YEREMIA 13:1-11
Nubuatan dalam ayat-ayat di atas disampaikan nabi Yeremia yang berdomisili di kerajaan Yehuda. Kita tahu bahwa setelah pemerintahan raja Salomo, kerajaan Israel terbagi menjadi dua : di sebelah utara adalah kerajaan Israel dan di selatan adalah kerajaan Yehuda. Dan kota Yerusalem terletak di Selatan yakni di kerajaan Yehuda.
Tuhan memerintahkan nabi Yeremia untuk membeli ikat pinggang dari kain lenan. Kain lenan biasanya dipakai oleh kaum pria, dan terutama kain lenan halus dipakai oleh para imam. Yeremia pergi membeli ikat pinggang itu lalu Tuhan menyuruhnya untuk memakainya dan ikat pinggang tidak boleh dicelupkan ke dalam air.
Tetapi kemudian Tuhan menyuruh Yeremia untuk membawa ikat pinggang itu ke sungai Efrat serta menyembunyikannya di celah-celah bukit batu di tepi sungai Efrat. Sungai Efrat dan sungai Tigris adalah sebuah sungai kembar yang berada di Babel. Ini satu jarak yang cukup jauh
bagi Yeremia yang tinggal di sekitar Yerusalem. Tetapi hal ini merupakan satu nubuatan bagi Yehuda, bahwa bangsa Yehuda nanti akan dibuang ke Babel. Yeremia adalah seorang nabi yang menyaksikan kota Yerusalem dihancurkan dan orang-orang Israel dibawa sebagai tawanan ke negeri Babilonia.
Lalu beberapa waktu kemudian, Yeremia disuruh Tuhan untuk mengambil ikat pinggang yang disembunyikan di tepi sungai Efrat. Dia pergi ke sungai Efrat ke tempat dimana dia menanam ikat pinggang itu. Dan dia kaget, ikat pinggang itu telah menjadi lapuk dan sama sekali tidak bisa digunakan. Ikat pinggang itu menjadi gampang dicabik dan tidak ada gunanya lagi.
Lalu Tuhan berkata bahwa ikat pinggang itu adalah bangsa Israel dan Yehuda. Dan arti rohani dari ikat pinggang itu adalah gereja Tuhan, orang percaya. Ikat pinggang itu tadinya sangat berguna untuk meringkaskan jubah supaya orang yang memakai jubah bisa berjalan lebih sigap, bisa bekerja, dll. Tetapi sekarang ikat pinggang itu telah lapuk dan tidak berguna untuk apapun. Demikianlah nasib kerajaan Yehuda dan Israel kelak. Kerajaan Israel terbuang ke kerajaan Asyria lalu kemudian menyusul kerajaan Yehuda dibuang ke Babel. Sampai hari ini, kira-kira sepuluh suku Israel itu yang terbuang di Asyur tidak pernah kembali ke Israel. Tetapi kerajaan Yehuda yang terdiri dari suku Yehuda dan Benyamin yang terbuang ke Babel, setelah 70 tahun kemudian mereka bisa kembali secara bertahap ke Yerusalem. Tetapi sekali lagi Israel atau orang Yahudi kembali dihancurkan oleh Jenderal Titus dan orang-orang Yahudi kemudian berpencar ke seluruh dunia, negara Israel hancur. Setelah Hitler memusnahkan bangsa Yahudi di Eropah, sedikit demi sedikit orang Yahudi kembali ke tanah Palestina dan mendirikan sebuah negara, itulah negara Israel sekarang.
Kenapa orang Israel dan Yehuda terbuang ? Penyebabnya adalah karena mereka congkak, mereka jahat, mereka enggan mendengar perkataan-perkataan Tuhan, mereka mengikuti kedegilan hati mereka, dan mereka menyembah allah lain/berhala (ayat 9-10).
Kalau Yehuda dan Israel bisa terbuang, kita juga bisa tidak berguna di hadapan Tuhan. Kita bisa hanya sebagai orang Kristen yang biasa-biasa saja, tanpa ada gunanya di mata Tuhan, apabila kita tidak mempunyai perbedaan dengan orang yang non Kristen ; orang non Kristen mabuk, orang Kristen juga minum minuman keras, yang non Kristen pecandu rokok, banyak orang Kristen juga pecandu rokok, non Kristen makan darah, ada orang Kristen juga makan darah, orang non kristen berjudi, ada orang Kristen juga berjudi, non kristen menipu, ada orang Kristen juga menipu, dllsb. Kalau kita masih demikian kita tidak ada gunanya di mata Tuhan.
Kenapa orang percaya itu dicontohkan dengan ikat pinggang?
Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah tadinya segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN, supaya mereka itu menjadi umat, menjadi ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar." (Yeremia 13;11).
Seandainya anda menjadi ikat pinggang seorang presiden, maka apabila presiden naik pesawat bagus maka anda juga naik pesawat bagus. Apabila presiden makan di restoran terkenal maka anda juga makan di restoran mahal dan ketika presiden jalan dan orang memberi hormat maka anda juga ikut dihormati.
Jadi maksud Tuhan dengan contoh ikat pinggang adalah apabila kita melekat pada Tuhan maka kita memiliki atau menikmati semua fasilitas-fasilitas Tuhan. Gereja Tuhan adalah ikat pinggang-Nya Tuhan. Orang percaya menjadi umat-Nya, menjadi ternama, terpuji dan terhormat. Oleh sebab itu, pada zaman ini gereja Tuhan harus kembali melekat kepada Tuhan seperti lekatnya ikat pinggang.
Berkat-berkat kepada orang yang melekat kepada Tuhan ialah :.
Mazmur 63:9 Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku. Apabila jiwa kita, hati kita melekat kepada Tuhan maka tangan Tuhan yang perkasa itu akan menopang kita. Saya anjurkan supaya jiwa kita selalu melekat kepada Tuhan, artinya di mana dan kapan pun kita selalu menyembah dan memuji Tuhan. Anda jangan malu untuk mengucapkan 'haleluyah', mengucapkan 'puji Tuhan' di mana pun kita berada, baik di pasar, di kantor, di kampus, di mana-mana saja selalu sembah Tuhan, selalu ada kontak dengan Tuhan. Mazmur 91:14-16. Berkat Tuhan sangat luar biasa kepada orang yang hatinya melekat kepada Tuhan. Tuhan akan meluputkan bila ada bahaya, Tuhan akan membentengi, Tuhan akan menjawab apabila kita berdoa, Tuhan akan menyertai kita dalam kesesakan, Tuhan akan memberikan panjang umur, dan Tuhan akan menyelamatkan kita.
Oleh sebab itu biarlah hati kita melekat kepada Tuhan, mulut kita selalu memuji Tuhan. Kalau saudara mau berguna di hadapan Tuhan, mau menjadi terhormat, terpuji dan ternama, anda harus melekat kepada Tuhan. Berkat Tuhan tercurah kepada orang-orang yang hatinya melekat kepada-Nya. Puji Tuhan.
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 25 Maret 2007 (Ibadah raya 1| BACA JUGA INI : |