ULANGAN 12:1-8
Nabi Musa menyampaikan ketetapan Tuhan bahwa bangsa Israel harus membangun rumah ibadah yang permanen. Waktu itu tempat ibadah mereka adalah Tabernakel atau Kemah Pertemuan, yang tidak permanen. Perintah Tuhan ini diterima Musa sekitar tahun 1450 SK (Sebelum Kristus). Tetapi baru sekitar tahun 550 S.K Raja Salomo berhasil membangun Rumah Allah yang permanen di Yerusalem. (Baca : 1 Raja-raja 6:1-38, 2 Tawarikh 3:1-14). Jadi hampir 900 tahun kemudian barulah pembangunan rumah Allah menjadi kenyataan.
Di bait Allah itulah orang Israel memanggil nama Tuhan, menyembah Tuhan, membawa segala jenis korban mereka. Sebelum ada bait Allah yang permanen, orang Israel berbuat menurut apa yang dipandangnya benar, berbuat seenak maunya saja. Prinsip ini juga seringkali terbawa-bawa hingga sekarang ; ada orang Kristen yang beribadah di beberapa gereja menurut seleranya, bahkan ada juga Kristen yang korbannya di taruh di tempat yang ia sukai. Pengertian dosa adalah melakukan kehendak kebenaran diri sendiri, tidak menurut kebenaran atau kehendak Tuhan.
Tetapi walaupun Bait Allah yang permanen sudah berdiri, orang Israel masih sering melawan kehendak Tuhan. Sehingga suatu waktu Bait Allah itu dihancurkan tentara Babel. Yang tertinggal sekarang dari Bait Allah Salomo itu hanyalah puing-puing tembok saja.
Apakah dengan hancurnya Bait Allah di Yerusalem berarti orang percaya tidak perlu lagi beribadah? Prinsip tempat beribadah kepada Tuhan tetap masih berlaku!
Kisah 2:1-4. Ketika hari Pentakosta orang percaya berkumpul di satu tempat. Tempat itu adalah sebuah rumah. Di tempat itu mereka menerima kepenuhan Roh Kudus. Roh Kudus adalah Allah. Tuhan Yesus dalam bentuk fisik manusia tidak bisa menjadi Allah yang omni-presence (maha hadir). Tetapi sekarang Yesus sudah di sorga, dan penggantinya adalah Roh Kudus yang masuk ke dalam orang-orang yang percaya melalui kepenuhan Roh Kudus dengan tanda berkata-kata dalam bahasa lain yang diilhamkan oleh Roh itu.
Sekarang ada dua prinsip yang perlu kita ketahui, yaitu bahwa Allah tidak lagi tinggal di dalam gedung. Allah tinggal dalam hati orang percaya melalui Roh Kudus. Itu sebabnya kita perlu menerima Roh Kudus. Sebab dengan menerima Roh Kudus, Allah yang adalah Roh tinggal di hati kita masing-masing. Karena itu, rumah Allah sekarang bukan lagi di Yerusalem, tetapi pada diri setiap orang yang percaya kepada Yesus. Setiap orang percaya bisa dipenuhkan Roh Kudus dan menjadi kediaman Allah. Yohanes 14:17. Karena itu janganlah berharap akan ada pembangunan kembali rumah Allah di Yerusalem, sebab rumah Allah kini adalah semua orang percaya.
Namun demikian, orang-orang percaya harus tetap berkumpul di suatu tempat. Kisah 2:46-47. Gereja mula-mula berkumpul di Bait Allah dan juga di rumah mereka masing-masing. Bahkan mereka melakukannya tiap-tiap hari. Pertumbuhan jemaat terjadi dalam ibadah di bait Allah dan ibadah di rumah-rumah. Itu sebabnya di jemaat GPdI Maranatha ini kita membuat banyak ibadah-ibadah, sebab kita ingin melakukan Firman Tuhan. Manusia akhir zaman memang super sibuk, tetapi kalau diikuti sibuknya maka ibadah akan ketinggalan. Tetapi kita mau seperti jemaat mula-mula yang beribadah tiap-tiap hari.
