Di Indonesia, selama sepuluh tahun belakangan ini terjadi beberapa kali kenaikan harga BBM. Terakhir terjadi pada bulan Mei 2008 lalu. Kenaikan harga BBM ini mempunyai dampak negatif yang luar biasa untuk perekonomian negara kita. Ketika saya berada di Amerika, seorang hamba Tuhan dari Sulawesi Utara menghubungi saya untuk melayani Ibadah syukuran ulang tahun dan renovasi gerejanya pada pertengahan bulan Juni ini. Tetapi setelah saya tiba di Medan, saya dikabari bahwa ibadah syukuran itu ditunda berhubung renovasi gedung gereja belum rampung karena langkanya bahan bangunan di toko-toko akibat krisis harga-harga sebagai dampak kenaikan harga BBM. Dunia sekarang dilanda krisis ekonomi yang besar. Di Amerika, banyak rumah-rumah disita oleh bank karena tidak sanggup membayar cicilannya. Di banyak negara terjadi krisis pangan, karena harga makanan pokok meningkat drastis.
Sebagai orang percaya kita tahu bahwa dunia kita ini tidak akan lebih baik. Di satu sisi pembangunan memang sangat hebat dan luar biasa, tetapi di sisi yang lain bencana alam sangat dahsyat menimpa banyak kawasan bumi ini. Di awal tahun saya bersaksi tentang pesatnya pembangunan di China. Tetapi bulan lalu kita menyaksikan puluhan ribu orang tewas dan banyak bangunan hancur karena goncangan gempa bumi di sana. Sebuah kota di Amerika, New Orleans, tenggelam oleh hantaman ombak dan badai Katrina. Di Myanmar, topan Nargis mengakibatkan kematian puluhan ribu manusia.
Sekarang ini dunia ditekan dengan berbagai macam persoalan berat. Oleh sebab itu saya mengajak anda untuk menghayati Firman tentang ajakan Tuhan kepada Abraham untuk “melihat ke langit”.
KEJADIAN 12:1-6
Beberapa tahun sebelum peristiwa ini Tuhan sudah menjanjikan berkat keturunan kepada Abraham, yang waktu itu sudah berusia 75 tahun. (Kejadian 12:1-3). Tetapi janji belum kunjung tiba. Abraham mulai risau, ia tidak akan mempunyai anak. Hingga suatu malam, dalam sebuah penglihatan, Tuhan kembali berfirman kepada Abraham : "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." Tuhan tahu keadaan Abraham. Abraham kaya-raya tetapi hatinya penuh kerisauan, kemungkinan ahli warisnya bukanlah seorang anaknya tetapi Eliezer hambanya. Tetapi kemudian Tuhan membawa Abraham ke luar dari kemahnya. Waktu di luar, Tuhan berkata : “Coba lihat ke langit”.
Apa artinya Tuhan mengajak Abraham untuk melihat ke langit? Yesaya 66:1 - Beginilah firman TUHAN: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku...” Bumi yang besar ini ternyata cuman tempat berpijaknya Allah. Tetapi langit yang besar itu adalah tahta Allah.
Apa kesan kita waktu melihat ke langit :
1) Allah itu BESAR, karena Langit sangat-sangat luas
Mazmur 70:5 - Biarlah bergirang dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu selalu berkata: "Allah itu besar!”. Orang Kristen harus selalu bersukacita dan selalu berkata Tuhan itu besar. Tuhan perintahkan supaya semua orang percaya selalu berkata bahwa ALLAH ITU BESAR. Iblis selalu membuat sepertinya Allah itu kecil dan percaya selalu berkata bahwa ALLAH ITU BESAR. Iblis selalu membuat sepertinya Allah itu kecil dan persoalan kita sangat besar. Tetapi kita harus menghayati kebesaran Tuhan itu luar biasa.
