang berbicara pertama-tama kepada gerejanya dan kedua Tuhan berbicara kepada dunia supaya bertobat.
Raja Hizkia kemudian mengucap syukur kepada Tuhan karena diberikan kesempatan untuk hidup lagi. (ayat 19-20). Setiap yang bernafas atau yang hidup harus memuji Tuhan. Orang percaya harus mengucap syukur senantiasa.
Jadi bagaimana dengan saudara, dapatkah anda mengingatkan Tuhan tentang sesuatu hal yang telah anda lakukan kepada-Nya? Lebih lama kita mengenal Tuhan maka persyaratan doa kita juga lebih banyak. Apakah anda sudah setia, apakah anda sudah mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati dan sudahkah anda melakukan yang baik kepada Tuhan? Tuhan Yesus memberkati!
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 18 Maret 2007 (Ibadah Raya I| BACA JUGA INI : |