Yesaya 40:31
“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
Kata menanti-nantikan Tuhan dalam Alkitab terjemahan New King James disebut “wait” yang artinya menunggu Tuhan. Dalam terjemahan NIV digunakan kata “hope” yang berarti berharap pada Tuhan. Sedangkan dalam bahasa Ibrani disebut “qavah” yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan to bind together (diikat bersama).
Dan dalam ayat di atas dicatat bahwa orang yang diikat bersama dengan Tuhan, orang yang berharap kepada Tuhan akan mendapat kekuatan baru (shall renew their strength - akan dibaharui kekuatannya).
Kekuatan kita perlu dibaharui selalu.
Dewasa ini, handphone menjadi satu kebutuhan yang sangat penting. Melalui handphone kita bisa berkomunikasi ke seluruh dunia. Bahkan sekarang ada hp sekaligus televisi + komputer + camera. Namun, handphone dengan segala kecanggihannya bisa tidak berguna kalau baterainya lemah.
Demikian juga dengan pelayanan kita. Tidak ada gunanya kita sebagai pendeta, sebagai penatua jemaat, sebagai jemaat lama, sebagai pelayan di gereja, tanpa kekuatan yang selalu dibaharui Roh Kudus. Sebab kekuatan itu bisa berkurang, bisa hilang kalau tidak ”di-charge”. Itu sebabnya selama 10 malam berturut-turut kita mengadakan Ibadah khusus kepenuhan/pengurapan Roh Kudus, supaya kita medapat kekuatan baru, semangat yang baru, urapan yang baru dari Roh Kudus.
Kalau sudah dibaharui, mereka akan seperti rajawali naik terbang dengan kekuatan sayapnya (they shall mount up with wings like eagle - mereka akan terbang dengan sayap-sayap bagai rajawali). Salah satu keistimewaan burung rajawali adalah sayapnya. Rajawali bisa terbang sangat tinggi dengan kekuatan sayapnya.
Ketika saya membuka ensiklopedia tentang burung di perpustakaan saya, maka saya temui bahwa sayap burung rajawali panjangnya antara 3,5 m 7,5m. Tingginya 1m 1,40 m. Beratnya 15 kg. Namun yang membuat saya kaget, ternyata kecepatan rajawali antara 160km/jam - 400 km/jam. Bd. Ulangan 28:49,
Ayub 9:26, Amsal 23:5.
Ketika rajawali mengembangkan sayapnya dan melayang-layang maka tampaklah keindahan dan kehebatan rajawali.
Kata ”melayang-layang” dalam Alkitab pertama sekali kita dapati dalam kitab Kejadian 1:1-2. ”Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.”
Antara kejadian 1 ayat 1 dengan Kejadian 1 ayat 2 terjadi peristiwa yang sangat tragis dan mengerikan, yaitu pemberontakan Lucifer kepada Allah. Baca Yesaya 14:12-15. Kemudian Tuhan menghukumnya dengan mencampakkannya ke bumi yang mengakibatkan bumi rusak. Akhirnya dalam ayat dua kalimat terakhir kita membaca bahwa Roh Allah melayang-layang di atas bumi. Allah mengutus Roh-Nya untuk membersihkan atmosfir bumi yang menjadi markas besar Iblis.
Jadi yang melayang-layang pertama sekali dalam Alkitab sama seperti rajawali adalah Roh Kudus.
Dalam Ulangan 32:11-12 kita membaca bahwa perlindungan Tuhan diumpamakan seperti sayap rajawali yang dikembangkan.
Mengapa sayap rajawali begitu penting maknanya bagi kita sebagai gereja Tuhan. Mari kita baca Wahyu 12:13-14. Naga itu adalah setan atau iblis. Sedangkan perempuan itu adalah gereja Tuhan. Naga itu berusaha memburu perempuan yang baru melahirkan anak laki-laki itu. Dari sini kita pelajari bahwa sejak awal gereja Tuhan adalah musuhnya iblis. Itu sebabnya Paulus mengingatkan orang Efesus bahwa kita sedang dalam status perang. Efesus 10:10-18. Peperangan kita bukan peperangan fisik melainkan peperangan rohani, yakni antara rohani kita dengan iblis.
Ketika perempuan itu dikejar iblis, kepadanya diberikan dua sayap besar burung nasar supaya ia bisa terbang jauh dari jangkauan Iblis. Perempuan itu terbang ke padang gurun dan di sana ia dipelihara selama 3 ½ masa atau 3 ½ tahun (1 masa = 1 tahun).
Sebelum Yesus datang kembali, akan ada masa pemerintahan antikristus di dunia ini selama 3 ½ tahun. Dunia akan dikuasai oleh antikristus. Tetapi gereja yang sempurna akan terbang dengan dua sayap burung nazar yang besar ke satu tempat yang masih di dunia ini.
Dua sayap burung nazar ini adalah dua kali ganda kepenuhan Roh Kudus. Dan hanya orang yang memiliki dua sayap burung nazar, double portion kepenuhan Roh Kudus yang bisa terbang, yang terhindar dari aniaya antikrist. Kalau tidak, maka gereja itu tidak bisa terbang, tidak bisa menyingkir dari aniaya antikris. Ia selamat tetapi harus dibayar dengan darahnya.
Orang yang penuh Roh Kudus akan terbang digaibkan oleh Tuhan? Mungkinkah hal itu bisa terjadi? Baca Kisah PR 8:38-40. Dalam kisah ini kita membaca tentang Filipus yang dilarikan oleh Roh Tuhan setelah selesai bersaksi dan membaptis salah seorang sida-sida dari Etiopia. Roh Kudus tiba-tiba melarikan Filipus ke Asdod. Kecepatan Roh Kudus lebih dari kecepatan suara dan kecepatan cahaya.
Jadi, alangkah pentingnya sayap burung nazar, dua kali ganda kepenuhan Roh Kudus dimiliki setiap orang percaya. Juga, pada akhir zaman gereja Tuhan akan mendapat tekanan yang luar biasa. Tetapi satu-satunya kekuatan kita adalah kalau kita punya dua sayap burung nazar, dua kali ganda urapan Roh Kudus. Haleluyah, Tuhan memberkati!
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 4 Mei 2008 (II)
| BACA JUGA INI : |