Banner

BERBAGAI KRISIS MELANDA KITA HARUS SALING MENGUATKAN

Yesaya 41:6-7

Minggu lalu kita mendengar berita tentang teroris yang mengacau kota Mumbai, India, dengan menembak orang-orang, meledakkan bom di hotel-hotel. Sekitar 200 orang tewas dan lebih 300 luka parah. Selain krisis karena terorisme, bencana alam juga menjadi malapetaka yang menakutkan akhir-akhir ini. Di samping itu, krisis yang terus hangat diberitakan sekarang adalah krisis keuangan dan ekonomi global.

Mau tidak mau banyak orang akan tertimpa/terlindas oleh krisis ekonomi ini. Karena itu kita memerlukan kekuatan rohani yang ekstra, yang lebih dari hari-hari yang lalu. Krisis bertambah berat, rohani kita juga harus bertambah kuat. 

Ayat 6 - Yang seorang menolong yang lain. Dalam Alkitab terjemahan NIV berbunyi : every one helped his neighbour, artinya setiap Saudara menolong sesamanya / saudaranya dan berkata kepada temannya / saudaranya  (brother) : kuatkanlah hatimu (be of good courage = beranilah, jangan takut). Dalam suasana dunia yang serba krisis, serba susah, setiap orang percaya mempunyai kewajiban menolong sesamanya. Alkitab menganjurkan setiap orang percaya untuk menguatkan sesamanya dengan berkata kuatkanlah hatimu. Kenapa HATI yang kita harus dikuatkan? Sebab semua berpangkal dari hati. Iblis selalu mau merampas hati kita, tetapi sebaliknya Roh Kudus mau tinggal di hati kita.

Ayat nubuat ini juga dijabarkan secara perumpamaan.

Pertama, (ayat 7) Tukang besi menguatkan hati tukang emas. Tukang besi adalah buruh kasar, bekerja dekat perapian, keringatan, dll. Sedangkan tukang emas pekerjaannya halus. Dan harga emas jauh lebih tinggi dari harga besi. Tetapi di sini kita membaca, tukang besi justru menguatkan tukang emas. Tukang emas bisa lemah, bisa jatuh. Tukang besi tidak boleh minder untuk menguatkan tukang emas. Artinya, kekuatan rohani tidak ditentukan oleh berapa uang yang kita punya, berapa harta yang kita miliki, berapa besar bisnis anda, miskin atau kaya. Tetapi dalam kerohanian, tukang besi bisa menguatkan tukang emas. Yang miskin bisa menguatkan yang kaya.

Kedua, orang yang memipihkan logam dengan martil (he who smooths with the hammer = yang melicinkan / finishing pekerjaan dengan martil = pekerjaan pengrajin), menguatkan hati orang yang menempa di atas landasan (inspired him who strikes the anvil = mengilhamkan, mendorong kepada mereka yang memukul di atas landasan baja).

Contoh kedua ini berbeda dengan yang pertama, di mana yang kuat mendorong yang lemah. Pengrajin yang kerja halus mendorong pekerja keras. Orang-orang kantoran mendorong, menguatkan hati buruh-buruh kasar. Sekarang banyak buruh di PHK karena banyak pabrik ditutup.

Tetapi yang memipihkan logam, yang masih bekerja, dengan pekerjaan halus, bisa menguatkan mereka yang “menghantam di atas baja”. Orang-orang berdasi yang berurusan dengan pekerjaan di balik meja memberikan kekuatan kepada buruh di lapangan kasar. Ia berkata tentang patrian: "Itu baik," Dalam Alkitab NKJV ditulis : “saying : It is ready for the soldering” (siap untuk di patri). Dipatri berarti ada logam-logam yang mau disambungkan. Kalau sudah goyang atau copot disambung dengan patrian. Apa arti patrian dalam Perjanjian Baru ? Kolose 3:14. 3:14 “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” Kasih adalah pengikat yang mempersatukan, mengokohkan.

Di saat-saat krisis seperti ini kita harus saling menguatkan, dengan perkataan-perkataaan yang memberikan kekuatan. Siap untuk disolder, dipaku supaya makin kuat. Iblis sering gunakan kesempatan saat ini ketika manusia sedang bingung dan bimbang. Karena itu setiap orang percaya diwajibkan untuk menguatkan sesamanya, tetangganya, saudara seimannya.

