DUNIA hari-hari ini digoncangkan krisis keuangan dan ekonomi. Dimulai negara Amerika, lalu merambah ke Eropah, Asia, Australia, dll. Banyak perusahaan-perusahaan raksasa dan bank-bank besar bangkrut. Goncangan ekonomi yang melanda Amerika, terimbas ke semua negara di dunia termasuk Indonesia. Pernah suatu hari Presiden Yudhoyono memerintahkan penutupan pasar saham di Jakarta. Dalam beberapa hari saja perusahaan raksasa Indonesia milik Bakrie Group merugi hingga triliunan rupiah karena sahamnya anjlok.
Tetapi memang dunia ini banyak goncangan. Bisa goncangan politik, goncangan teror / kejahatan, goncangan alam berupa gempa bumi, banjir dan angin puting beliung atau badai. Bahkan menurut data lembaga pangan sedunia, kini juga goncangan pangan. Terdapat sekitar 920 juta orang yang kelaparan di dunia sekarang. Jadi dunia kita ini penuh dengan goncangan.
Tetapi apakah dalam keadaan dunia yang sedang goncang, Firman Tuhan juga goyang atau ditunda penggenapannya? TIDAK ! Ibrani 13:8 dengan tegas berkata : “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Firman Tuhan tidak bisa digoncangkan oleh situasi ekonomi ataupun suasana politik ataupun goncangan alam. Janji Firman Tuhan tetap sama adanya di dalam segala situasi, segala zaman, segala keadaan, segala kondis, dan dalam segala perkembangan zaman.
ULANGAN 28:13,14. Dalam dua ayat ini kita membaca tentang janji Tuhan untuk suatu promosi atau peningkatan atau kenaikan. Tuhan berjanji akan mengangkat anak-anakNya menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, akan tetap naik dan bukan turun. Promosi ini bisa berbentuk kenaikan/peningkatan dalam karir / jabatan / pangkat / pekerjaan / profesi / pendapatan / penghasilan / bisnis / usaha / keuangan / pendidikan / kesehatan, dll.
Janji ini diberikan Tuhan melalui Musa sekitar 3500 tahun yang lalu. Janji ini pertama-tama berlaku bagi orang Israel sebagai bangsa atau Israel secara jasmani, tetapi juga janji ini berlaku untuk Israel secara rohaniah yaitu Gereja Tuhan atau anak-anak Tuhan.
Apakah artinya menjadi KEPALA? Apakah kita semua harus menjadi kepala, dalam arti status pangkat atau jabatan? Ya, hal ini termasuk menjadi janji Tuhan bagi orang-orang percaya. Namun maksud menjadi KEPALA dalam ayat di atas adalah bahwa kita berada di posisi depan, menjadi contoh, menjadi panutan, menjadi teladan. Ada orang-orang yang mengikuti kita, yang meneladani kita, menjadikan kita panutan. Kepala mempunyai pengaruh atas seluruh tubuh. Anak-anak Tuhan mempunyai janji ini bahwa kita semua Tuhan angkat menjadi kepala, menjadi pemimpin, menjadi panutan, teladan, contoh, menjadi orang yang mempengaruhi orang lain.
Engkau akan tetap naik dan bukan turun. Sebagian orang Kristen sudah puas apabila hidup rata-rata yakni tidak naik dan tidak turun. Tetapi Alkitab mengatakan bahwa anak Tuhan akan tetap naik dan bukan turun. Bukan juga naik turun. Menurut I Korintus 15:46, janji ini akan terjadi dalam hidup kita secara jasmani/alamiah tetapi juga secara rohani.
