LUKAS 24:44-53
Setelah Yesus bangkit dari kubur, berkali-kali Dia menunjukkan diri ke berbagai-bagai orang khususnya kepada murid-muridNya. Yesus mempersiapkan kesebelas murid untuk meneruskan dan menyelesaikan pekerjaanNya. Dan saya yakin bahwa semua orang percaya juga diutus untuk menyelesaikan pekerjaan Yesus di atas muka bumi ini.
Ada empat hal yang perlu kita perhatikan dari ayat di atas :
Yesus membuka pikiran mereka. (ayat 45).
Terpilih menjadi salah satu dari 12 murid Yesus merupakan sesuatu yang istimewa dalam setiap hidup murid Yesus pada waktu itu. Hari ke hari pelayanan Yesus penuh dengan mujizat. Mereka merasa bahwa perjalanan dengan Yesus luar biasa enaknya. Tentu kita sebagai orang percaya juga sudah menikmati kebaikan dan keuntungan mengikuti Yesus. Tetapi lebih mendekati kayu salib, suasanya berubah. Murid-murid tidak mengerti ketika Yesus menjelaskan tentang tujuannya datang ke dalam dunia ini.
Bahkan mereka lebih bingung ketika Yesus berbicara tentang sengsara dan kematian yang akan dialamiNya. Karena murid-murid menganggap Yesus sebagai pelepas mereka dari jajahan Romawi. Dan ketika Yesus ditangkap mereka semua lari seperti domba yang tercerai-berai. Mereka tidak mengerti akan tujuan Yesus untuk melepaskan semua manusia. Waktu Yesus di salib mereka kecewa sekali.
Tetapi kemudian perasaan gembira yang luar biasa memenuhi mereka ketika melihat Yesus bangkit dari antara orang mati. Mereka mulai berpikir mengenai kebebasan mereka dari jajahan Romawi. Namun Yesus menjelaskan lebih luas maksud kedatangan-Nya ke dalam dunia ini yaitu bukan hanya untuk menebus manusia dari dosanya, tetapi agar karya penebusan Yesus untuk manusia dari dosa, oleh murid-muridnya harus diberitakan kepada semua orang, sampai semua generasi mendengar Injil.
Visi murid-murid dibukakan. Yesus membuka hati mereka. Roh Kudus memberi visi yang baru bahwa keselamatan bukan hanya bagi saudara dan keluargamu, tetapi untuk semua makhluk yang belum mendengar akan nama Yesus. Setiap jiwa harus tahu bahwa Yesus sudah mati bagi mereka. Dan kita menjadi penyambung lidahnya untuk mendatangkan kabar yang baik ini.
Yesus mempercayakan murid-murid. (ayat 46 47)
Kedua belas murid Yesus merupakan orang-orang yang penuh dengan kelemahan. Mereka semua mempunyai sifat manusiawi yang perlu disempurnakan, yang perlu dibentuk. Menjelang kenaikan Yesus ke sorga, Dia menyerahkan tugas pelayanan ini dalam tangan mereka. Kalau mereka dipercaya, kita juga menerima pesan yang sama, kuasa yang sama, untuk keselamatan jiwa-jiwa. Hidup Yesus sebagai manusia menjadi teladan bahwa kita sebagai manusia, bisa dipenuhi Roh yang sama, dgn kuasa yang sama dan dapat mengerjakan mujizat-mujizat yang sama seperti yang Yesus telah lakukan.
Ayat ini juga memberitahukan bahwa Yesus sudah selesai melatih mereka dan akan mengutus mereka. Bd. Yohanes 14:1-3,12. Pekerjaan Yesus akan dilakukan oleh orang percaya, bahkan pekerjaan yang lebih besar dari Yesus lakukan. Saya kira bahwa membangkitkan orang mati adalah pekerjaan yang paling besar. Lalu kenapa Yesus berkata bahwa kita akan melakukan pekerjaan yang lebih besar dari pekerjaan Yesus. Yesus berbicara mengenai luasnya pekerjaan yang akan dilaksanakan anak Tuhan di atas muka bumi ini. Bukan hanya satu orang yang akan melakukan pekerjaan Yesus tetapi semua orang yang percaya dipercayakan untuk pekerjaan ini. Kita harus percaya bahwa Allah akan pakai kita. Yesus juga berkata bahwa Dia akan mengirim Penolong yaitu Roh Kudus bagi orang percaya. Yohanes 14:16,17. Roh Kudus diutus Allah untuk memenuhi hati kita. Bd. Efesus 3;20. Segala pekerjaan dan segala kemungkinan dapat dilaksanakan oleh anak-anak Tuhan.
Roh Kudus turun. (ayat 49).
Kepada murid-murid Yesus berpesan supaya jangan pergi kemana-mana, jangan berbuat-buat apa-apa sebelum Roh Kudus turun ke atas mereka.
Ada empat manifestasi Roh kudus dalam hidup Yesus (Lukas 3) yaitu turun ke atasNya, berlimpah-limpah dalam Dia, penuh dengan kuasa, dan diurapi.
Saya percaya bahwa kita semua mempunyai tugas luar biasa yang dikerjakan Roh Kudus melalui iman yang bertindak.
Murid-murid bersukacita dan berani. (Ayat 52)
Waktu Yesus mati di kayu salib, murid-murid takut, susah, bahkan malu. Tetapi dalam ayat ini ditulis mereka penuh dengan sukacita. Sebab sekarang mereka mengerti masa depannya, mereka mengerti mengapa mereka ada di atas muka bumi, untuk memberitakan tentang pertobatan dan pengampunan dosa. Sehingga kenaikan Yesus ke sorga bukanlah sesuatu yang menyedihkan bagi mereka sebab mereka tahu bahwa ketika Yesus tiba di sorga, Dia mengirimkan Roh Kudus yang memberikan kuasa, pengurapan dan kekuatan.
Dalam keadaan manusia yang terbatas ini, seringkali kita berpikir apa mungkin saya bisa dipakai Tuhan, karena kegagalan saya begitu banyak, karena kekecewaan begitu banyak menimpa saya. Kita sama seperti murid-murid Yesus. Ketika mereka melihat Yesus naik dan Roh Kudus turun, mereka menjadi orang-orang yang paling berani di seluruh dunia, yaitu untuk menyaksikan, memberitakan tentang Yesus.
Gereja Tuhan sekarang harus bangkit, punya visi, penuh dengan iman, dan percaya bahwa Allah akan memakai kita.
| BACA JUGA INI : |