Ayat profetik dalam Yesaya 41:6-7 dijabarkan lebih konkret lagi dalam Ibrani 10:23-24 “Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, (without wavering = tanpa bimbang, tanpa goyang), sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.” Iman kita bisa goyang mendengar situasi sekarang ini, tetapi Alkitab menghimbau untuk memegang teguh pengharapan masa depan yang cerah, keselamatan di dalam Yesus. Dalam Yesus ada pegharapan. Teguh berpegang kepada pengharapan,  jangan goyah sebab Tuhan yang menjanjikan juga tidak goyah. Marilah kita saling memperhatikan, saling mendorong dalam kasih dan pekerjaan yang baik, jangan mengabaikan pertemuan ibadah kita bersama, saling menasihati dan semakin giat melakukannya. Jangan sampai kita kurangi pekerjaan yang baik  atau ibadah kita terabaikan karena situasi yang kurang mengenakkan dewasa ini. Justru situasi dunia sekarang ini adalah tanda zaman bahwa kedatangan Yesus sudah dekat.

Yesaya 41:10 “janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”

Dalam Yesaya 41:6-7 kita dianjurkan untuk saling menguatkan. Tetapi dalam ayat 10 Tuhan berkata jangan takut. Dalam Alkitab ada sekitar 360 kali perkataan jangan takut. Artinya setiap hari ada janji Tuhan yang berkata jangan takut, sebab Tuhan yang menyertai. Janji penyertaan ini diulangi lagi dalam Matius 28:20. Hanya dalam Matius janji ini disertai dengan syarat, sesuatu harus kita lakukan yaitu jadikanlah banyak orang murid Tuhan. Artinya kita semua mempunyai kewajiban untuk melayani. Apabila kita melakukan apa yang dituntut Firman Tuhan maka Tuhan meneguhkan, Tuhan menolong, Tuhan memegang dengan tangan kanan kebenaran Tuhan, yang membawa kemenangan. Jangan kita merasa hebat apabila sukses, sebab kalau Anda berhasil dalam bisnis, profesi, karir, semuanya itu karena tangan Tuhan.

Saya yakin, Tuhan pasti menyertai anak-anakNya dalam situasi sekarang ini. Dan kita, harus saling menguatkan dengan sesamanya, tanpa memandang status sosial. Tuhan memberkati!

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 30 November 2008 (Ibadah Raya ke-2)
BACA JUGA INI :

Kirim Tanggapan Anda


Banner
image
Image
Sekilas tentang GPdI Maranatha Medan
Senin, 26 Juli 2010
Kehadiran Gereja Pantekosta di Jalan Padang Bulan Gereja Pantekosta mendapat tempat ibadah permanen di Jalan Padang Bulan (sekarang Jln. S. Parman) Medan... Baca Selengkapnya...
Image
Sembuh oleh Kuasa DOA
Senin, 16 Januari 2012
Pada hari Sabtu yang lalu, 29 Oktober 2011, saya diserang penyakit yang membuat tubuh saya sebelah kanan (tangan dan kaki) lumpuh. Walaupun dalam keadaan... Baca Selengkapnya...
Image
Firman Tuhan Penuntun Hidupku
Minggu, 30 Januari 2011
Shalom! Saya bergembira mendapat kesempatan baik ini untuk menyaksikan kemurahan Tuhan dan pimpinan Tuhan dalam hidup saya. Tahun 1992 saya mengalami masalah... Baca Selengkapnya...
Image
DIPILIH DAN DIKASIHI TUHAN
Jumat, 12 November 2010
Tahun 1985 saya sudah melayani bersama beberapa hamba Tuhan di kota Medan. Kemudian saya berangkat Sekolah Alkitab. Setelah lulus Sekolah Alkitab, saya berdoa... Baca Selengkapnya...
Image
Maksimalkan Kekuatan Anti Kanker Brokoli
Sabtu, 13 November 2010
Cara pemasakan brokoli yang salah bisa menyebabkan kandungan pelawan kanker yang terdapat dalam sayuran berwarna hijau ini hilang. Namun, kini ada cara yang... Baca Selengkapnya...