YOHANES 21:1-4. Bandingkan Lukas 5:1-10Setelah Yesus bangkit, Dia masih tinggal di dunia selama 40 hari. Dan dalam jangka 40 hari itu Yesus beberapa kali menampakkan diri kepada murid-muridNya sebagai bukti bahwa Ia bangkit, Dia hidup. Di antaranya adalah penapilanNya di danau Galilea, kepada murid-muridNya. Yesus menampakkan diri dalam satu cara yang mirip dengan suasana pada waktu pertama sekali Simon dan teman-temannya dipanggil menjadi murid Yesus.
Baca Lukas 5:1-10. Waktu itu Petrus dan teman-temannya semalam-malaman mencari ikan di laut tetapi tidak mendapat apa-apa. Kemudian Yesus naik ke perahu Simon dan berkata : "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Lalu Simon menyahut : "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." Ada dua hal penting yang dimiliki oleh Simon yaitu percaya dan patuh kepada Yesus. Percaya harus selalu diikuti kepatuhan. Kemungkinan besar ketika Yesus menyuruh Petrus untuk menebarkan jala di tempat yang dalam, timbul keraguan dalam benak Petrus sebab Yesus bukanlah seorang nelayan profesional sedangkan pekerjaan Petrus dan kawan-kawannya memang adalah penangkap ikan. Tetapi Simon percaya kepada Yesus sebab sebelumnya mereka sudah dengar pengajaran Yesus. Percaya atau iman datang dari pendengaran dan pendengaran akan Firman Allah. Ketika jala ditebarkan, mereka mendapat ikan yang sangat banyak sampai jalanya koyak. Kemudian Simon memuji dan memuliakan Tuhan. Lalu Yesus berkata : ”mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." Tuhan mentransformasi Simon dari penjala ikan menjadi penjala manusia. Ikan merupakan kiasan jiwa-jiwa atau manusia. Habakuk 1:14. Akhirnya Petrus dan teman-temannya meninggalkan profesi nelayan dan mengikut Yesus selama 3 ½ tahun. Mereka mendengar ajaran Yesus. Mereka melihat Yesus melakukan mujizat luar biasa. Mereka bergaul dengan Yesus.Namun mereka kecewa ketika Yesus mati, walaupun kemudian bersukacita begitu mengetahui bahwa Yesus bangkit. Tetapi sesudah bangkit, Yesus tidak setiap hari lagi bersama murid-muridNya. Itu sebabnya Petrus mengajak rekan-rekannya untuk kembali menjadi penangkap ikan alias nelayan, kembali ke cara hidup yang lama.Lalu hari itu terjadilah peristiwa yang sama persis 3½ tahun lalu ketika Yesus memanggil mereka menjadi penjala manusia. Sebagaimana dulu mereka bekerja semalam-malaman dengan hasil nihil demikian juga terjadi hari itu, sepanjang malam mereka tidak mendapat hasil apa-apa. Pada saat itu Yesus muncul di pantai dan berkata : "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Mereka menjawab : "Tidak ada." Jarak antara Yesus dengan murid-murid sekitar 200 hasta (± 90 meter). Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Yohanes 21:5,6. Waktu itu mereka tidak kenal suara Yesus, tetapi spontan murid-murid patuh kepada suara itu, dan hasilnya mendapat banyak ikan. Kalau kita mau berhasil, mau sukses, harus melatih untuk peka kepada Firman Tuhan. Kita dengar suara Tuhan, kita amenkan dan kita lakukan. Keadaan murid-murid saat itu sedang frustasi, capek, letih, tetapi ketika Yesus perintahkan untuk menebarkan jala di sebelah kanan perahu, mereka mendengarnya dan mereka berhasil mendapat ikan-ikan besar dan banyak. Kedua peristiwa ini menjadi satu pelajaran berharga bagi kita. Dalam Lukas 5:1-10 Petrus dan teman-temannya tidak berhasil menangkap ikan tetapi ketika Yesus naik ke perahu mereka maka mendapat ikan banyak sekali. Kembali dalam Yohanes 21:1-4 murid-murid tidak berhasil menangkap ikan tetapi ketika Yesus berdiri di pantai dan memberikan arahan maka murid-murid berhasil. Berarti dalam setiap aktivitas kita memerlukan kehadiran Yesus. Dalam setiap usaha dan kegiatan jangan lupakan Yesus. Jangan pernah berpikir bahwa anda bisa melakukan segala sesuatu tanpa Tuhan. Undang Yesus dalam segala dimensi kehidupan kita. Hidup tanpa Yesus adalah kehidupan yang tidak menentu, bahkan gagal. Tetapi kalau kita menerima Yesus, pasti Tuhan tidak pernah tinggalkan dan pada akhirnya Tuhan karuniakan kemenangan.Ikan-ikan besar yang didapat Petrus berjumlah 153 ekor ikan dan jalanya tidak koyak. Saya berpikir, kenapa jumlah ikan yang mereka tangkap sangat detil ditulis yaitu 153 ekor. Beberapa komentator Alkitab berpendapat bahwa angka 153 itu maksudnya adalah 153 jenis ikan di danau Galilea. Juga kemungkinan waktu itu baru ada 153 bangsa. 