MALEAKHI 2:1-5
Firman Allah ini ditujukan kepada suku Lewi atau para imam. Dan suratan Petrus berkata bahwa gereja Tuhan adalah imam-imam atau pelayan-pelayan Tuhan (I Petrus 2:9). Sekarang di jemaat kita ada 74 jemsel, tujuannya ialah supaya semua jemaat bisa melayani, bertumbuh dalam iman.
Kepada imam-imam atau gereja, Tuhan sudah berjanji akan memberikan damai sejahtera. Nabi Yeremia berkata bahwa rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera (Yeremia 29:11). Sekarang ini orang getol mencari dan mengejar kesejahteraan, tetapi mereka tidak mendapatkannya.
Tetapi pada perikop di atas kita membaca bahwa kepada imam-imam Tuhan mengubah berkat menjadi kutuk. Sebenarnya kutuk tidak ada lagi bagi orang Kristen, sebab semuanya telah dibayar oleh darah Yesus. Itu sebabnya saya tidak setuju kalau ada hamba Tuhan berdoa untuk pelepasan kutuk. Orang Kristen tidak lagi hidup di bawah kutuk. Tetapi kenapa kita sering bukan menerima berkat melainkan kutuk? Kita sendiri yang menempatkan diri kita di bawah kutuk. Berkat kita berubah menjadi kutuk. Kutuk itu antaralain : sakit penyakit, kemelaratan, kemiskinan, kesulitan, dll.
Pada kesempatan ini saya sampaikan 3 resep untuk mengubah kutuk menjadi berkat :
Prioritaskan Rumah Tuhan.
Hagai 1:9 “Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri”.
Situasi yang demikian bisa terjadi kepada orang Kristen. Kita memohon berkat banyak tetapi yang kita dapat sedikit, bahkan yang sedikit itupun dihembuskan Tuhan, tidak dapat dinikmati. Kenapa ? Oleh karena rumah Tuhan yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri. Rupanya dari zaman Hagai manusia sudah mempunyai alasan sibuk dan sibuk urusan diri sendiri. Tuhan tidak berkenan kepada orang yang hanya sibuk dengan urusan sendiri tanpa memperhatikan rumah Tuhan. Rumah Tuhan, memiliki dua pengertian :
a. Diri kita sendiri. Anda dan saya adalah tempat kediaman Roh Kudus. Tuhan tidak berdiam dalam gedung-gedung tetapi Tuhan berdiam dalam tubuh orang percaya. Tubuh ini adalah rumah Roh Kudus, rumah rohani. Berarti kita harus memberikan prioritas kepada rumah rohani. Kita harus memberinya makan dengan makanan Firman Tuhan. Kita harus menyediakan waktu khusus untuk mencari wajah Tuhan, untuk berdoa. Dan saya harap kita semua memberikan prioritas kepada rumah rohani. Banyak orang mengabaikan rohaninya akibatnya berkatnya sedikit.
b. Gereja / gedung. Saya pernah melayani di satu gereja. Saya melihat gerejanya begitu jelek, di mana-mana ada sarang laba-laba. Tetapi ketika saya pergi ke rumah jemaatnya saya kaget, rumahnya bagus sekali, sofanya bagus, televisinya juga bagus. Saya heran, anggota jemaat ini membiarkan gerejanya terbengkali padahal rumahnya hebat.
Saya harap kalau anda ingin berkat Tuhan mengalir terus, perhatikanlah rumah Tuhan, perhatikan rumah rohanimu dan perhatikan gerejamu.
Memberi kepada hamba-hamba Tuhan.
Yehezkiel 44:30 “Dan yang terbaik dari buah sulung apa pun dan segala persembahan khusus dari apa pun, dari segala persembahan khususmu adalah bagian imam-imam; juga yang terbaik dari tepung jelaimu harus kamu berikan kepada imam supaya rumah-rumahmu mendapat berkat.
Selama 26 tahun saya menjadi Gembala, Firman Tuhan ini saya lakukan, dan terbukti dengan berkat Tuhan yang saya dan keluarga terima. Banyak tamu dari dalam dan luar negeri ke gereja ini, dan saya dan istri selalu melayani mereka. Kalau kita undang hamba Tuhan makan, atau anda bayar hotel atau tiket mereka, kita tidak akan menjadi miskin. Bahkan Yesus berpesan, jika kamu memberikan air minum kepada hamba Tuhan maka kamu mendapat berkat besar. Apalagi lebih dari air minum, berkatnya pasti lebih besar. Firman Allah menyatakan supaya dari segala yang terbaik dan yang utama kita berikan kepada imam-imam. Saya menghimbau jemaat untuk belajar memberi atau memberkati para hamba-hamba Tuhan.
Hidup rukun.
Mazmur 133:1-3. Sebagai orang Kristen kita harus memperhatikan hal ini. Kenapa rumah tangga kita tidak dapat berkat, kenapa ibadah kita kurang berkat, kenapa gereja kita kurang mendapat berkat. Mungkin penyebabnya adalah kita kurang rukun. Suami-istri tidak rukun, sesama jemaat tidak rukun. Kita harus belajar mengampuni orang yang bersalah kepada kita dan mau hidup bersama dengan dia. Kita harus rukun karena Kristus mencintai persatuan. Di mana ada kerukunan ke situ Tuhan perintahkan berkat. Minyak berbicara dari urapan dan embun bicara dari Firman. Urapan Roh Kudus dan kuasa Firman akan turun kepada gereja yang bersatu dan rukun.
Oleh sebab itu, kalau anda ingin berkat Allah mengalir dalam rumah tangga anda maka belajarlah memprioritaskan rumah Tuhan, belajarlah memberkati hamba-hamba Tuhan dan belajarlah hidup rukun. Saya yakin Tuhan akan memerintahkan berkat kepada anda. Tuhan memberkati!
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 29 April 2007 (Ibadah ke-1| BACA JUGA INI : |