II Raja 6:8-18
Kerajaan Israel selalu dalam status perang dengan Kerajaan Aram. Kerajaan Aram jauh lebih kuat dari kerajaan Israel baik dari jumlah tentaranya maupun persenjataannya. Kerajaan Aram juga mempunyai seorang raja yang hebat mengatur strategi perang. Namun tentara Aram selalu gagal menghadang pasukan Israel walaupun dengan strategi perang yang hebat. Hal itu membuat raja Aram marah dan menyangka adanya pengkhianat di kalangan tentara Aram. Ternyata setelah diselidiki didapati bahwa di tengah-tengah Israel ada seorang nabi yang hebat bernama Elisa, yang selalu mengetahui setiap strategi perang raja Aram sebelum menyerang Israel. Raja Aram kemudian menyiapkan pasukan yang sangat besar untuk mengepung nabi Elisa. Pasukan berjalan kaki, pasukan berkuda dan pasukan kereta dikerahkan hanya untuk menangkap seorang nabi.
Ketika pelayan Elisa melihat bahwa kota telah dikepung pasukan Aram, ia ketakutan dan memberitahukan kejadian itu kepada tuannya Elisa. Elisa berkata : "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka." Pelayanan itu tidak mengerti maksud Elisa. Lalu nabi Elisa meminta kepada Tuhan supaya dibukakan mata hambanya. Mata yang dimaksudkan Elisa disini adalah mata spiritual, mata rohani dari pelayannya. Mata yang bisa melihat ke alam roh. Ketika Tuhan membuka mata pelayan itu maka tampaklah kuda dan kereta berapi di sekeliling Elisa. Ketika melihat hal itu pelayan itu kaget dan bersukacita.
Kita semua mempunyai dua mata jasmani. Peranan mata sangat penting sekali. Kitab Amsal berkata bahwa mata adalah pelita hati. Tetapi sebagai anak-anak Tuhan kita perlu mata rohani yang bisa melihat dalam alam roh. Mata rohani pelayan Elisa harus dibukakan supaya bisa melihat dalam alam roh akan kuda dan kereta berapi yang dikirim Tuhan untuk melindungi Elisa.
Kita harus mampu melihat dalam ROH --> baru kita lihat keajaiban Tuhan
Banyak orang Kristen, percaya kepada Yesus, rajin masuk gereja, tetapi hanya mempunyai mata jasmani yang sangat terbatas jangkauannya. Bahkan suka menyanyikan lagu-lagu tentang kebesaran Tuhan, namun ia melihat Tuhan sangat kecil. Sebab ia melihat dari kacamata jasmani yang terbatas sekali, yang tidak mampu menembus alam roh. Apabila kita mampu melihat dalam alam roh maka kita akan melihat keajaiban, kedahsyatan dan keagungan Tuhan. Akan menyaksikan yang tidak mungkin menjadi mungkin, yang mustahil menjadi tidak mustahil. Karena itu mata rohani harus dibukakan supaya kita bisa melihat kuasa Tuhan yang lebih besar.
Kita harus melihat Sang PENCIPTA, bukan hasil ciptaan. Mazmur 121:1-2
Daud berkata : ”Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.”
Kota Daud yaitu Yerusalem dikelilingi gunung-gunung. Di gunung-gunung itu ada gua-gua yang sering para pemberontak dan perampok bersembunyi. Menurut Daud mungkin ada orang-orang di gunung-gunung yang bisa menolongnya. Memang seringkali kita melayangkan mata kepada apa saja di dunia ini yang bisa menolong kita. Tetapi kemudian Daud mengaku bahwa pertolongannya bukan datang dari gunung-gunung, bukan dari daratan, bukan juga dari langit tetapi dari Pencipta langit dan bumi yaitu Tuhan.
Puji Tuhan kalau anda mempunyai rumah yang besar, punya mobil yang mewah, punya usaha yang berhasil. Tetapi mata anda jangan terpaku kepada uang, kepada perkebunanmu, kepada kekayaan bumimu. Sebab kekayaan bumi ini tidak akan ada tanpa adanya Tuhan yang menciptakannya. Memang secara spontan mata kita selalu mencari pertolongan dari dunia, tetapi pemazmur berkata pertolonganku bukanlah dari langit dan bumi melainkan datang dari Tuhan. Tuhan itu Roh adanya maka kita hanya bisa melihatnya dengan mata rohani.
Kita harus melihat Tuhan di surga dengan kerendahan hati dan penyerahan. Mazmur 123:1-2.
Zaman dahulu masih ada hamba atau budak yang tidak memiliki hak sama sekali. Tangan majikannya sangat berarti bagi seorang budak. Dan isyarat dari tangan seorang tuan dapat menentukan hidup ataupun matinya seorang budak. Itu sebabnya mata seorang budak memelas kepada tuannya.
Mata yang mampu melihat dalam alam roh, mampu melihat keajaiban dan kebesaran Tuhan haruslah mata yang rendah hati dan penuh penyerahan. Jangan mengharapkan pertolongan Tuhan dengan sikap sombong. Di depan Tuhan kita semua hamba. Ini saatnya untuk melihat pertolongan Tuhan yang ajaib dalam kehidupan kita tetapi kita harus mempunyai sikap rendah hati. Karena kalau kita angkat tangan maka Tuhan turun tangan dan kalau kita turun tangan maka Tuhan pun angkat tangan. Kita musti mempunyai hati yang selalu mendekat dengan Tuhan, hati yang rendah dan menyerah kepada Tuhan untuk melihat pertolongan yang tidak ada batasnya.
Melihat pertolongan Tuhan dalam alam Roh --> hidup dalam IMAN. 2 Korintus 5:7
Ayat ini mengajar kita untuk melatih diri melihat dalam alam roh. Hidup orang percaya bukanlah karena melihat. Kalau anda bisa melihat dengan mata spiritual maka saya yakin anda akan lebih bersemangat lagi mengikut Tuhan. Karena yang saudara pandang adalah janji-janji Tuhan yang luar biasa. Hidup kita bukanlah hidup karena melihat tetapi percaya yaitu iman.
Sekarang banyak keajaiban dunia oleh karena kecanggihan teknologi pengetahuan. Namun saya juga percaya bahwa di akhir zaman ini Tuhan akan mengadakan mujizat yang lebih besar. Oleh sebab itu penting sekali kita hidup / berjalan di dalam iman. Kita mempunyai Tuhan yang besar dan kita bisa demonstrasikan tentu dengan iman yang besar.
Puji Tuhan! Haleluyah!
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 22 Juni 2008 (Ibadah Raya ke-2)
| BACA JUGA INI : |