II Samuel 5:6-10, I Tawarikh 11:4-9
Dalam ayat-ayat di atas kita membaca tentang raja Daud merebut kota Yerusalem dari tangan orang Yebus. Sebelumnya Daud sudah diurapi menjadi raja Israel tetapi Daud hanya memerintah suku Yehuda yang ibukotanya Hebron. Tujuh tahun kemudian barulah Daud diurapi menjadi raja untuk seluruh Israel dan merebut kota Yerusalem dari bangsa Yebus. Kota Yerusalem adalah kota strategis yang kemudian oleh Daud dijadikan Ibukota Kerajaan Israel.
Sebenarnya kota Yerusalem adalah milik pusaka suku Benyamin, anak bungsu Yakub. Yosua 18:20-28. Masing-masing dari dua belas anak Yakub mendapat pembagian tanah di Israel. Benyamin mendapat satu kawasan yang sangat strategis yaitu Yerusalem dan beberapa kota terkenal lainnya. Tetapi apa yang terjadi ? Hakim-hakim 1:21 menjelaskan ”Tetapi orang Yebus, penduduk kota Yerusalem, tidak dihalau oleh bani Benyamin.......” Walaupun kota Yerusalem sudah diwariskan kepada suku Benyamin tetapi suku Benyamin tidak mau merebutnya dari bangsa Yebus. Padahal Tuhan akan menyertai mereka kalau mereka merebutnya. Bd. Hakim-hakim 1:22 - Tuhan menyertai keturunan Yusuf ketika menyerang Betel. Jadi, sekitar 410 tahun kota Yerusalem dibiarkan saja tetap dikuasai bangsa Yebus, walaupun sebagian orang Benyamin sudah bermukim di kota itu.
Ada dua alasan suku Benyamin tidak merebut Yerusalem yaitu tembok/kubu pertahanan kota yang kokoh serta adanya orang-orang buta dan timpang ditempatkan di atas benteng itu. II Samuel 5:6. Itu sebabnya walaupun telah diberikan Tuhan kepada suku Benyamin, mereka enggan merebutnya.
Ketika Daud mau merebut Yerusalem, penduduk Yebus berkata kepada Daud: "Engkau tidak sanggup masuk ke mari." I Tawarikh 11:5. Perkataan yang serupa juga pernah dikatakan raja Saul kepada Daud ketika menantang raksasa Goliat. I Samuel 17:32. Saul berkata kepada Daud : Engkau tidak mungkin (not be able = tidak akan sanggup) untuk menghadapi Goliat. Iblis atau dunia selalu membisikkan perkataan-perkataan yang melemahkan kita, yang mendakwa kita, yang membuat patah semangat kita. Akhirnya tidak ada gairah hidup, percaya kepada nasib, dan mudah menyerah.
Secara fisik Goliat memang jauh lebih besar dan lebih berpengalaman dalam berperang. I Samuel 17:4-7. Tinggi Goliat sama dengan enam hasta sejengkal = 3,25 meter. Ketopong tembaga ada di kepalanya. Memakai baju zirah seberat lima ribu syikal tembaga kira-kira 140 kilogram. Memakai penutup kaki dari tembaga. Di bahunya ia memanggul lembing tembaga. Mata tombaknya saja seberat enam ratus syikal besi, sekitar 10 kilogram. Akan tetapi Daud tidak gentar sedikit pun untuk menghadapi Goliat. I Samuel 17:45. Daud tidak membawa senjata. Hanya 5 batu licin dan katapel. Namun Daud datang dengan nama Tuhan. (I Samuel 17:45). Sebelumnya Samuel telah mengurapi Daud dengan minyak, dan Roh Tuhan menguasai Daud. Itulah kekuatan dan kesanggupan Daud sehingga mampu mengalahkan Goliat dan juga berhasil merebut kota Yerusalem yang kurang lebih empat abad dibiarkan suku Benyamin.
