Efesus 6:10, Matius 2:1-11 Kisah kelahiran Tuhan Yesus tentu tidak asing lagi bagi kita. Dari Matius 2:1-11, ada 5 hal yang perlu kita perhatikan dan lakukan :
Mampu membaca tanda-tanda zaman.
Orang majus dalam bahasa Inggris disebut “The Magi” artinya orang bijaksana/pintar. Orang majus adalah sebutan kepada orang pintar, orang yang berpengetahuan. Alkitab mencatat bahwa orang-orang majus ini berasal dari Timur. Dan beberapa penafsir Alkitab mengatakan bahwa orang-orang majus ini berasal dari Babelonia (Irak sekarang). Tetapi dewasa ini ada yang menafsirkan bahwa orang-orang majus ini datang dari Tiongkok. Sebab sejak dahulu peradaban orang-orang Tiongkok sudah maju, khususnya dalam ilmu perbintangan. Tetapi kita tidak perlu mempersoalkan dari mana para majus ini datang. Yang perlu kita perhatian adalah bagaimana mereka mampu menterjemahkan tanda alam. Mereka melihat bintang yang istimewa sebagai pertanda seorang yang istimewa lahir yaitu Yesus, dan mencari tempat kelahirannya.
Kita yang hidup sekarang ini juga harus mampu menterjemahkan tanda zaman. Sebab kalau kita bisa membaca dan mengetahui tanda zaman maka kita akan kuat dan tidak akan gentar menghadapi zaman ini. Beragam media memberitakan bahwa tahun 2009 akan terjadi PHK secara besar-besaran. Karena dalam dua bulan terakhir ini saja sudah seratus ribu karyawan yang di PHK dan dirumahkan. Sebab banyak pabrik dan perusahaan bangkrut.
Kita musti bersyukur, Indonesia belum mengalami resesi. Sebab 5 dari 7 negara yang paling maju ekonominya di dunia yang dinamakan G-7 sudah menyatakan diri resesi, yaitu : Amerika, Jepang, Jerman, Italia, dan Kanada. Dua lainnya, Inggris dan Prancis belum resesi. Bahkan dua negara tetangga kita, Malaysia dan Singapura sudah menyatakan diri resesi. Resesi terjadi karena kondisi ekonomi di sebuah negara tidak mengalami pertumbuhan minimal selama 6 bulan. Indonesia pernah mengalaminya tahun 1998.
Tetapi kita mengetahui bahwa krisis ekonomi ini adalah tanda-tanda zaman kedatangan Yesus kedua kalinya. Karena itu kita kuat dan Tuhan pasti memberkati dan melindungi anak-anakNya. Di samping terjadinya krisis ekonomi dan banyak tanda zaman lainnya, kita melihat pekerjaan Tuhan yang luar biasa. Di zaman ini Tuhan bekerja dengan dahsyat dan luar biasa. Tadi pagi dalam Ibadah Raya I, seorang ibu yang rabun penglihatannya dijamah dan disembuhkan Yesus. Seorang ibu yang salah satu pendengarannya terganggu, Tuhan sembuhkan dan bisa mendengar kembali. Di akhir zaman ini Tuhan mencurahkan kuasa dan urapanNya bagi orang yang percaya kepadaNya.
Memberikan tanggapan yang positif dan berani melangkah dengan iman.
Orang-orang majus itu tidak tinggal diam melihat bintang yang istimewa itu. Dari bintang itu mereka mengetahui bahwa seseorang yang istimewa akan lahir. Mereka berangkat tanpa mengetahui di mana tempat Yesus dilahirkan. Tetapi orang-orang majus itu memberikan tanggapan yang positif dan berani melangkah dengan iman.
Kadang-kadang kita dibawa kepada satu keadaan yang tidak menentu dalam hidup ini. Tetapi maukah kita tetap percaya kepada Firman Tuhan, tetap setia menyembah Yesus. Kita tidak tahu apa yang terjadi di depan, tetapi berikanlah tanggapan yang positif dengan melakukan Firman Allah dan melangkah dengan iman?
Tekun dan mampu menghindar dari jebakan-jebakan.
Saya yakin dalam perjalanan orang majus untuk bertemu Yesus banyak mengalami tantangan. Di dalam hidup ini, kita menghadapi banyak tantangan, masalah dan jebakan-jebakan. Itu juga yang Paulus sampaikan kepada jemaat Efesus. Galatia 6:10. Jemaat Efesus mengalami banyak tantangan. Mereka sering diperlakukan tidak adil oleh pemerintah. Tetapi Paulus menghimbau supaya mereka tetap kuat di dalam Tuhan.
Banyak orang sukses berhasil bukan karena pendidikan, kepintaran, tetapi karena ketekunan. Karena itu, jangan pernah putus asa / patah semangat. Mungkin doa anda belum dijawab, tetapi tetaplah setia kepada Tuhan.
Sungguh-sungguh menyembah Tuhan dan mau berkorban.
Karena orang-orang majus ini sungguh-sungguh mencari Yesus maka mereka bertemu bayi Yesus. Kita tidak tahu apa latar belakang agama dan tradisi mereka, bahkan kita tidak tahu dengan pasti dari mana mereka datang, tetapi mereka sungguh-sungguh menyembah Yesus. Marilah sungguh-sungguh menyembah Yesus. Saya yakin orang yang sungguh-sungguh kepada Tuhan akan selalu diberkati. Orang yang sungguh-sungguh belajar pasti pintar, orang yang sungguh-sungguh bekerja pasti pada waktunya mendapat promosi. Apalagi orang yang sungguh-sungguh menyembah Tuhan hidupnya pasti diberkati.
Kesunguhan itu juga harus ditandai dengan korban. Orang majus itu mempersembahkan emas, kemenyan dan mur. Maukah saudara mempersembahkan kekayaan, hidup dan waktu anda untuk Tuhan dengan penuh kesetiaan? Tuhan mencari orang-orang yang sungguh-sungguh menyembah dan rela berkorban kepada Dia.
Memupuk kerjsama dengan orang lain.
Amsal 12:30. Kita perlu mempengaruhi lingkungan kita dengan membangun hubungan yang harmonis, apalagi dengan orang-orang yang diurapi Tuhan. Di mana ada persatuan di situ berkat Tuhan dicurahkan. Mazmur 133:1-3.
Dalam suasana Natal ini, marilah kita saling mengasihi satu dengan yang lain, berdamai dengan semua orang. Tuhan Yesus memberkati!
Ringkasan Khotbah Pdt. Robinson Nainggolan, MA (Jakarta), Kamis 25 Desember 2008(Ibadah II)
| BACA JUGA INI : |