Banner

JANGAN MENYIMPANG KE JALAN YANG BERBELIT

MAZMUR 125:1-5

Ayat 1 - 4 menguraikan berkat-berkat bagi orang percaya, orang benar, orang baik, orang tulus hati, yaitu umat Tuhan. Semua yang ada di dunia ini bisa berubah : ekonomi, politik, masyarakat, iklim, dan lain sebagainya bisa berubah. Tetapi orang percaya seperti gunung Sion yang tidak goyang, yang tetap untuk selama-lamanya.  Anak Tuhan juga disebut seperti Yerusalem yang dikelilingi gunung-gunung. Perlindungan yang luar biasa dari Tuhan kepada anak-anakNya. 

Tetapi ayat 5 berbunyi : “tetapi orang-orang yang menyimpang ke jalan yang berbelit-belit, kiranya Tuhan mengenyahkan mereka bersama-sama orang yang melakukan kejahatan.”

Jalan yang berbelit-belit dalam bahasa Inggris disebut “crooked ways” = “twisted”  artinya jalan yang bengkok (tidak lurus) atau jalan yang tidak normal. Dalam bahasa Ibrani disebut “Alqalqal”, dari kata Alqal artinya wrong = salah = crooked = bengkok = tidak lurus. Jadi jalan yang berbelit-belit itu adalah jalan yang salah, jalan yang tidak lurus, jalan yang menyimpang, jalan yang tidak mengikuti kehendak Tuhan.

Orang yang hidup berjalan belit-belit akan dienyahkan Tuhan bersama-sama orang yang melakukan kejahatan. Karena itu kita perlu menyimak apa sebenarnya jalan yang bengkok itu. Saya akan kutip dua contoh Alkitab tentang orang yang jalannya salah :

Kisah ParaRasul 8:17-23. Simon adalah seorang tukang sihir yang bertobat dan dibaptis ketika mendengar Injil yang disampaikan Filipus. Namun kemudian ia melihat Petrus dan Yohanes menumpangkan tangan dan orang menerima Roh Kudus, ia ingin mempunyai kuasa seperti itu dengan mencoba menyogok uang kepada hamba Tuhan. Ia mencoba membayar karunia Allah dengan uang. Jadi walaupun Simon sudah terima Yesus, dibaptis, tetapi ternyata hatinya belum berubah. Hatinya tidak lurus, pahit dan jahat. Kita juga seringkali seperti Simon, sudah percaya kepada Yesus, dibaptis, tetapi sifat-sifat duniawi masih menempel dalam diri kita. Petrus berkata kepada Simon : “Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau...” Di dunia ini, uang dianggap segala-galanya. Apa saja bisa diatur dengan uang. Dan kebiasaan ini seringkali terbawa-bawa ke gereja. Ada orang Kristen yang tidak mau beribadah di gereja tetapi kolekte  atau persembahannya dikirimkan ke gereja. Dia pikir  bahwa persembahan uangnya bisa mewakili dirinya serta mengampuni dosanya. Kita tidak boleh mengatur Tuhan dan pekerjaanNya, dengan uang kita. Simon adalah salah satu contoh yang jalan hidupnya tidak benar. Pekerjaan Tuhan membutuhkan dukungan dana yang banyak, namun anugerah dan kuasa Tuhan tidak dapat dibeli dengan uang.

Lukas 18:9-14. Ada dua orang datang ke bait Allah. Satu orang adalah orang Farisi, yakni seorang pemuka agama, taat melakukan hukum Torat, berpuasa dua kali seminggu. Sedangkan seorang lagi adalah pemungut cukai. Zaman dulu pemungut cukai sangat dibenci orang Israel, sebab mereka adalah orang Yahudi yang direkrut kekaisaran Romawi untuk memungut pajak dari orang Israel. Apalagi orang Romawi memaksakan pajak sebesar-besarnya dari negeri-negeri jajahannya.

Orang Farisi itu berdoa dan berkata : “Aku bersyukur sebab aku bukan perampok, bukan orang lalim; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan persepuluhan dari segala penghasilanku dan aku tidak seperti pemungut cukai ini. Tetapi pemungut cukai menengadah ke langit dan memukul dirinya dan berkata : “Ya Allah,kasihihanilah aku orang berdosa ini.” Alkitab mencatat bahwa pemungut cukai ini pulang sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang Farisi itu tidak. Kenapa bisa demikian? Apakah yang dilakukan orang Farisi itu tidak berkenan di hadapan Allah? Semua yang dilakukan orang Farisi itu adalah bagus, tetapi ternyata orang Farisi itu mempunyai kesombongan rohani. Ia menganggap diri benar, tidak berdosa dan memandang rendah semua orang lain. Ia berbuat sesuatu hanya untuk dibanggakan.  Segala sesuatu yang kita perbuat bukanlah untuk dibangga-banggakan. Ingat, Tuhan sangat membenci orang yang sombong, apalagi sombong rohani.

Karena itu sebagai anak Tuhan, kita harus mengerti mana jalan yang benar dan mana jalan yang bengkok. Kita tidak boleh mengatur pekerjaan Tuhan dengan uang  tetapi sebaliknya kita juga tidak boleh membangga-banggakan diri karena kita melakukan banyak dalam pelayanan Tuhan. Dua contoh Alkitabiah ini menunjukkan jalan atau sikap yang salah, yang tidak lurus.

Amsal 4:18 – “Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.” Kita semua harus meningkat dalam Tuhan. Meningkat dalam doa-doa kita, meningkat dalam ibadah-ibadah kita, meningkat dalam persembahan-persembahan kita, dlsb. Kita tidak boleh puas dengan yang sudah ada sekarang. Sebab jalan orang benar kian bertambah terang sampai sempurna. Tuhan memberkati

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 1 Februari 2009 (Ibadah Raya II
BACA JUGA INI :

Kirim Tanggapan Anda


Banner
image
Image
Sekilas tentang GPdI Maranatha Medan
Senin, 26 Juli 2010
Kehadiran Gereja Pantekosta di Jalan Padang Bulan Gereja Pantekosta mendapat tempat ibadah permanen di Jalan Padang Bulan (sekarang Jln. S. Parman) Medan... Baca Selengkapnya...
Image
Sembuh oleh Kuasa DOA
Senin, 16 Januari 2012
Pada hari Sabtu yang lalu, 29 Oktober 2011, saya diserang penyakit yang membuat tubuh saya sebelah kanan (tangan dan kaki) lumpuh. Walaupun dalam keadaan... Baca Selengkapnya...
Image
Firman Tuhan Penuntun Hidupku
Minggu, 30 Januari 2011
Shalom! Saya bergembira mendapat kesempatan baik ini untuk menyaksikan kemurahan Tuhan dan pimpinan Tuhan dalam hidup saya. Tahun 1992 saya mengalami masalah... Baca Selengkapnya...
Image
DIPILIH DAN DIKASIHI TUHAN
Jumat, 12 November 2010
Tahun 1985 saya sudah melayani bersama beberapa hamba Tuhan di kota Medan. Kemudian saya berangkat Sekolah Alkitab. Setelah lulus Sekolah Alkitab, saya berdoa... Baca Selengkapnya...
Image
Maksimalkan Kekuatan Anti Kanker Brokoli
Sabtu, 13 November 2010
Cara pemasakan brokoli yang salah bisa menyebabkan kandungan pelawan kanker yang terdapat dalam sayuran berwarna hijau ini hilang. Namun, kini ada cara yang... Baca Selengkapnya...