Namun Israel tidak mengalami semua janji Tuhan dalam Ulangan 28:13,14. Terbukti, Israel pernah dijajah oleh Babel, Asyria, Mesir, Palestina, Kekaisaran Romawi, lalu mengakibatkan Israel tercerai berai ke seluruh dunia, tidak mempunyai tanah dan negara hampir 2000 tahun. Kenapa bangsa Israel tidak mengalami janji Tuhan ? Sebab dalam Ulangan 28:13,14 ada kata ”apabila”. Kata 'apabila' disini berarti sebuah syarat untuk meraih janji Tuhan. Syarat pertama adalah apabila kita mendengarkan Firman Tuhan dan menurutinya dengan setia/konsisten, dan syarat kedua adalah apabila kita tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri artinya kita harus fokus kepada Tuhan. Maka Tuhan akan mengangkat kita menjadi kepala dan bukan ekor, akan tetap naik dan bukan turun
Bagaimana caranya mengimplementasikan ”syarat promosi” dalam Ulangan 28:13,14 :
Matius 25:21. Setia dan tanggung jawab dalam perkara yang kecil, Tuhan berikan perkara yang besar. Hal ini juga berlaku dalam pekerjaan sekuler. Kalau anda dilihat pimpinan setia dan tanggung jawab dalam pekerjaan, maka anda dapat promosi atau peningkatan jabatan. Dalam pekerjaan Tuhan juga berlaku hal yang sama. Kalau kita tidak bisa setia dan tidak tanggung jawab dalam hal yang kecil maka tidak mungkin Tuhan percayakan perkara yang besar. Dalam gereja Tuhan banyak tugas-tugas gerejawi yang kelihatannya kecil, tetapi Tuhan melihatnya dan memperhitungkannya, misalnya, pelayanan musik, jemsel, paduan suara, doa, serta ibadah-ibadah. Tuhan akan mengijinkan kita naik dan bukan turun kalau kita belajar setia dan tanggung jawab dalam hal yang kecil. Hal ini sudah berlaku di jemaat kita GPdI Maranatha. Tahun 1981 kita sudah menjadi tuan rumah musyawarah daerah gereja-gereja di Sumatera Utara. Tahun 1983 kita jadi tuan rumah Mukernas GPdI. Tahun 2002 kita menjadi tuan rumah Musyawarah Pimpinan Nasional GPdI, waktu itu kita gunakan Griya Dome. Tahun 2003 menjadi tuan rumah Musyawarah Daerah GPdI Sumut-NAD. Kita berusaha melakukan yang terbaik, baik untuk skala daerah maupun skala nasional. Dan beberapa minggu yang lalu kita dipercayakan Tuhan menjadi tuan rumah sebuah konperensi berskala internasional dimana gedung GPdI Maranatha dipercayakan sebagai tempat pelaksanaan konperensi. Kalau kita bersedia dan tanggung jawab dalam hal yang kecil maka yang besar pasti Tuhan percayakan. Karena itu jangan aggap sepele tugas-tugas dalam perkara yang kecil. Berkorban dalam perkara kecil, Tuhan tambah berkati untuk berkorban lagi bagi tugas yang besar.
Dulu, gereja-gereja Pantekosta/Kharismatik dianggap enteng. Kita diejek, sebagai gereja partangis-tangis, gila, dan banyak lagi ejekan lainnya. Tetapi sekarang, di seluruh dunia termasuk di Indonesia, gereja-gereja besar kebanyakan gereja Pantekosta/Kharismatik. Ingat, Tuhan akan promosikan kita apabila kita setia dan tanggung jawab dalam perkara yang kecil.
Lukas 12:48. Memperoleh banyak, dituntut banyak. Dipercayakan banyak, dituntut lebih banyak.
Sekitar tahun 1994 saya terkena stroke. Setelah hampir 2 minggu dirawat di RS Husada Jakarta, saya sembuh. Mulai banyak orang menganjurkan supaya saya mengurangi tugas-tugas pelayanan, banyak istirahat. Tetapi banyak tugas-tugas pelayanan yang Tuhan percayakan dan harus saya kerjakan. Saya hanya memohon kekuatan dari Tuhan dan terus melayani. Dan Tuhan masih berikan kesehatan, berarti ada yang Tuhan tuntut lebih lagi. Di masa tua pun Tuhan bisa mengadakan peningkatan bagi kita.
Ada anak-anak Tuhan yang Tuhan sudah beri banyak, tetapi ia lupa diri. Hari Mingu pergi main golf, tidak menghargakan ibadah. Kalau anda diberkati lebih dari hari kemarin maka anda juga harus berbuat lebih dari sebelumnya. Tuhan menuntut dari kita sesuai dengan kemampuan kita.
Menjelang ECFC conference, saya memanggil ketiga putri saya yang selama ini berada di Amerika dan Australia untuk membantu panitia. Mereka sekolah di luar negeri tentu mahir bahasa Inggris. Setiap jam delapan pagi, selama konperensi mereka bertiga sudah siap di pentas untuk memandu pujian dan menjadi singers.
Ingat, kalau kita diberi banyak dituntut banyak, dan kalau dilaksanakan akan Tuhan beri lebih banyak lagi.
Yohanes 16:23,24. Doa, doa dan Doa
Tuhan berjanji untuk memberikan apa saja yang kita minta dan doakan. Kalau permohonannya besar, sangat baik kalau kita berdoa ditambah berpuasa. Ada dua hal penyebab doa kita tidak dijawab Tuhan ;
-Yakobus 4:3, kalau kita meminta berkat untuk foya-foya, pasti Tuhan tidak berikan.
-Yohanes 15:16, seringkali Tuhan tidak dengar doa kita karena kita belum menghasilkan buah, belum melayani, belum membawa jiwa kepada Tuhan. Kalau kita mau melayani maka Tuhan akan dengar doa kita, termasuk berdoa minta promosi, kenaikan pangkat/jabatan, peningkatan ekonomi dan keuangan.
Tuhan memberkati!
| BACA JUGA INI : |