Apa makna rohani dari kesuksesan Daud ini bagi gereja Tuhan sekarang ini? Gereja Tuhan harus merebut capaian rohani yang tinggi. Kita ingin supaya penduduk kota Medan, penduduk Sumatera Utara dan Indonesia direbut buat Tuhan Yesus. Oleh sebab itu apa yang Tuhan pesankan kepada gereja Tuhan di zaman Perjanjian Baru ini?
1. REBUT WAKTU. Efesus 5:15-16 5:15
”Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”
Firmanlah Allah mengingatkan kita supaya memperhatikan cara kita hidup, jangan seperti orang bebal atau orang goblok tetapi seperti orang arif. Orang arif artinya orang pandai + berhikmat + bijaksana. Kemudian Allah berkata : ”pergunakanlah waktu yang ada = beli habis (terj. Yunani) = redeeming the time (Ingg) = tebus waktu. Kita diperintahkan untuk merebut waktu sebab hari-hari ini jahat. Waktu bagi kita selalu kurang ; waktu waktu untuk bekerja, mengurus keluarga, nonton tv, ngobrol, baca buku, olah raga, dan banyak lagi. Waktu itu seakan-akan kurang untuk semua aktivitas kita. Karena itu yang pertama sekali kita rebut dalam hidup ini adalah waktu untuk Tuhan. Sangat bagus kalau anak-anak kita mengikuti segala macam les, tetapi berikan waktu mereka untuk beribadah, untuk sekolah minggu. Mungkin hari-hari kita begitu sibuk, begitu capek, begitu padat, tetapi rebut waktu anda untuk beribadah, rebut waktu untuk berjemsel, rebut waktu untuk membaca Firman Tuhan, rebut waktu untuk berdoa.
2. REBUT BENTENG/KUBU MANUSIA. II Korintus 10:-6.
Sebenarnya di dunia ini kita sedang dalam status berperang. Namun peperangan kita bukanlah peperangan fisik tetapi peperangan rohani. Peperangan kita adalah merubuhkan kubu-kubu Iblis yang membuat orang sulit percaya kepada Tuhan. Menghancurkan kubu-kubu kemiskinan yang membuat banyak orang menderita. Melenyapkan kubu-kubu penyakit yang membuat banyak orang susah. Peperangan kita adalah peperangan dalam alam roh untuk melawan dan membinasakan segala tipu muslihat dan kelicikan Iblis, yang membuat manusia jauh dari Tuhan.
3. BENTUK PASUKAN ROHANI. Efesus 6:10-19.
Karena peperangan kita adalah peperangan rohani maka perlu pasukan rohani serta senjata rohani. Dan puncak dari segala senjata rohani adalah doa, permohonan, syafaat, dan doa dalam Roh. Pasukan rohani dalam berdoa. Tuhan mau gerejanya pada akhir zaman menjadi pasukan rohani. Kekuatan pasukan rohani kita yang pertama adalah keluarga, kemudian jemsel-jemsel dan wadah-wadah pelayanan lainnya. Doa adalah senjata rohani yang harus dimiliki semua gereja Tuhan.
Saya berdoa dan berharap agar jemaat GPdI Maranatha berhasil merebut sesuatu yang terbaik, yang tertinggi, dan dipakai Tuhan dalam pelayanan, diberkati Tuhan dalam pekerjaan, memiliki bisnis yang berhasil, dlsb. Dengan kuasa Tuhan saudara akan capai itu sebab kita bukanlah si kalah atau orang pecundang. Kita malahan lebih dari pemenang. Roma 8:37. Kita sanggup karena Tuhan menyertai, karena Roh Kudus ada pada kita, karena Kristus mengasihi kita. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan. Maju terus dalam Tuhan. Anda adalah pemenang. Rebut dan menang!
Haleluyah!
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 24 Feb 2008 (II)
| BACA JUGA INI : |