Lukas 24:1-12
Sebenarnya setiap hari Minggu umat Kristiani merayakan kebangkitan Yesus. Sebab Yesus bangkit pada hari Minggu, hari pertama minggu itu. Oleh karena itu sesudah kebangkitan Yesus ibadah orang Kristen tidak lagi hari Sabtu sesuai Torat tetapi menjadi hari Minggu. Memang di semua hari kita bisa beribadah, tetapi hari Minggu adalah hari spesial perayaan kebangkitan Yesus. Karena itu
itu tidak heran kalau dalam Ibadah raya minggu lebih banyak puji-pujian, sukacita, musik, tarian, daripada ibadah jemsel atau wadah pelayanan.
Pada kebangkitan Yesus, kaum perempuan selalu menjadi primadona. Karena Maria ibu Yesus, Maria Magdalena, Salome, Yohana, dan beberapa perempuan lainnya setia terus mengikuti Yesus sampaiketika Ia disalib, dan pagi subuh Minggu sudah hadir di pekuburan Yesus. Sedangkan semua murid-murid pria telah lari terbirit-birit tatkala Yesus disiksa dan disalibkan. Waktu Yesus masih dikubur, perempuan-perempuan itu pergi membeli rempah-rempah untuk membalsem mayat Yesus, seperti tradisi waktu itu. Tetapi waktu mereka pagi hari ke kubur, tampak batu besar yang menutup kuburan Yesus sudah bergeser dan mayatnya tidak ada lagi. Mereka bingung dan bertanya-tanya di mana mayat Yesus. Tiba-tiba tampak dua orang laki-laki berpakaian berkilau-kilauan (menurut penafsir Alkitab kedua orang ini adalah Musa dan Elia 2 saksi kebangkitan Yesus) berkata : "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit.” Kisah kebangkitan Yesus ini bisa kita baca dalam empat Injil yang diuraikan secara menarik dan saling mengisi.
Tahun 1971 saya kenal seorang hamba Tuhan Finlandia yang datang ke Medan dengan Kapal Ebenezer, yang datang dari Finlandia untuk memberitakan Injil di Indonesia dan sebelumnya di beberapa negara lainnya. Beliau bersaksi bahwa dalam pelayanannya pernah dua orang mati bangkit. Satu orang di Tiongkok dan satu orang lagi di Srilanka. Ketika orang yang didoakan itu bangkit maka terjadi kehebohan. Kalau ada orang mati bangkit tentu saja hal itu sesuatu yang istimewa dan mengherankan.
TUHAN BANGKIT
1 Korintus 6:13-20 ”... Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” Tubuh kita sudah bangkit! Tubuh kita sudah dibayar lunas karena itu tubuh ini bukan milik kita lagi tetapi untuk kemuliaan Tuhan.
Menurut ayat-ayat di atas, ada tiga hal yang perlu kita perhatikan dalam tubuh memuliakan Allah :
- Menjaganya dari makanan. Semua makanan adalah halal, tidak ada yang haram. Kecuali, jangan makan darah, jangan makan makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala, dan jangan makan daging binatang yang mati dicekik yang darahnya tidak tumpah ke tanah. Memang semuanya boleh kita makan tetapi tidak semua berguna. Kalau anda mengidap sakit asam urat, jauhilah makan kacang-kacangan. Waktu berada di Belanda saya diajak makan di satu restoran yang terkenal dengan steaknya. Betul, setelah tiba di restoran itu di hadapan saya dihidangkan steak 300gr. Tapi yang saya makan hanya sedikit mengingat kondisi kesehatan saya yang tidak boleh makan banyak daging. Kalau semua saya makan, boleh jadi besoknya tidak bisa melayani. Jadi makanan harus dijaga karena tubuh ini adalah milik Kristus dan untuk memuliakan Tuhan.
- Menjaga tubuh dari perzinahan. Perjizanahan berarti melakukan persekutuan dengan hal-hal yang bukan milik kita.
- Tubuh ini diperuntukkan sebagai rumah Roh Kudus. Melalui penyaliban Yesus, manusia diperdamaikan dengan Allah. Hubungan kita dengan Allah menjadi dekat sekali. Bahkan kita memanggil Tuhan dengan sebutan BAPA. Hubungan yang dekat sekali, antara anak dengan bapa. Namun dalam I Korintus 3:16, 6:19 dijelaskan bahwa Roh Kudus diam dalam tubuh kita. Tubuh kita spesial dan mulia di hadapan Allah.
Karena itu tubuh kita harus BANGKIT memuliakan Tuhan. Tubuh ini bukan milik kita lagi melainkan milik Kristus.
YESUS HIDUP
Galatia 2:20a ”namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.”. Uraian di atas menjelaskan bahwa tubuh ini adalah milik Kristus. Namun dalam ayat ini kita membaca bahwa bukan saja tubuh, tetapi dalam seluruh kehidupan kita Kristus hidup. Dan hidup dalam Kristus adalah hidup karena percaya bukan karena melihat. II Korintus 5:7. Berapa persen kita percaya kepada janji Tuhan maka sedemikianlah akan jadi. Kehidupan Kristiani adalah karena iman. Hidup dalam Kristus tidak bisa dengan rasio, dengan pikiran atau indra lainnya, hanya dengan percaya, dengan iman.
Hidup dalam Yesus adalah HIDUP karena percaya, karena iman (Roma 1:17)
KRISTUS MENANG
Wahyu 5:5. Yesaya 11:1-2. Yesus disebut sebagai Singa dari Yehuda, tunas Daud, yang membuka tujuh meterai, telah MENANG. Yesus adalah Pemenang. Yesus selalu membawa kita di jalan kemenangannya. II Korintus 2:14. Itu sebabnya pujian kita berkata ”kita lebih dari pemenang”, sebab Tuhan selalu mengaruniakan kemenangan kepada anak-anakNya. Dan syarat untuk menerima kemenangan adalah tinggal di dalam Yesus.
I Korintus 15:57. ”Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” Kemenangan itu bukanlah dicari-cari tetapi Tuhan yang memberikan kepada kita orang percaya.
Apa tandanya kalau kita menang. I Korintus 15:58.
”Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”
Jadi dalam kemenangan Kristus kita harus proaktif, berjerihlelah, sebab jerih payah kita tidak sia-sia. Giatlah dalam beribadah, dalam ibadah wadah pelayanan, dalam ibadah jemsel, dan dalam kegiatan-kegiatan pelayanan lainnya. Tuhan memberkati!
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, 23 Maret 2008 (II)
| BACA JUGA INI : |