Yohanes 3:14-16
Dari tiga ayat di atas saya akan menyampaikan tentang 4 dimensi Kasih Allah. Kita perlu mengerti bagaimana kasih Allah yang besar, dalam, tinggi dan luas bagi semua manusia.
Dimensi yang pertama adalah Tuhan mencurahkan kasihNya. Allah mencurahkan kasihNya kepada semua manusia, tanpa terkecuali. Sebagain orang beranggapan bahwa Tuhan hanya mengasihi orang kalau sudah menjadi Kristen. Tidak! Sebab sebelum kita kenal Kristus, sebelum percaya kepada Yesus, kita sudah dikasihi Allah. Jadi Allah mengasihi semua manusia termasuk orang-orang berdosa.
Yohanes 3:14 dikutip dari kitab Bilangan 21:4-6, waktu itu bangsa Israel berdosa kepada Tuhan dengan menentang Musa dan melawan Tuhan. Akibatnya, Tuhan mengijinkan ular-ular berbisa keluar dari padang gurun menggigit mereka. Kemudian mereka minta ampun kepada Musa dan memohon supaya ular-ular itu dijauhkan Tuhan. Ketika Tuhan melihat umat Israel sudah sadar dan bertobat, Tuhan menyuruh Musa untuk membuat ular dari tembaga dan ditinggikan di tengah-tengah umat itu, sehingga siapa yang melihat ular itu akan selamat.
Peristiwa dalam Bilangan 21, Yesus umpamakan ular tembaga dengan diriNya yang tersalib, supaya semua manusia memandang kepadaNya beroleh hidup kekal. Yesus disalib seperti orang berdosa padahal Ia bukan pendosa. Disalibkan sama seperti seorang penjahat padahal tidak pernah berbuat jahat. Bukankah ini adalah bukti bahwa Tuhan mengasihi semua manusia, mencurahkan kasihNya kepada orang-orang yang berdosa? Jadi sebelum anda bertemu Yesus, Tuhan sudah lebih dulu mengasihimu. Kalau pun ada orang yang tidak bisa mengasihi Anda tetapi Tuhan mengasihimu. Tuhan mengasihi saudara lebih hebat dari apa yang saudara bayangkan. Kasih Allah selalu tercurah kepada semua manusia di bumi ini. Kalau Saudara berdosa, masih ada kasih Allah untuk mentobatkan Anda.
Dimensi kedua dari Kasih Allah adalah Kasih yang pertama. Allah yang lebih dahulu mengasihi kita. Mustahil anda bisa mengasihi Allah kalau bukan Tuhan yang pertama membuktikan kasihNya kepada kita. Kita tidak mungkin bisa menikmati hidup ini sebelum Allah mengasihi kita. I Yohanes 4:18. Karena itu kita wajib mengasihi Tuhan lebih utama dari yang lain sebab Ia yang pertama menunjukkan kasihNya kepada kita. Kita harus mengasihiNya dengan segenap hati, segenap kekuatan dan dengan segenap pikiran kita.
Dalam I Raja-raja 3:3 dicatat bahwa Salomo mengasihi Tuhan. Kasih Allah bekerja dalam hidup Salomo. Kita harus mengasihi Tuhan lebih dari bisnis kita, keluarga kita, bahkan diri sendiri. Tetapi sangat disayangkan, sebab di akhirnya Salomo lebih mengasihi perempuan-perempuan asing daripada Tuhan. I Raja-raja 11:1. Hal ini juga sering terjadi dalam hidup orang Kristen ; waktu belum sukses, sungguh-sungguh datang kepada Tuhan, tetapi setelah berhasil, meninggalkan Tuhan dan lebih mengutamakan bisnisnya. Ingat, jangan pernah meninggalkan kasih yang mula-mula.
Kalau Anda mengasihi Tuhan berarti anda mengasihi doa, mengasihi Firman Tuhan, mengasihi ibadah, lebih dari segala-galanya. Banyak masalah timbul dalam rumah tangga karena tidak menempatkan kasih Allah yang pertama dalam keluarga. Kalau anda mengasihi Allah sepenuhnya, maka anda bisa menikmati hidup ini.
Dimensi ketiga Kasih Allah adalah pengampunan. Allah mengasihi kita dan memberikan pengampunan kepada kita. Kasih Allah selalu mengampuni. Kasih Allah bisa mengampuni semua dosa dan kesalahan anda, tanpa peduli berapa besar dosa anda. Kasih Allah juga selalu mengampuni dan melupakan kesalahan kita. Yesaya 43:25. Kalau Tuhan mengampuni kita maka kita juga harus bisa mengampuni orang lain. Banyak orang Kristen sekarang ini bisa mengampuni tetapi tidak bisa melupakan. Ini bukan kasih Allah. Kasih Allah selalu mengampuni dan melupakannya. Banyak orang hidup menderita karena tidak mau mengampuni. Bahkan ada orang Kristen yang aktif dalam pelayanan tetapi tidak bisa mengampuni. Kita harus belajar mengampuni sesama kita. Anda harus bisa mengampuni orang yang melukai hatimu. Memang mengampuni itu berat, tetapi kalau anda tidak mau mengampuni maka anda juga tidak akan diampuni oleh Tuhan.
Dimensi ke empat dari kasih Allah adalah selalu memberi yang terbaik. Kepada kita Tuhan memberikan yang terbaik di sorga yaitu Yesus Kristus. Kalau yang terbaik di sorga Tuhan berikan apalagi yang terbaik di dunia ini pasti Tuhan karuniakan bagi anak-anakNya. Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk masa depanmu, demi segala-galanya dalam hidup kita. Karena Tuhan sudah berikan yang terbaik maka kita juga harus belajar memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Berikan waktu yang terbaik untuk Tuhan. Berikan persembahan yang terbaik untuk Tuhan. Kalau anda ingin berkat yang terbaik dari Tuhan maka berikanlah persembahan yang terbaik, jangan yang biasa-biasa saja. Kalau anda biasa memberikan persembahan 1000 rupiah, tingkatkan, beri yang lebih baik lagi. Kalau anda berikan yang terbaik maka Tuhan pasti berikan yang lebih baik lagi. Banyak orang Kristen meminta yang terbaik tetapi korbannya biasa-biasa saja.
Yesus pernah bertanya kepada Petrus : Petrus, apakah engkau mengasihi Aku? Petrus menjawab : Ya Tuhan, aku mengasihiMu. Yesus kemudian mengulang pertanyaan yang sama hingga tiga kali kepada Petrus. Sebab Yesus tidak ingin dengan ucapan mulut saja mengasihi tanpa disertai bukti kasih. Waktu Salomo mengasihi Tuhan, maka ia juga memberikan persembahan-persembahan yang terbaik. Kalau kita mengasihi Tuhan maka harus disertai dengan bukti kasih itu.
Karena itu, jangan tinggalkan kasih yang mula-mula. Tuhan telah lebih dulu mengasihi kita, maka kita juga harus mengasihi Dia lebih utama dari yang lain. Tuhan pasti memberkati hidup kita kalau kita mengasihi Dia dengan segenap hati, segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan kita. Tuhan sudah mengampuni kita, maka berikanlah juga pengampunan kepada orang lain. Tuhan sudah berikan yang terbaik bagi kita maka berikanlah juga yang terbaik bagi Tuhan. Tuhan memberkati kita sekalian. Haleluyah!
Ringkasan Khotbah Pdt. Thomas Carlos (Ghana), Minggu 7 Desember 2008 (Ibadah Raya ke-2)
| BACA JUGA INI : |