Matius 11:1-11
Ketika di penjara, Yohanes pembaptis mendengar tentang pekerjaan Yesus, ia menyuruh muridnya untuk bertanya kepada Yesus : “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Yohanes pembaptis adalah nabi yang berseru-seru di padang gurun : “Bertobatlah, sebab Kerajaan Allah sudah dekat”. Yohanes hidup dan melayani di padang gurun, sebuah kehidupan yang keras, di mana makanannya adalah belalang dan madu hutan serta berpakaian bulu unta.
Yesus menjawab : "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."
Masalah kesembuhan illahi sepertinya sudah hal biasa bagi orang Pentakosta. Dalam pelayanan saya begitu banyak mujizat kesembuhan terjadi. Beragam penyakit disembuhkan Tuhan Yesus tanpa bantuan medis. Bahkan dulu, dalam sebuah kampanye kesembuhan Illahi di Surabaya yang dilayani Pdt. Maasbach, saya menyaksikan seorang anak yang tidak mempunyai kaki, hanya ada telapak kaki dan jari alias tanpa paha, tanpa betis, tanpa dengkul. Tetapi ketika lagu 'bilurNya-bilurNya' dinyanyikan, secara spontan sepasang kaki terulur dari bagian tubuhnya. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil!
Dalam kitab Kejadian kita membaca bahwa langit dan bumi serta semua yang ada di dalamnya diciptakan Tuhan hanya dengan berfirman.
Selain mujizat kesembuhan Illahi, Yesus juga berkata bahwa kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
Sekarang, secara global terjadi krisis ekonomi. Di mana-mana orang mengeluh, kuatir, susah. Dampak krisis ekonomi bukan hanya dirasakan kalangan atas atau para pengusaha tetapi juga menyentuh lapisan bawah masyarakat. Banyak perusahaan yang bangkrut dan juga puluhan ribu pekerja yang di PHK. Beberapa pengamat meramalkan bahwa sebentar lagi harga-harga sembako akan naik tajam. Krisis ekonomi yang melanda dunia seakan-akan membuat kita miskin, tidak mempunyai kekuatan apa-apa.
Tetapi Yesus berkata bahwa ada kabar baik bagi orang miskin.
Setelah murid Yohanes pembaptis pergi, mulailah Yesus membicarakan tentang pelayanan Yohanes pembaptis. Yesus berkata : "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.” (Yohanes 11:7-9).
Untuk apa pergi ke padang gurun? Di padang gurun tidak ada kehidupan, kering, tandus, tidak ada tumbuhan yang hidup. Namun di sana ada Yohanes pembaptis yang menyerukan berita keselamatan. Sebagian orang juga mungkin berkata untuk apa pergi ke gereja. Untuk apa susah-susah beribadah. Bukankah lebih baik pergi ke tempat rekreasi atau hiburan yang bisa menghibur hati. Memang sepertinya tidak ada yang menarik di gereja. Tetapi di gereja, di ibadah, kita bisa bertemu Tuhan, mengadukan persoalan kita, kekuatiran kita, dan Tuhan sanggup memberikan kemenangan, memberikan pertolongan.
Di padang gurun kita tidak bisa melihat orang yang berpakaian halus. (ayat 8). Ini berbicara tentang sikap kita dalam menghadap Tuhan. Kita tidak bisa menyombongkan diri, tidak bisa memegahkan diri, sebab tanpa Tuhan kita tidak ada apa-apanya. Mencari Tuhan harus dengan hati yang rendah. Janganlah mencari keistimewaan kalau datang kepada Tuhan. Hanya tangan Tuhan yang sanggup menjamah dan membuat kita menjadi berarti.
Di gereja mungkin kita hanya menemukan gembala, pengerja, dan para pelayan lainnya, tetapi Yesus berkata bahwa sebenarnya kita bertemu dengan orang yang lebih dari nabi, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Kalau datang ke rumah Tuhan dengan kerendahan hati, maka yang lebih dari nabi itu yaitu Tuhan Yesus akan memberkati kita sekalian.
Keadaan Anda mungkin sedang sulit, susah, bingung, tetapi Yesus berjanji bahwa ada berita baik bagi Anda. Ada Injil yang menjamin hidup semua orang percaya. Yang menolong bisnis kita, pekerjaan kita serta keluarga kita. Krisis global bisa saja datang, tetapi ada Yesus yang lebih dari nabi selalu memantau dan memperhatikan kebutuhan kita. Tuhan memberkati!
Ringkasan Khotbah Pdt. Eddy Pongoh (Jakarta), Minggu 23 November 2008 (Ibadah Raya ke-2)
| BACA JUGA INI : |