153 bangsa harus dibawa kepada Yesus. Tetapi ketika saya renungkan angka ini, maka saya dapati bahwa kalau ditambahkan 1+5+3 jumlahnya adalah 9. Angka 9 adalah angka Roh Kudus. 9 buah Roh Kudus. Galatia 5:22-23 9 karunia Roh Kudus I Korintus 12:4-11. Jadi, di sini Yesus memberikan pesan kepada murid-muridNya bahwa kalau engkau menangkap ikan dengan kuasa Roh Kudus, engkau tidak akan jenuh, tidak frustasi, melainkan akan menangkap ikan yang besar-besar dan jala tidak akan koyak. Tanpa kuasa Roh Kudus kita akan lemah, tidak berhasil, kurang sukses. Sebentar lagi kita akan peringati kenaikan Yesus ke sorga. Tetapi ingat bahwa ketika Yesus naik ke sorga, Roh Kudus turun ke dunia menggantikan peranan Yesus untuk menyertai semua orang percaya. Dengan penyertaan Roh Kudus kita akan sukses memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan. Ketika murid-murid tiba di tepi pantai, di sana sudah tersedia roti dan ikan bakar. Darimana datangnya roti dan ikan itu? Tentu Yesus yang menyediakannya, sebab Dia Allah yang ajaib dan punya banyak cara. Daerah atau kawasan di dunia ini yang sulit untuk pemberitaan Injil maka Tuhan akan menggunakan caranya. Misalnya, peristiwa pertobatan penduduk satu kota kecil di Maroko. Tidak ada penginjil yang bisa masuk ke desa itu, tetapi suatu malam, semua penduduk desa itu bermimpi satu jenis mimpi yang sama. Dalam mimpi mereka melihat seorang berpakaian putih berkata : Akulah Jalan Keselamatan, Akulah Isa Almasih. Akhirnya mereka mencari orang untuk menjelaskan siapakah Isa Almasih itu. Lalu seorang misionari menjelaskan tentang Isa Almasih. Dan seluruh penduduk kota itu menerima Yesus sebagai Juruselamat mereka. Ketika saya berada di Finlandia beberapa minggu lalu, saya berkesempatan makan siang dengan pemimpin Keymedia. Keymedia adalah satu badan yang memberitakan Injil melalui berbagai media; televisi, radio dan khususnya internet. Mereka menginjil lewat website berbahasa Arab yang menjangkau 22 negara di Timur Tengah. Dalam satu tahun website mereka mempunyai 24 juta hits. Dan sekitar 3-4 juta orang mendownload bahan-bahan penginjilan dalam bahasa Arab. Sehingga mereka mempunyai 7 kantor regional di 22 negara itu untuk menampung semua email yang masuk. Mereka memberitakan Injil lewat internet ke kawasan yang tidak memiliki penginjil.Kemudian dalam Yohanes 21:15 Yesus bertanya kepada Petrus "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Pertanyaan ini diajukan Yesus sebanyak tiga kali. Petrus ingat, ia pernah mengkhianati Yesus sebanyak 3 kali sebelum Yesus mati di salib. Lalu jawab Petrus : Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata ”gembalakanlah” dalam bahasa Yunani artinya beri makan. Apa makanan itu? Firman Tuhan. Petrus disuruh memberikan Firman Tuhan, disuruh beritakan Injil. Dan setelah penuh Roh Kudus maka Petrus dengan berani memberitakan Injil dan menangkap banyak ikan-ikan/jiwa-jiwa.Jadi, kita perlu bangkit! Tuhan mau supaya anak-anaknya bangkit. Jangan meninggalkan panggilan Yesus untuk memenangkan jiwa. Memenangkan jiwa bisa melalui cara hidupmu, perkataanmu, dan pekerjaanmu.
Kalau anda mulai goyah, mulai tidur imannya, saudara harus bangkit. Ingat, anda bukanlah orang yang gagal tetapi berhasil jangan kembali kepada cara hidup yang lama. Dan jangan lupakan Yesus dalam segala aktivitasmu. Tuhan memberkati!
Ringkasan Khotbah, Minggu 30 Maret 2008 (II)| BACA JUGA INI : |