I YOHANES 4:7-21
Tanggal 14 Februari 2008 yl merupakan tanggal yang didambakan sebagian besar kawula muda. Sebab pada tanggal ini negara-negara maju orang merayakan Valetine Day atau hari Kasih Sayang. Hari kasih sayang ini umumnya diperingati oleh orang-orang muda dan keluarga-keluarga muda yang saling menyatakan cinta antara satu dengan yang lain.
Sebenarnya hampir semua orang tidak mengetahui sejarah yang jelas tentang Hari Valentine. Ada orang berkata bahwa seorang bernama Valentinus yang mati syahid dihukum oleh kaisar Romawi karena tidak mau berperang. Orang yang bernama Valentinus ini terkenal suka berbuat baik. Kaum Katolik menjadikan Valentinus sebagai orang suci. Dan setelah kehadiran pos, orang-orang mulai berkiriman kartu ucapan kasih sayang yang kemudian disusul dengan munculnya kartu valentine beranekaragam yang berisikan kata-kata kasih sayang.
Namun Cinta-Kasih orang Kristen tidak mengacu kepada Valentine tetapi kepada Tuhan Yesus Kristus. Sebab sebelum adanya Valentine, Allah sudah ada. Dua kali dalam ayat di atas tertulis bahwa Allah adalah Kasih. (I Yohanes 4:8,16). Orang Kristen bukan hanya pada tanggal 14 Februari saja memperingati dan mempraktekkan kasih tetapi harus setiap saat, setiap hari. Silahkan anda merayakan Valentine Day tanggal 14 Februari tetapi anda harus mempunyai kasih setiap hari.
Matius 22:37. Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. ” Alkitab pertama sekali mengajar kita untuk mengasihi Allah. Hukum nomor satu dari nomor satu adalah MENGASIHI ALLAH. Mengasihi Allah tidak boleh setengah hati, tetapi dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap kekuatan. Salah satu ekspresi orang mengasihi Tuhan adalah memuji dan menyembah Tuhan. Dalam pujian dan penyembahan kita mengekspresikan kasih dan cinta kita kepada Tuhan. Oleh sebab itu orang Kristen tidak boleh lalai dalam pujian dan penyembahan. Ciri orang yang tidak mengasihi Tuhan adalah tidak menyukai pujian-penyembahan kepada Tuhan.
Pertama, kita wajib mengasihi Tuhan.
Namun, kalau kita baca dalam I Yohanes pasal 4 bahwa kita tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak kelihatan tanpa kita mengasihi orang yang dapat kita lihat. Karena itu mengasihi Allah berarti juga harus mengasihi orang yang kita lihat, orang yang dekat dengan kita. Siapakah yang harus kita hasihi?
Kedua : Mengasihi istri. Efesus 5:25,28,33. Ayat ini biasanya saya khotbahkan pada pernikahan. Tetapi kepada orang-orang yang sudah lama menikah pun ayat ini perlu diingatkan. Acuan suami untuk mengasihi istri bukanlah presiden atau pejabat tinggi lainnya. Acuan kita adalah Kristus. Dalam Efesus pasal 5, tiga kali suami diperintahkan supaya mengasihi istri. Dan sebaliknya istri tunduk kepada suami. Orang yang mengasihi istrinya berarti mengasihi dirinya sendiri. Suami istri Kristiani harus saling mengasihi.
Kasih kepada Allah harus diawali dalam suami istri.
Ketiga : Mengasihi anak-anak. Mazmur 103:13. ”Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.” Kasih orang tua kepada anak-anak juga mengacu kepada kasih Tuhan. Seringkali orang tua sibuk dengan pekerjaan, dengan bisnis, dan lupa kepada anak. Sehingga ada orang tua yang lupa anaknya kelas berapa, atau anaknya sekolah di mana. Orang tua Kristen haruslah mengasihi dan memperhatikan anak-anaknya. Ada anak-anak yang bandel, jahat, bodoh, namun orang tua wajib tetap mengasihi mereka.
Kasih harus diterapkan dalam keluarga.
Keempat : Mengasihi Saudara-saudara. 2 Petrus 1:7. ”dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.” Saudara-saudara juga harus kita kasihi. Mungkin ada saudara yang jahat, yang berbuat curang kepada kita, namun Alkitab memerintahkan kita untuk mengasihi semua saudara-saudara kita. Melalui jemaat sel dan wadah pelayanan kita saling memperhatikan, saling peduli, saling mendorong sesama anggota jemaat.
Kasih harus diterapkan dalam jemaat.
Kelima : Mengasihi sesama kita. Matius 22:39. ”Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia (love your neighbour = kasih kepada tetangga) seperti dirimu sendiri.” Setiap Ibadah Doa Puasa jemaat di gereja kita, selalu didoakan masyarakat yang tinggal di lingkungan Petisah Hulu, para tetangga-tetangga kita supaya dijamah dan diberkati Tuhan. Bahkan setiap tahun di hari Natal kita selalu menyantuni masyarakat pra-sejahtera di sekitar lingkungan gereja dengan memberikan sembako. Kita diwajibkan Tuhan untuk mengasihi sesama kita, mengasihi tetangga-tetangga kita.
Kasih harus ditunjukkan kepada komunitas kita, kepada masyarakat.
Keenam : Mengasihi yang memusuhi kita. Lukas 6:27. "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu.”
Iblis adalah musuh kita, bukan manusia.
Kasih harus diperlihatkan kepada orang-orang yang berseberangan dengan kita.
Ketujuh : Mengasihi yang membenci kita, mencaci kita, dan mengutuk kita. Lukas 6:27,28. Mengasihi musuh dan mengasihi orang yang membenci, mencaci dan mengutuk kita merupakan satu tindakan yang sangat berat untuk dilakukan. Tetapi saya yakin, kalau kita belajar mengasihi keluarga : istri, anak, saudara dan juga mengasihi sesama, maka saya percaya Tuhan akan menguatkan kita untuk mengasihi musuh kita. Inilah prinsip yang membuat orang Kristen berbeda dengan orang lain. Kita tidak pernah diperintahkan untuk melawan melainkan mengasihi.
Kasih harus berani memaafkan siapa saja.
Bagaimana cara kita mengasihi orang yang kita lihat ?
1. Berdoa Mendoakan Mengampuni. Lukas 6:27,37.
2. Berbuat baik. Lukas 6:27
3. Berkati. Lukas 6:28, Roma 12:10-15
Kita semua mempunyai karakter yang bermacam-macam yang seringkali menghambat kita untuk mengasihi, memaafkan. Tetapi anak-anak Tuhan harus mengikuti karakter Kristus yang mau mengasihi, mengampuni, memberkati. Puji Tuhan!
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 17 Feb 2008 (II)
| BACA JUGA INI : |