KEJADIAN 22:1-18. Dalam perikop ini kita membaca bagaimana Abraham diuji Tuhan dimana Ishak anaknya harus dipersembahkan sebagai korban bakaran kepada Tuhan. Ishak adalah anak perjanjian satu-satunya yang diperoleh di usia tuanya melalui sebuah proses penantian yang lama sekali. Jadi tentu sekali Abraham sangat mengasihi Ishak. Tetapi walaupun ia sangat mengasihi Ishak, ia tetap taat kepada perintah Tuhan. Abraham tidak membantah, tidak mengomel. Sehingga keesokan harinya Abraham beserta Ishak dan dua hambanya pergi ke tanah Moria ke tempat dimana Ishak akan dipersembahkan.
Jadi teladan pertama yang kita lihat dari Abraham adalah seorang yang taat kepada Firman Tuhan meskipun sebenarnya sulit untuk dilakukan. Orang yang beriman belum tentu taat, tetapi orang yang taat pasti mempunyai iman.
Selama kita di dunia ini pasti banyak menghadapi ujian dan tantangan. Tetapi di tengah ujian, di tengah tantangan kita harus tetap taat kepada Firman Tuhan. Sekali-kali Allah tidak akan pernah meninggalkan kita. Biarlah kita semua ketika diuji Tuhan, kita timbul seperti emas (baca Ayub 23:10).
Yang kedua, Abraham mempunyai mata iman yang jauh memandang ke depan (ayat 4). Kemungkinan besar Abraham belum mengetahui letak tanah Moria sebab jaraknya yang sangat jauh. Jarak antara Bersyeba ke tanah Moria tiga hari perjalanan jauhnya. Tetapi Abraham taat kepada Firman Tuhan, tanpa memikirkan rintangan yang bisa terjadi di perjalanan. Abraham melayangkan pandangannya ke tempat di mana Ishak akan dipersembahkan.
Kita perlu memiliki mata iman yang tajam, mata rohani yang selalu tertuju kepada kuasa Tuhan, pertolongan Tuhan yang dahsyat dan luar biasa. Kita tidak bisa terpaku kepada ujian, penderitaan yang sedang terjadi, tetapi mata kita harus diarahkan kepada Allah yang sanggup melakukan perkara yang besar dalam hidup ini dan yang akan melawat kita tepat pada waktunya.
Ketiga, di tengah ujian Abraham berdoa/sembahyang kepada Tuhan (Ayat 5). Abraham adalah seorang yang menghargakan doa. Ketika ujian diluaskan Tuhan menerpa kita, tetaplah berdoa. Tetaplah bangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Banyak anak Tuhan menjadi lemah berdoa ketika percobaan datang. Tetapi dalam doa kita bisa menemukan jalan keluar atas permasalahan kita. Jangan pernah berhenti berdoa karena masalah-masalah.
Keempat, Allah adalah Penyedia (ayat 8). Ketika Ishak bertanya tentang korban bakaran yang akan dipersembahkan, Abraham menjawab : Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagiNya. Abraham jelas mengetahui bahwa Ishak yang akan dikorbankan tetapi ia mempunyai iman bahwa Allah pasti menyediakan anak domba untuk dipersembahkan. Allah mampu menyediakan apa yang kita perlukan sesuai dengan iman kita. Apa pun yang kita perlukan, Tuhan sanggup sediakan. Iman juga perlu diperkatakan, diucapkan, sebab perkataan kita mempunyai kuasa. Dalam ayat 12-14 kita membaca bahwa apa yang diucapkan Abraham benar-benar terjadi : Tuhan menyediakan anak domba untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Karena itu kita tidak boleh kuatir, sebab Allah sanggup menyediakan apa yang kita butuhkan.
Kejadian 22:15-18. Kemudian Tuhan menyampaikan janji-janji berkat kepada Abraham dan keturunannya sebab Abraham adalah seorang yang taat, mempunyai mata iman yang jauh memandang ke depan, seorang yang tahu berdoa dan percaya bahwa Allah sanggup menyediakan. Berkat yang diterima Abraham akan menjadi milik kita semua apabila kita juga meneladani ketaatan Abraham, mempunyai iman besar seperti iman yang dimiliki Abraham serta menyediakan waktu untuk berdoa. Bukan hanya kita yang diberkati, tetapi juga anak-anak kita, cucu-cucu kita, bahkan seluruh anggota keluarga kita. Tuhan Yesus memberkati.
Ringkasan Khotbah Pdt. Lenny Wakkary, Minggu 11 Januari 2009 (Ibadah II)
| BACA JUGA INI : |