Maleakhi 3:1-5
Firman Tuhan ini adalah nubuatan-nubuatan yang sangat luar biasa. Kalimat pertama dalam ayat 1 berbunyi : 'Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Nubuatan ini menunjuk kepada kedatangan Yohanes pembaptis, seorang nabi yang mendahului pelayanan Yesus. Kalimat kedua berbunyi : 'Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya'. Beberapa komentator Alkitab menafsirkan bahwa nubuatan ini adalah berbicara tentang kedatangan Yesus kedua kali nanti. Tetapi menurut saya, kalimat ini bukanlah menunjuk kepada kedatangan Yesus yang pertama di Betlehem, walaupun banyak orang tidak tahu kelahirannya, bukan juga tentang kedatangan Yesus yang kedua kali. Sebab kedatangan Yesus yang pertama adalah melawat dan menyelamatkan orang-orang berdosa, dan kedatanganNya yang kedua kali hanyalah untuk menjemput orang-orang yang percaya kepada-Nya.
Maksud daripada 'dengan mendadak Tuhan masuk ke bait-Nya' adalah berbicara tentang kehadiran Tuhan dalam setiap saat ke dalam bait-Nya. Kita mengetahui bahwa Bait Allah pada zaman dahulu berada di Yerusalem, yang tidak ada lagi sekarang. Tetapi kini, yang dimaksud dengan bait Allah atau gereja adalah orang-orang yang percaya kepada Yesus, dibaptis dan penuh Roh Kudus. Baca I Korintus 3:16.
Setiap saat Yesus bisa mengadakan inspeksi mendadak kepada pribadi, kepada keluarga, kepada kelompok, kepada persekutuan jemaat Tuhan. Manakala Ia datang, ada hadirat Tuhan yang luar biasa, ada kemuliaan Tuhan, ada berkat Tuhan yang besar.
Tetapi jangan lupa, kalau Ia datang sebagai Tuhan, Ia juga datang sebagai pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu (ayat 2). Kita selalu ingin kemuliaan dan berkat-berkat sorga. Tetapi ingat, Tuhan adalah Tuhan yang suci, Roh Kudus adalah Roh yang suci, yang kehadirannya berarti untuk memurnikan, menyucikan, membersihkan diri kita dari segala kekotoran, dari pencemaran, dari keracunan, dari dosa.
Mungkin kita sering bertanya ; kenapa kurang diberkati? kenapa kurang disenangi Tuhan? Kemungkinan besar hidup kita sudah tercemar dan kotor. Mungkin ada kotoran di badan kita, di roh kita, atau lengket di pikiran kita, yang mengakibatkan berkat-berkat kita terhalang. Jadi perlu dibersihkan, perlu dibereskan, dikuduskan, baru kita mengalami berkat-berkat Tuhan.
Untuk apa pembersihan dan pemurnian?
Ayat 3 - “...Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada Tuhan'. (That they may offer to the Lord an offering of righteousness - NKJV). Tuhan memurnikan kita supaya persembahan, korban dan jerih payah kita tidak sia-sia, tetapi menjadi korban yang benar. Semua yang kita lakukan tidak ada artinya tanpa hidup kita dimurnikan terlebih dahulu. Bisa melayani tetapi dengan pelayanan yang kotor. Bisa menyembah tetapi dengan penyembahan yang kotor. Bisa berdoa tetapi dengan doa yang tercemar. Tetapi kalau kita sudah dibersihkan maka pelayanan kita menjadi pelayanan yang benar.
Roma 12:1-2 - “That you present your bodies a living sacrifice, holy, acceptable to God, which is your reasonable service.” Di sini Paulus dengan hak kerasulannya menasihatkan jemaat di Roma supaya mempersembahkan korban yang hidup, kudus dan yang berkenan kepada Allah.
Kemudian Paulus melanjutkan ; 'Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu' (”And do not be confirmed to this world, but be transformed by the renewing of your mind”). Memang kita sekarang masih di dunia : bersekolah, berbisnis, bersosialisasi, dllsb. Tetapi Alkitab melarang kita serupa dengan dunia. Pikiran kita harus berubah, tidak boleh serupa cara duniawi.
Karena itu Paulus menasihatkan agar kita berubah. Tubuh kita, pikiran kita, dan roh kita musti berubah sehingga persembahan kita menjadi persembahan yang benar di hadapan Tuhan. Jangan rusak tubuhmu dengan hal-hal yang tidak berguna. Pikiran kita juga musti dibersihkan dari pengaruh-pengaruh dunia.
II Korintus 7:1 “Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.” Rohani kita juga perlu dibersihkan dari segala pencemaran. Terkadang kita tercemar oleh pengajaran-pengajaran palsu, yang telah melenceng dari Firman Tuhan. Buang segala toksin-toksin yang mencemarkan, mengotorkan hidup kita.
Oleh sebab itu, mari kita minta supaya Tuhan menyucikan diri kita dari semua pencemaran rohani dan jasmani. Membersihkan roh, pikiran/akal budi dan tubuh kita. Karena kalau sudah disucikan maka pelayanan kita, korban kita, dan ibadah kita BENAR dan Tuhan terima. Haleluyah!
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 18 Januari 2009 (Ibadah II)
| BACA JUGA INI : |