Perlukah sebuah tempat ibadah ? Kisah 5:12. Serambi Salomo adalah salah satu bagian dari bait Allah Salomo. Di Serabi Salomo jemaat mula-mula melakukan kebaktian dalam persekutuan yang erat. Persekutuan (relationship) sangat penting bagi anak-anak Tuhan. Di tempat ibadah kita bisa saling mengenal dan dikenal, mendoakan dan didoakan. Itu sebabnya saya digerakkan Tuhan untuk mengadakan Ibadah Raya setiap Kamis malam, dengan healing ministry (pelayanan kesembuhan). Sebab saya mau supaya kita lebih banyak berbakti, dan lebih banyak menerima berkat Tuhan, menerima kesembuhan dan pemulihan dari Tuhan Yesus.
Kisah 9:20. Kalau kita baca kitab Kisah Para Rasul maka kita akan banyak menemukan kata “rumah ibadah”. Rumah ibadah bukanlah rumah Allah. Rumah Allah adalah manusia tetapi rumah ibadah adalah ruangan tempat beribadah. Gereja GPdI Maranatha adalah rumah ibadah, tetapi bukan kediaman Allah. Sebab Allah hadir kalau ada dua atau tiga orang berkumpul. Matius 18:20. Kalau orang sudah meninggalkan gereja maka Allah tidak ada lagi di rumah ibadah itu.
Kisah 12:12. Rumah Maria menjadi rumah ibadah, rumah doa. Orang Kristen tidak tergantung tempat untuk beribadah. Sebab rumah kita pun bisa tempat ibadah.
Kisah 19:9-10. Ruang kuliah Tiranus dipakai untuk beribadah dan memuridkan. Seluruh penduduk provinsi Asia yang terletak di kawasan asia kecil mendengar Firman Tuhan melalui ibadah-ibadah di sekolah Tiranus. Penduduk Asia waktu itu sekitar dua ratus lima puluh ribu jiwa. Jadi betapa kita perlu beribadah selalu di tempat-tempat ibadah. Kalau kita hanya beribadah hari Minggu saja, itu bagus, tetapi belum menjadi standar gereja Perjanjian Baru. Mujizat terjadi dalam hidup kita kalau gereja Tuhan kembali kepada prinsip gereja mula-mula, banyak beribadah. Kita mau beribadah sebanyak mungkin. Zaman sekarang memang super sibuk, tetapi kita musti tebus waktu untuk Tuhan.
Datang beribadah itu kita terima berkat.
Bilangan 6:22-27 – “...Demikianlah harus mereka letakkan namaKu atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.” Salah satu tugas para imam di Tabernakel adalah memberkati. Di mana nama Tuhan ditegakkan, dimuliakan, ditinggikan, di situ pasti ada berkat. Di rumah ibadah, nama Tuhan ditegakkan (ditinggikan, dipuji) dan umat percaya menerima berkat.
Ibrani 10:25. Tidak ada satu orang pun yang mengetahui hari kedatangan Tuhan. Tetapi orang percaya mengetahui hari Tuhan yang semakin dekat melalui tanda-tanda zaman. Tuhan ijinkan kita melihat tanda-tanda kedatangan Yesus. Krisis ekonomi global, bencana-bencana alam di dunia ini, adalah salah satu tanda bahwa kedatangan Tuhan sudah dekat. Tetapi justru menjelang kedatangan Tuhan kita dianjurkan supaya jangan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah. Jangan membuat alasan-alasan supaya tidak beribadah, tetapi semakin giat menjelang hari Tuhan yang mendekat. Berarti di akhir zaman ini intensitas ibadah kita harus ditingkatkan. Kita harus berkumpul di satu tempat untuk beribadah dan ke sanalah Tuhan mencurahkan berkat, mengirimkan kesembuhan dan pemulihan. Tuhan memberkati!
Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 1 Maret 2009 (Ibadah Raya ke-2)
| BACA JUGA INI : |