Pengkhotbah 11:1-6
Kalau kita baca sepintas lalu, ayat ini agak sulit dimengerti. Sebab ditulis : Lemparkanlah rotimu ke air, beri kepada tujuh atau delapan bagian, dan menabur mulai pagi hingga sore. Namun dapat kita simpulkan bahwa perikop ini berbicara tentang menabur. Bukan menabur secara alamiah, tetapi menabur dalam arti rohani. Menabur berarti memberi.
Ayat 1 à lemparkan rotimu ke air à menabur benih di tanah berair.
Apakah maksud Firman Tuhan ini? Roti berasal dari gandum, dan gandum dari benih. Benih jadi gandum, gandum jadi tepung kemudian menjadi roti. Lemparkan rotimu ke air artinya taburkan benih. Mengapa kita katakan ini benih? Sebab dalam kalimat selanjutnya berkata “engkau akan mendapatkannya kembali” --> menuai, “lama setelah itu” --> terdapat “waktu” antara menabur dan menuai.
Kalau gandum atau padi ditanam tidak bisa serta merta besok langsung dapat dituai. Memang sekarang ilmu pengetahuan dan teknologi begitu canggih bisa mempercepat “waktu”. Dalam rangka tugas, saya sering ke Jakarta. Bulan Juli yang lalu, di Jakarta saya melihat bahwa sedang dibangun jalan tol yang baru dan tinggi dari Bandara Sokearno Hatta menuju kota Jakarta. Tiang-tiang besar dan kokoh menopang jalan tol terpancang ke tanah. Tetapi minggu lalu saya melihat, pekerjaannya sudah hampir 2/3 selesai. Saya kaget, bagaimana mungkin pekerjaan sebesar itu bisa hampir rampung dalam beberapa bulan saja. Rupanya sudah ada temuan baru di mana hasil cor-an jalan beton dapat cepat kering dan tetap kuat. Sehingga tak perlu menunggu lama cor-an beton sudah bisa dibuka. Tetapi di dalam soal menanam benih, belum pernah saya ketahui ditanam hari ini, lusa bisa dipanen. Kalau menabur benih perlu satu jangka waktu baru kita bisa menuai.
2 Korintus 9:10 - Tuhan yang menyediakan benih. Saya tahu tidak ada profesor yang bisa ciptakan benih. Sebab dalam benih yang kecil itu ada kehidupan, dan kehidupan itu Tuhan yang memberikan. Juga hanya Tuhan Mahakuasa dapat melipatgandakan benih.
Kita harus lempar benih, kita harus tabur. Kita harus berani melepaskan dari diri kita. Memang sepertinya hilang, tetapi beberapa bulan kemudian bertumbuh, lalu kita akan menuai.
Ayat 2 >> berilah bahagian (portions) kepada tujuh, bahkan kepada delapan.
Tadi diperintahkan utk melemparkan benih ke air, untuk menabur. Sekarang diperintahkan untuk memberikan kepada tujuh bahkan delapan. Menabur bukan sekedar menabur biasa-biasa saja, tetapi harus memberikan kepada tujuh atau delapan. Memberi dalam ukuran luar biasa. Gereja Tuhan harus belajar menabur dengan model yang demikian. Menabur kepada tujuh artinya setiap hari dalam seminggu kita harus memberi kepada Tuhan. Delapan artinya memberi secara ekstra. Gereja Tuhan pada zaman ini akan menuai luar biasa, baik berkat-berkat jasmani maupun berkat rohani. Resepnya : banyak memberi. Lukas 6:38. Menabur juga berarti bersaksi, melayani, memberitakan Injil.
Untuk tuaian jiwa-jiwa yang banyak, kita harus menabur banyak.
2 Korintus 9:6-8. Saya pikir semua ayat penting. Tetapi dalam pendahuluan 2 Korintus 9:6 tertulis : “camkanlah ini”. Berarti ayat ini tidak boleh dilupakan atau dianggap remeh. Hampir dalam setiap khotbah-khotbah diingatkan tentang memberi, tentang menabur sebab inilah kunci berkat Tuhan dalam hidup kita. Hal memberi adalah perkara paling sulit dalam kehidupan sebagian anak Tuhan, akibatnya berkat-berkat yang kita terima juga kecil-kecilan, tidak sesuai dengan apa yang kita nyanyikan dan yang kita baca di Alkitab.
