HAKIM-HAKIM 3:31
Sebelum memiliki seorang raja, bangsa Israel selama 331 tahun (dari th 1381 Sebelum Kristus – 1050 S.K), dipimpin oleh 14 orang hakim, yaitu : 1. Otniel, 2. Ehud, 3. Samgar, 4. Deborah, 5. Barak, 6. Gideon, 7. Tola, 8. Yair, 9. Yefta, 10. Ebzar, 11. Elon, 12. Abdon, 13. Simson, 14. Samuel.
Samgar adalah salah seorang hakim Israel yang sebelumnya berprofesi sebagai gembala sapi. Samgar pernah mengalahkan 600 orang Filistin hanya dengan menggunakan kayu penghalau lembu. Tongkat penghalau lembu dalam bahasa Ibrani = 'malmad', atau 'goad' dalam bahasa Inggris. Tongkat ini adalah sepotong kayu yang panjangnya sekitar 2 meter, di mana ujung yang satu ada jari-jari roda dan ujung yang lain ada besi tajam seperti pisau. Biasanya tongkat ini digunakan untuk mendorong, memukul lembu kalau dia malas, tidak mau bangun atau maju. Tetapi tongkat ini juga berfungsi sebagai tombak dan juga membersihkan bajak ladang.
Samgar, seorang pria, ternyata mahir menggunakan tongkat profesinya secara luar biasa dengan mengalahkan 600 orang Filistin. Hanya dengan menggunakan tongkat pengusir lembu, ia berhasil menewaskan 600 orang. Samgar menggunakan profesinya sebagai gembala sapi, untuk memberkati bangsanya, menyelematkan bangsanya dari teror orang Filistin.
Kita selalu ingin diberkati, tetapi kita seringkali lupa rumusnya yaitu memberkati untuk diberkati melalui “Apakah yang ada di tanganmu.” (Keluaran 4:2). Tentu tidak semua kita bisa menjadi gembala, menjadi peginjil, menjadi guru, menjadi nabi atau menjadi rasul, tetapi kita semua pasti bisa menjadi berkat. Sekarang ini gereja Tuhan perlu kaum pria seperti Samgar. Ia bukan panglima perang atau jagoan perang, ia seorang penggembala sapi tetapi ia bisa menjadi pemenang. Kaum pria bisa Tuhan pakai menjadi berkat di mana saja, di bisnis anda, di komunitas anda, di pekerjaan anda.
(Remaja) Pembantu Rumah Tangga bersaksi kepada istri Jenderal Naaman. II Raja-raja 5:1-3. Naaman adalah panglima tentara Kerajaan Aram. Ia adalah seorang panglima perang yang hebat, dan sangat dikasihi oleh raja Aram karena selalu memberikan kemenangan. Tetapi walaupun demikian, Naaman menderita penyakit kusta.
Satu kali tentara Aram membawa seorang tawanan gadis Israel lalu dipekerjakan sebagai pembantu rumah istri Naaman. Ketika gadis Israel yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga itu melihat penyakit kusta yang diderita tuannya, berkatalah gadis itu kepada istri Naaman : “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia.” Kita tahu kisah selanjutnya, di mana Naaman sembuh, setelah melakukan instruksi Elisa, mencelupkan badannya sebanyak 7 kali di sungai Yordan. Naaman sembuh dan percaya kepada Yahweh, menjadi anak Tuhan, berkat seorang pembantu rumah tangga yang notabene hanya seorang gadis remaja.
Pemuda dan remaja bisa dipakai Tuhan menjadi alat Tuhan untuk memberkati orang lain, yang derajat sosialnya mungkin lebih tinggi dari anda. Anak-anak muda bisa Tuhan pakai menjadi berkat di sekolahmu, di fakultasmu ataupun di tempat pekerjaan anda.
(Wanita) Tabita/Dorkas seorang murid Tuhan, menggunakan profesi menjahitnya untuk memberkati orang lain. Kisah 9:36-42
Tabita (bhs Yunani) alias Dorkas (bhs Ibrani) adalah seorang murid Tuhan yang berprofesi sebagai tukang jahit. Semasa hidupnya, ia sering memberkati ibu-ibu janda dengan pakaian hasil jahitannya. Dan ketika ia meninggal, para janda itu memperlihatkan baju yang mereka terima hasil jahitan Dorkas. Dorkas memberkati orang lain melalui jahitannya. Akhirnya Petrus mendoakan Tabita, dan Tabita yang sudah mati kemudian bangkit, lalu banyak orang menjadi percaya kepada Yesus sebagai Tuhan.
Kalau kita mau memberkati orang lain lewat profesi kita, maka mujizat pasti terjadi. Samgar berhasil mengalahkan 600 orang. Naaman disembuhkan dan menjadi orang percaya kepada Tuhan, berkat kesaksian seorang pembantu rumah tangga. Dorkas bangkit dari kematian, karena murid-murid Tuhan lainnya yang mengetahui pelayanannya, meminta Petrus untuk mendoakannya.
Kita harus belajar menggunakan profesi kita untuk memberkati orang lain. Mungkin profesi kita kelihatannya sederhana, tapi kalau dipakai untuk kemuliaan Tuhan, maka kuasa Tuhan dapat bekerja melalui pekerjaan-pekerjaan kita, dan perkara-perkara yang besar akan terjadi. Haleluyah!
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 15 Februari 2009 (Ibadah Raya II)
| BACA JUGA INI : |