Lukas 5:17-26, Markus 2:1-12, Matius 9:1-8
Kisah ini mungkin sudah sering kita baca dan juga kita dengar melalui khotbah-khotbah. Tetapi hari ini saya sampaikan lagi, sebab kita sedang menghadapi tahun-tahun yang penuh goncangan dan tantangan.
Dalam kisah di atas di ceritakan tentang seorang lumpuh. Waktu itu Yesus sedang melayani di sebuah rumah di Kapernaum. Kemungkinan besar di rumah Petrus, karena rumah Petrus sering menjadi tempat pelayanan Yesus di Kapernaum. Rumah itu penuh sesak sehingga tidak ada jalan lagi untuk masuk. Waktu itulah ada empat orang datang menggotong orang lumpuh.
Ada beberapa hal penting yang perlu kita pelajari dari kisah ini :
Iman bersama (iman mereka / 5 orang). (Baca juga Matius 18:19-20).
Ketika Yesus melihat iman mereka..(ayat 20). Nah, di sini kita melihat iman bersama ; iman 4 empat orang (Markus 2:3) yang menggotong dan juga iman si lumpuh. Tahun ini kita harus belajar meningkatkan iman kita dengan mengkonsolidasi iman bersama. Iman bersama yang pertama sekali kita galakkan adalah iman keluarga kita. Satukan iman anggota keluarga. Iman suami-istri harus satu supaya menghasilkan perkara besar. Itu sebabnya kita tidak boleh meremehkan ibadah jemsel-jemsel, ibadah wadah-wadah pelayanan. Dalam ibadah-ibadah tersebut kita bisa belajar menggalang iman bersama yang mampu menghasilkan perkara-perkara fenomenal.
Iman yang bekerja, yang berusaha, yang berkorban. (Bandingkan Yakobus 2:17,20).
Ketika empat orang itu mengetahui bahwa Yesus ada, mereka segera membawa orang lumpuh itu kepada Yesus. Iman bersama menuntut pengorbanan ; waktu, tenaga, dan kerjasama. Empat orang mengusung satu tandu tentu butuh kerjasama dan kesatuan. Jemaat musti belajar menggalang iman bersama serta menggalang kerjasama. Dengan kerjasama kita bisa menghasilkan hal-hal yang lebih besar dari tahun lalu. Iman yang proaktif adalah iman yang bekerja, yang berusaha dan yang berkorban.
Iman yang tidak menyerah kepada rintangan.
Keempat orang itu tidak bisa masuk ke rumah berhubung banyaknya jumlah orang yang mendengarkan pengajaran Yesus. Keempat orang itu tidak menyerah. Mereka naik ke atap rumah dan membuka atapnya lalu menurunkan orang lumpuh itu dan tempat tidurnya tepat di depan Yesus.
Di depan kita, di tahun 2009 kita akan menghadapi tantangan dan rintangan yang besar sebab dunia ini semakin hari semakin meningkat dengan kejahatannya. Tetapi kita tidak bisa menyerah kepada tantangan, situasi, keadaan ataupun ancaman. Iman yang besar selalu mempunyai solusi yang luar biasa.
Ada dua cara tentang bagaimana meningkatkan iman dan usaha yang luar biasa :
DOA dan PUASA. (Matius 17:14-21). Seorang yang sakit ayan tidak sembuh dengan doa murid-murid Yesus. Orang itu akhirnya dibawa kepada Yesus. Yesus kemudian berkata : “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.”
Saya anjurkan supaya semua jemaat tahun 2009 ini meningkatkan doa masing-masing dan disertai dengan puasa. Tantangan yang kita hadapi di depan bukanlah tantangan yang biasa-biasa saja, karena itu perlu kita hadapi dengan cara yang luar biasa yaitu doa dan puasa.
Berupaya Mencari Yesus dan Mendengar Firman. (Markus 6:33-44)
Tentu kita sudah tahu peristiwa ini, di mana Yesus memberi makan 5000 orang hanya dengan 5 roti dan 2 ikan. Siapa yang mengalami mujizat besar ini? Ribuan orang yang mendengar ajaran Yesus mulai pagi sampai malam. Mereka lapar Firman Tuhan, rindu keselamatan. Tuhan memberkati mereka secara rohani tetapi juga secara badani.
Kalau mau melihat perkara yang luar biasa, kita musti memberikan waktu yang banyak untuk mendengarkan Firman Tuhan. Carilah Tuhan, dengarlah Firman Tuhan, baca Alkitab, hadiri ibadah-ibadah jemsel dan taati Firman Tuhan maka mujizat ekonomi pasti Tuhan adakan.
Waktu Yesus melihat iman kelima orang itu serta usaha mereka yang luar biasa, Yesus berkata: dosamu sudah diampuni,.......bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu.” (Lukas 5:20,24). Orang lumpuh itu taat, ia berusaha bangun lalu mengangkat tilamnya, dan berjalan. Puji Tuhan! Saudara akan menerima mujizat Tuhan kalau anda mentaati Firman Tuhan.
Keadaan dunia ini serba tidak menentu. Kita tidak tahu apa yang terjadi di depan, namun kita musti menggalang iman bersama dan berusaha mencari Yesus dengan cara yang luar biasa. Tuhan memberkati
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 4 Januari 2009 (Ibadah II| BACA JUGA INI : |