II Tawarikh 36:14-21
Dalam ayat di atas kita membaca tentang orang-orang muda, orang-orang tua, imam-imam, pemimpin-pemimpin serta rakyat Yehuda yang berubah setia kepada Tuhan. Mereka menajiskan diri dengan berbagai perbuatan keji. Sehingga Tuhan berulangkali mengirimkan pesan (sent warning), mengirimkan peringatan melalui utusan-utusan-Nya. Tuhan memberikan peringatan-peringatan kepada orang Yehuda karena Ia sayang kepada bangsa itu. II Taw 36:15. Tuhan memperingatkan orang-orang muda, juga orang tua.
Namun, orang Israel tidak mau mendengar dan mengabaikan peringatan Tuhan, lalu Tuhan murka. Jangan pernah meremehkan peringatan Tuhan. Kalau kita masih ditegur, diperingati, berarti Tuhan masih sayang (compassion), Tuhan menaruh belas kasihan kepada kita. Tuhan mengirim utusan-utusan-Nya supaya umatNya jangan binasa.
Orang Yehuda tidak menghiraukan peringatan Tuhan, malah mengolok-olok, meremehkan serta menghina nabi-nabiNya. Jangan suka mengejek ataupun mengecilkan pekerjaan Tuhan dan menganggap remeh Firman Tuhan. Mungkin sebuah khotbah sulit dipahami dan membingungkan, tetapi jangan sekali-kali menghina Firman Tuhan dan mengolok-olok utusan Allah.
Allah begitu sabar kepada orang Yehuda, tetapi mereka melecehkan nabi-nabi-Nya. Akibatnya Tuhan murka dan tidak mungkin lagi pemulihan (ayat 16). Pemulihan dalam bahasa Ibrani berarti perbaikan, pengobatan, perawatan, penyembuhan. Tidak ada lagi perbaikan, tidak ada lagi penyembuhan bagi orang Yehuda yang meremehkan peringatan Tuhan. Mereka diserahkan kepada orang Kasdim yang kemudian menumpas teruna, gadis dan orang tua (ayat 17). Bahkan perkakas rumah Tuhan yang terbuat dari emas diangkut ke Babel (ayat 19).
Pada umumnya orang lebih senang mendengar khotbah tentang berkat, soal perlindungan, tentang kesejahteraan daripada mendengar khotbah atau firman Tuhan yang berbentuk peringatan, menegur dosa. Padahal kalau kita diperingati berarti Tuhan sayang kepada kita.
Salah satu penyebab kenapa bangsa Israel dihukum dan dibuang Tuhan ke Babel adalah karena selama 490 tahun mereka mengabaikan sabat tanah. Menurut Torat, tanah orang Israel harus diistirahatkan pada tahun ke tujuh. Enam tahun bisa ditanami dengan segala macam tumbuhan, tetapi tahun ketujuh tanah itu harus dibiarkan, tidak boleh ditanami. Tahun pertama hingga tahun ke enam Tuhan memberikan hasil panen yang meningkat, sehingga pada tahun ketujuh mereka mempunyai persediaan pangan yang banyak. Namun karena tamak, Israel dan Yehuda selama 490 tahun tidak pernah mensabatkan tanahnya. Jadi mereka mempunyai hutang kepada Tuhan selama 70 tahun.
Sekarang tidak ada lagi sabat tanah atau sabat hari bagi umat Tuhan yang hidup di zaman Perjanjian Baru. Tetapi seringkali kita lupa beribadah pada hari Minggu padahal hanya beberapa jam saja. Tuhan sudah memberikan 6 hari untuk kita bekerja, hari Minggu kita harus berikan pada Tuhan.
Setelah dihukum 70 tahun, mereka dipulangkan dari Babel. Tuhan pakai raja Koresh, seorang kafir untuk mengijinkan orang Yehuda yang sudah terbuang selama 70 tahun pulang ke Yerusalem. II Taw 36:22-23. Oleh karena itu, kita tidak usah takut siapa presiden kita yang terpilih nanti tahun 2009. Kita hanya berdoa supaya Tuhan berikan seorang presiden yang takut akan Tuhan, sebab Tuhan bisa pakai seorang presiden, seorang raja, seorang Kepala Negara dari latar belakang apa saja, untuk membuat rencana Tuhan berhasill.
Semua orang Yehuda yang ditawan di Babel selama 70 tahun boleh pulang sesuai dengan nubuatan Yeremia. Yeremia 29:10-11. Ternyata walaupun Tuhan sudah marah sekali tetapi Ia tidak bisa meninggalkan kodratnya sebagai Tuhan yang adalah Kasih. Sekalipun Yehuda dihukumnya tetapi Tuhan menjanjikan sisanya kembali ke Yerusalem. Tuhan kembali memperhatikan mereka. Kepada mereka ada rancangan damai sejahtera dan masa depan yang penuh pengharapan.
Ada tiga ayat yang saya sampaikan tentang pentingnya menghargai pesan dan peringatan Tuhan :
Kisah PR 17:11 “Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.” Orang-orang Kristen di kota Berea menerima semua Firman Tuhan dengan rela hati dan kemudian menyelidiki setiap Firman Tuhan yang telah mereka dengarkan. Itu sebabnya di jemaat kita banyak sekali kebaktian-kebaktian tengah minggu, ibadah wadah pelayanan, ibadah jemsel, dll, supaya kita lebih banyak membaca dan menyelidiki Firman. Kita boleh-boleh saja kritis tetapi semuanya ukurannya adalah Alkitab. Kita perlu mempunyai sikap hati seperti jemaat Berea, menerima Firman dengan segenap hati dan setiap hari menyelidiki Firman.
Kisah PR 17:30. “Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.” Berbagai peraturan untuk menghadang Firman Tuhan bisa dibuat, tetapi pemberitaan Firman Tuhan harus disampaikan kepada semua manusia. Dan Firman Tuhan menganjurkan supaya semua manusia bertobat. Firman Tuhan dapat diberitakan ke seluruh dunia dengan banyak cara ; internet, televise, radio, majalah, dllsb. Bahkan sekarang Firman Tuhan bisa di-upload di handphone. Firman Tuhan akan diberitakan kemana-mana, supaya semua orang yang mendengar bertobat. Sekarang kita bisa dapatkan Alkitab dalam berbagai bahasa. Ini zamannya Firman Tuhan diberitakan kepada semua orang.
Kisah PR 18:9 . “Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!” Hamba-hamba Tuhan tidak boleh takut memberitakan Firman Tuhan. Kita harus bangkit dan menjadi contoh dalam pemberitaan Firman. Teruslah beritakan Firman dan jangan diam.
Jadi kita harus selalu hargai Firman Tuhan dan beritakan kepada orang lain. Haleluyah!
| BACA JUGA INI : |