Karena Allah besar, maka iman kita juga harus besar. Matius 12:28. Kalau iman kita besar, maka berkatnya pasti besar. Kalau berkat besar maka perpuluhan juga harus besar. Seringkali kita minta berkat besar, tetapi persembahan kita kepada Tuhan biasa-biasa saja. Kita berkata Allah itu besar, tetapi kita hidup biasa-biasa saja.
Karena Allah besar, maka doa orang percaya sangat besar kuasanya. Yakobus 5:12. Kesulitan semakin besar, maka doa kita juga musti besar, musti meningkat. Sebab berkat Tuhan yang besar bisa melampaui harga-harga yang membubung tinggi.
Karena Allah besar, maka korban harus besar. Lukas 21:4. Seorang janda dipuji Yesus karena memberikan korban yang besar.
Kita musti melatih selalu berkata Allah itu BESAR dan berbuat sesuai dengan apa yang kita katakan. Doa kita musti doa yang punya kasiat besar. Korban kita harus meningkat, jangan terus begitu-begitu saja, kalau tidak berarti omongan kita tidak benar. Saya saksikan dalam hidup saya, saya selalu berkata Allah besar, dan saya alami bahwa Allah itu besar kuasanya.
2) Langit adalah Tahta Allah
Tahta artinya kursi raja. Tahta disini adalah Tahta Allah. Bd. Yesaya 66:1. Tugas Raja yang bertahta ialah memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Kesejahteraan itu bisa berbentuk kesehatan, kecukupan materi, dlsb. Suratan Ibrani menulis : “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” Ibrani 4:16. Tahta Allah itu adalah tahta anugerah, tahta kasih karunia. Tahta yang memberikan pertolongan pada waktunya. Tuhan tidak akan pernah membiarkan kita melainkan memberikan pertolongan, memberikan jalan keluar dan kemenangan, tepat pada waktu kita membutuhkannya.
3) Bintang-bintang di langit. Mazmur 147:4 ”Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya.”
Bintang-bintang di langit, semuanya Tuhan berikan nama.
Beberapa orang memberi nama untuk anjingnya. Ada juga orang yang memberi nama untuk boneka atau milik kesayangannya yang lain. Tetapi umumnya yang diberi nama dan mempunyai nama adalah manusia. Dan dalam ayat di atas dikatakan bahwa Tuhan memberikan nama kepada bintang-bintang. Jadi manusia itu, yang jumlahnya sangat banyak, sebenarnya adalah milik Tuhan. Oleh sebab itu kita musti kembalikan kepada Tuhan. Dan kepada Abraham Tuhan berkata bahwa bintang-bintang di langit adalah miliknya. Jadi ketika kita melihat ke langit, kita melihat visi penginjilan dunia yang besar. Pertama yang bisa kita lakukan untuk penginjilan dunia adalah berdoa. Berdoa bagi Indonesia yang mayoritas penduduknya belum terima Yesus. Berdoa bagi negara-negara yang masih tertutup terhadap Injil.
Dalam kesulitan besar yang terjadi saat ini menjadi satu kesempatan bagi orang percaya untuk menunjukkan Tuhan yang besar. Dalam situasi sulit ini, gaji anda bisa naik. Anda bisa bersaksi dan orang akan datang kepada Yesus.
Paling sedikit 1 orang dalam satu tahun harus bisa kita bawa kepada Tuhan. Dan saya yakin, di akhir zaman Tuhan memakai banyak orang percaya, banyak pelayan-pelayan untuk memenangkan jiwa. Kita dapat ajak ke gereja atau kepada persekutuan di rumah-rumah (Jemsel).
Melalui Firman Tuhan ini saya mengajak Anda untuk keluar dari segala hiruk-pikuk tekanan situasi dunia ini, keluar dari kepanikan orang-orang yang tidak senang dengan kenaikan-kenaikan harga, dan melihat bahwa masih ada Tuhan yang BESAR, Tuhan yang bertahta di langit. Dan tahta Tuhan itu mengalirkan kuasa pertolongan Tuhan pada waktunya.
Roh Kudus menguatkan kita, mendamaikan pikiran kita. Tuhan Yesus memberkati!
| BACA JUGA INI : |