Pengkhotbah menulis, “akan ada malapetaka di dunia ini”. Malapetaka itu antara lain krisis ekonomi / keuangan. Tahun ini atau tahun depan banyak perusahaan-perusahaan besar terkena imbas krisis keuangan global. Menurut banyak pengamat ekonomi, dampak krisis global ini akan lebih terasa nanti tahun 2009. Jauh sebelum pengamat-pengamat ekonomi meramalkannya, Alkitab sudah lebih dulu menubuatkan bahwa dunia akhir zaman akan penuh malapetaka. Siapa sangka tahun 2001 gedung WTC di New York, Amerika, bisa runtuh. Siapa sangka akan terjadi perubahan iklim yag tidak teratur di dunia ini, yang tidak bisa diprediksi manusia lagi. Siapa sangka terjadi tsunami dan badai yang ngeri.
Siapa bisa ramal di zaman modern ini ada bajak laut, membajak kapal tanker besar di tengah laut. Siapa duga negara kuat ekonomi seperti Amerika, negara-negara Eropah bisa terkena krisis keuangan yang berakibat bank-bank besar, perusahaan-perusahaan raksasa bangkrut.
Sebelum malapetaka menimpa kita, Alkitab menganjurkan untuk menabur. Sebab kalau malepataka datang, dan kita belum sempat menabur berarti kita tidak pernah akan menuai. Apa yang ada di tanganmu tabur untuk Tuhan. Bagi orang yang menabur, ada jaminan perlindungan dari setiap goncangan krisis, dari setiap gempa malapetaka.
Ayat 4 >> jangan menabur melihat situasi dan kondisi. Engkau tidak akan pernah menabur dan tidak akan pernah menuai. Jangan menunggu-nunggu waktu, atau menunda-nunda untuk pekerjaan Tuhan. Sekarang ada benih di tangan anda, taburkan sekarang!
Hukum tabur-tuai adalah hukum alam yang Tuhan sendiri tetapkan. Kejadian 8:22. Hukum alam ini tidak hanya berlaku bagi petani tetapi juga di alam kerohanian kita. Ingat, kita wajib menabur supaya kita menuai.
Ayat 6 >> Taburkanlah benih pagi sampai sore. Jangan istirahat ! Tuhan melihat apa yang ada di tanganmu. Saudara bisa menabur dengan doa. Saudara bisa menabur dengan ibadah. Ada orang Kristen yang beribadah hanya hari minggu saja. Kita harus menabur setiap hari. Setiap hari kita harus beribadah. Mungkin tidak di gedung gereja tetapi di rumah kita harus beribadah kepada Tuhan. Tidak bisa lagi orang Kristen hanya kebaktian satu jam dalam seminggu, harus setiap hari. Demikian juga dengan berkorban. Jangan lelah, jangan bosan!
Galatia 6:9 “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”
Ayat 3 >> hujan berkat akan turun kalau awan sudah tebal, kalau taburan-taburan kita sudah banyak.
Ayat 5 >> Allah dapat melakukan segala hal, tanpa kita mengetahui. Kita tidak tahu bagaimana jalan angin, atau bagaimana bayi terbentuk. Itu semua adalah pekerjaan Tuhan. Alam semesta ini Tuhan yang jadikan, Tuhan adalah pembuat,/pencipta dari segala sesuatu.
Saya percaya kita semua akan menerima lawatan Tuhan. Kita semua akan mengalami hujan berkat rohani dan berkat jasmani.
Saudara menabur sekarang, Tuhan akan berikan kesempatan kepada Anda untuk dapat menuainya dan nama Tuhan dimuliakan. Siapa yang menabur dengan linangan air mata akan menuai dengan sorak-sorai. Mazmur 126:5. Apa yang ada di tanganmu, beri untuk kemuliaan Tuhan. Semua kita Tuhan berikan potensi, talenta, mungkin cuman satu, tetapi Tuhan berikan kepada kita supaya kita tabur, sebab kita semua akan menuai. Roh Kudus mengaruniakan sukacita menabur. Haleluyah!.| BACA JUGA INI : |