Matius 25:1-9
Dalam perikop di atas Yesus mengajar tentang hal kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Sepuluh gadis ini adalah gambaran dari gereja Tuhan atau orang percaya. Kesepuluh perempuan ini terbagi dua ; lima gadis yang bijaksana dan 5 gadis yang bodoh. Mereka sama-sama mempunyai minyak, sama-sama mempunyai pelita dan sama-sama bersiap untuk menyambut mempelai laki-laki sebagai gambaran dari Yesus Kristus. Perbedaan antara dua kelompok perempuan ini adalah gadis yang bijak mempunyai persedian minyak, sedangkan gadis yang bodoh hanya memiliki minyak yang di dalam pelitanya.
Minyak dalam perumpaan ini adalah
gambaran dari Roh Kudus. Yang membuat gadis bijaksana itu lebih istimewa dari gadis yang bodoh adalah karena mereka mempunyai persediaan minyak. Mempunyai persediaan berarti berlimpah, meluap. Dan menurut hemat saya bahwa persediaan minyak ini berbicara dari kepenuhan Roh Kudus setiap hari.
Selama sepuluh malam berturut-turut telah diadakan ibadah doa kepenuhan/pengurapan Roh Kudus di gereja kita. Dalam setiap ibadah diuraikan tentang apa dan siapa Roh Kudus dan pentingnya Roh Kudus dalam hidup orang percaya. Namun saya mengingatkan seluruh jemaat, bahwa kepenuhan Roh Kudus bukan hanya pada ibadah sepuluh malam ini, tetapi harus setiap saat, harus setiap hari. Kepenuhan Roh Kudus harus menjadi pengalaman kita setiap hari. Setiap hari kita bisa berbahasa roh sebagai tanda dipenuhkan Roh Kudus. Orang yang berbahasa roh membangun dirinya sendiri, membangun hubungan yang lebih indah dengan Tuhan. Itu sebabnya kita harus menjaga dan memelihara agar Roh Kudus tetap tinggal dalam hidup kita. Orang tua juga harus mengajarkan kepada anak-anak tentang perlunya dipenuhkan Roh Kudus, tentang pentingnya berbahasa roh.
”Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!” Ketika semua orang tidur, mempelai itu datang pada tengah malam. Kesepuluh gadis itu bergegas tetapi sayang, gadis yang bodoh itu kehabisan minyak. Waktu tengah malam artinya akhir zaman. Pada akhir zaman akan timbul beragam kesukaran, beragam isu yang menakutkan, dlsb. Di akhir zaman kita tidak bisa 'tidur' rohani. Kita musti bangun, bersiap, jangan tertidur. Memang sebagaian orang Kristen ada yang menjadi lemah karena menganggap bahwa janji kedatangan Yesus keduakalinya tidak benar alias bohong. Mereka menjadi lemah dan tidur rohani. Namun, setiap janji Allah pasti digenapi. Itu sebabnya Roh Kudus harus ada dalam hidup kita, untuk menguatkan, menyegarkan dan memampukan kita menantikan janji Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang tahu waktu kedatangan Yesus keduakalinya. Bd. Roma 11:34. Namun orang yang penuh Roh Kudus, orang yang sungguh-sungguh menyelidiki Firman Tuhan tahu dengan melihat tanda-tanda zaman.Jadi bagaimanakah hidup anda menyambut kedatangan Yesus keduakalinya? Adakah anda sudah dipenuhkan Roh Kudus. Hari Minggu yang lalu gembala sudah mengkhotbahkan tentang dua sayap burung nasar yang akan menyingkirkan orang yang dipenuhkan Roh Kudus ketika antikristus berkuasa penuh di bumi ini. Sedangkan orang tidak menerima kepenuhan Roh Kudus akan ditindas dan disiksa antikris. Memang mereka bisa selamat tetapi keselamatan mereka harus ditebus dengan nyawanya. Gadis yang bijaksana itu memerintahkan lima gadis yang bodoh, yang tidak mempunyai persediaan minyak supaya pergi membeli minyak kepada penjual minyak. Penjual minyak yang adalah metafora dari Roh Kudus adalah Yesus. Alkitab dengan jelas mencatat bahwa Yesus adalah Pembaptis Roh Kudus. Baca Yohanes 1:33. Sekali lagi, Roh Kudus sangat penting bagi hidup kita semua. Bd. Efesus 1:14, II Korintus 1:22. Jangan tunggu besok atau lusa untuk menerima Roh Kudus. Hari ini minta dan rindukanlah Roh Kudus dalam hidupmu. Karena itu bagaimana kita bisa menerima kepenuhan Roh Kudus? (1) dengan berdoa. Kisah 4:31. Anda bisa meminta Roh Kudus memenuhi hidup saudara. (2) dengan memuji dan menyembah Tuhan. Kisah 2:1-4. Hadirlah dalam setiap pertemuan-pertemuan ibadah. (3) melalui mendengar Firman Tuhan. Kisah 10:48. Iman datang dari pendengaran, dan pendengaran akan Firman Tuhan.
Saya berdoa dan berharap agar Roh Kudus memenuhi semua jemaat GPdI Maranatha. Tuhan memberkati!
Ringkasan Khotbah Pdt. Lenny Wakkary, Minggu 11 Mei 2008
| BACA JUGA INI : |